Roman Script    Reciting key words            Previous Sūrah    Quraan Index    Home  

26) Sūrat Ash-Shu`arā'

Printed format

26)

Toggle thick letters. Most people make the mistake of thickening thin letters in the words that have other (highlighted) thick letter Toggle to highlight thick letters
Ţā-Sīn-Mīm 026-001 [[26 ~ ASY-SYU'ARA' (PARA PUJANGGA) Pendahuluan: Makkiyyah, 227 ayat ~ Surat ini dibuka dengan menyebutkan kedudukan al-Qur'n. Setelah itu, pembicaraan beralih kepada ancaman atas orang-orang kafir yang akan disiksa oleh Allah Yang Mahakuasa, dan hiburan untuk Nabi Muhammad saw. dari pendustaan kaumnya dengan mengatakan bahwa perlakuan seperti itu juga dialami oleh beberapa rasul sebelumnya. Maka disebutlah kisah tentang pertemuan Ms dan Hrn dengan Fir'aun yang membangkang; kisah Ibrhm a. s., bapak para nabi; kisah Nh a. s. bersama kaumnya; kisah Hd a. s. dengan kabilah 'Ad dan Shlih a. s. dengan kabilah Tsamd; kisah Lth a. s. yang, dalam surat ini, dipaparkan secara lebih panjang; dan kisah Syu'aib a. s. tatkala menghadapi penduduk Aykah. Kisah ketujuh nabi ini, jika dicermati, mencerminkan kesatuan pokok-pokok dasar dakwah seluruh rasul yang diutus kepada umat manusia. Di sisi lain, dari kisah-kisah itu dapat dipetik satu pelajaran bahwa orang-orang kafir menggunakan cara yang praktis sama ketika menolak risalah dan seruan para rasul. Surat ini ditutup, sebagaimana awalnya, dengan menyebutkan kedudukan al-Qur'n, yang diakhiri dengan menolak anggapan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah seorang pujangga dan al-Qur'n tidak lebih dari kumpulan syair.]] Th, Sn, Mm. Dengan huruf-huruf ini dijelaskan bahwa al-Qur'n merupakan suatu mukjizat yang menundukkan manusia. Untaian katanya tersusun dari huruf-huruf sejenis itu, yang masih dalam kemampuan manusia. Karenanya, jika ada yang meragukan bahwa al-Qur'n benar-benar diturunkan oleh Allah, tentu manusia dapat membuat seperti itu. Tapi sudah pasti, tak ada satu makhluk pun yang dapat membuat seperti al-Qur'n. ‍-‍‌‍‍‍-
Tilka 'Āyātu Al-Kitābi Al-Mubīni 026-002 Firman yang Aku wahyukan kepadamu ini, wahai Muhammad, merupakan ayat-ayat al-Qur'n yang menjelaskan berbagai hukum dan aturan yang terkandung di dalamnya. ‌‍‍‍ ‍‍
La`allaka Bākhi`un Nafsaka 'Allā Yakūnū Mu'uminīna 026-003 Aku merasa prihatin melihat dirimu, wahai Muhammad, bersedih hati mendapatkan pengingkaran dan ketakberimanan kaummu. ‌ ‌‌
'In Nasha' Nunazzil `Alayhim Mina As-Samā'i 'Āyatan Fažallat 'A`nāquhum Lahā Khāđi`īna 026-004 Sesungguhnya Kami Mahakuasa untuk mendatangkan kepada mereka suatu mukjizat yang dapat memaksa mereka untuk beriman, sehingga--sebagaimana yang kamu harapkan--mereka semua menjadi patuh dan tunduk kepada-Ku. Tetapi Kami tidak akan melakukan hal seperti itu, karena sudah menjadi ketetapan hukum Kami (sunnatullh) untuk menyuruh mereka beriman tanpa paksaan. Dengan demikian, perintah dan larangan yang akan menghasilkan pahala atau siksa itu tidak kehilangan maknanya. ‍‍‍‍‌‌ ‌‌ ‌ ‍‍‍‍ ‌‍ ‌
Wa Mā Ya'tīhim Min Dhikrin Mina Ar-Raĥmāni Muĥdathin 'Illā Kānū `Anhu Mu`rīna 026-005 Dan kalaulah Allah terus menurunkan wahyu-Nya lagi kepadamu, yang mengingatkan mereka--sebagai suatu rahmat--akan kebenaran agama ini, mereka akan terus-menerus menampik dan mengingkarinya. Pelbagai jalan yang dapat menghantarkan mereka untuk menerima petunjuk telah tertutup. ‌ ‍‌‌ ‌‌ ‌ ‍‌‍‍‍ ‍‍‍
Faqad Kadhdhabū Fasaya'tīhim 'Anbā'u Mā Kānū Bihi Yastahzi'ūn 026-006 Sungguh mereka itu telah mendustakan dan mengejek kebenaran yang kamu sampaikan. Maka bersabarlah menghadapi perlakuan mereka ini. Kelak mereka akan mendapati akibat dari ejekan yang membawa petaka besar ini. ‌ ‌‌‍‍‍‍‌‌ ‌ ‌ ‍‍‍
'Awalam Yaraw 'Ilá Al-'Arđi Kam 'Anbatnā Fīhā Min Kulli Zawjin Karīmin 026-007 Adakah mereka akan terus mempertahankan kekufuran dan pendustaan serta tidak merenungi dan mengamati sebagian ciptaan Allah di bumi ini? Sebenarnya, jika mereka bersedia merenungi dan mengamati hal itu, niscaya mereka akan mendapatkan petunjuk. Kamilah yang mengeluarkan dari bumi ini beraneka ragam tumbuh-tumbuhan yang mendatangkan manfaat. Dan itu semua hanya dapat dilakukan oleh Tuhan yang Mahaesa dan Mahakuasa. ‌ ‍‌‌‌ ‌‌ ‌‍ ‌‌‍‌ ‌ ‍‌‌ ‍
'Inna Fī Dhālika La'āyatan ۖ Wa Mā Kāna 'Aktharuhum Mu'uminīna 026-008 Sesungguhnya adanya beraneka ragam tumbuh-tumbuhan di bumi merupakan bukti yang jelas akan adanya Sang Pencipta Yang Mahakuasa. Tetapi kebanyakan kaum, ternyata, tidak mau beriman. ۖ ‌‌ ‍‍‍
Wa 'Inna Rabbaka Lahuwa Al-`Azīzu Ar-Raĥīmu 026-009 Dan sesungguhnya Penguasa dan Pemelihara dirimu, Dialah yang akan membalas para pendusta kebenaran dan mengaruniakan rahmat-Nya kepada orang-orang yang beriman. ‌‍‍‍‍‍‌
Wa 'Idh Nādá Rabbuka Mūsá 'Ani A'ti Al-Qawma Až-Žālimīna 026-010 Dan ingatkanlah kaummu, wahai Muhammad, kisah tentang Ms saat diseru oleh Tuhanmu, "Wahai Ms, pergilah kamu sebagai seorang rasul kepada satu kaum yang telah menzalimi diri mereka sendiri dengan kekafiran dan menzalimi Ban Isr'l dengan memperbudak dan membunuh anak-anak lelaki mereka. ‌‌‌ ‌‌‌ ‌‍‌ ‌ ‍‍ ‍‍
Qawma Fir`awna ۚ 'Alā Yattaqūna 026-011 Datangilah kaum Fir'aun itu, karena mereka selalu melakukan kezaliman. Sungguh mereka adalah orang-orang yang aneh! Bagaimana mungkin mereka tidak takut dan waspada akan akibat buruk dari kezaliman yang mereka lakukan?" ۚ ‌‌ ‍‍‍
Qāla Rabbi 'Innī 'Akhāfu 'An Yukadhdhibūni 026-012 Ms berkata, "Wahai Tuhanku, aku sungguh khawatir mereka tidak akan menerima risalahku ini, karena sikap pongah dan membangkang yang ada pada mereka. ‌‍ ‌‍ ‌‌
Wa Yađīqu Şadrī Wa Lā Yanţaliqu Lisānī Fa'arsil 'Ilá Hārūna 026-013 Lalu aku merasa geram mendapati mereka mendustakan aku, sehingga lidahku menjadi kelu untuk melontarkan bukti-bukti yang ingin kupaparkan. Dari itu, utuslah Jibril a. s. kepada Hrn, saudaraku, untuk membantuku mengemban tugas ini. ‍‍ ‌‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌ ‌‌ ‌‌
Wa Lahum `Alayya Dhanbun Fa'akhāfu 'An Yaqtulūni 026-014 Lagi pula mereka telah menganggap aku bersalah karena telah membunuh salah seorang di antara mereka. Aku khawatir, mereka--sebagai suatu bentuk pembalasan--akan lebih dulu membunuhku sebelum aku sempat melaksanakan tugas ini. Dan ini menambah kekhawatiranku." ‌‌‍‌‌ ‍ ‌‌‍‍
Qāla Kallā ۖdh/habā Bi'āyātinā ۖ 'Innā Ma`akum Mustami`ūna 026-015 Allah berfirman kepada Ms, "Mereka tidak akan membunuhmu, dan Aku telah mengabulkan permohonanmu mengenai Hrn. Maka berangkatlah kalian berdua dengan berbekal mukjizat-mukjizat-Ku. Aku akan menjaga kalian dan mendengarkan apa yang terjadi antara kalian dan Fir'aun. Dan kalian berdua akan mendapatkan kemenangan dan dukungan. ۖ ‌‌ ‍ۖ‍‌
Fa'tiyā Fir`awna Faqūlā 'Innā Rasūlu Rabbi Al-`Ālamīna 026-016 Berangkatlah kalian berdua menemui Fir'aun, lalu katakan kepadanya, 'Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhan semesta alam kepadamu. ‌ ‍‍‍‍‌ ‌‍‌ ‌‍‍‍ ‌‍
'An 'Arsil Ma`anā Banī 'Isrā'īla 026-017 Tuhan semesta alam telah memerintahkan kepadamu untuk membebaskan Ban Isr'l pergi bersama kami'." ‌‌ ‌ ‍‍‍‌‍‍
Qāla 'Alam Nurabbika Fīnā Walīdāan Wa Labithta Fīnā Min `Umurika Sinīna 026-018 Dengan perasaan berjasa--karena telah mengenal Ms yang di masa kecilnya pernah berada dalam asuhannya di istana--Fir'aun berkata kepada Ms, "Bukankah kami telah memeliharamu di waktu kecil, dan kamu berada dalam asuhan kami selama beberapa tahun? ‌ ‍ ‌ ‌‌‌ ‌ ‌ ‍‌
Wa Fa`alta Fa`lataka Allatī Fa`alta Wa 'Anta Mina Al-Kāfirīna 026-019 Dan kamu telah melakukan tindak kejahatan yang keji, saat kamu membunuh salah seorang dari kaumku. Kamu pun tidak membalas jasa yang dahulu telah kami berikan kepadamu, dan juga tidak mengayomi rakyatku. Bahkan kamu mencerca tuhan-tuhan kami dengan menganggap dirimu sebagai utusan Tuhan semesta alam." ‌‌‌
Qāla Fa`altuhā 'Idhāan Wa 'Anā Mina Ađ-Đāllīn 026-020 Ms berkata, "Aku memang telah melakukan pembunuhan yang kamu sebutkan itu karena ketidaktahuan dan kekhilafanku. Dari itu, janganlah kamu menyalahkan aku. ‌ ‌‌‌‌ ‌‌‌ ‍‍
Fafarartu Minkum Lammā Khiftukum Fawahaba Lī Rabbī Ĥukmāan Wa Ja`alanī Mina Al-Mursalīna 026-021 Lalu aku melarikan diri dari kalian karena khawatir kalian akan membunuhku akibat tindakan yang tak kusengaja itu. Tuhan pun kemudian menganugerahkan kepadaku kearifan dan pengetahuan, keutamaan dan kenikmatan, serta menjadikan diriku sebagai salah seorang rasul-Nya." ‌ ‍‌‍‍‍ ‍‍‍‍‌ ‍ ‌‍ ‌ ‌
Wa Tilka Ni`matun Tamunnuhā `Alayya 'An `Abbadta Banī 'Isrā'īla 026-022 Ms lalu menyinggung salah satu sikap buruk Fir'aun. Dijelaskannyalah perihal perbudakan dan pembunuhan anak-anak lelaki Ban Isr'l yang Fir'aun lakukan. Karena itu, Ms menolak asuhannya di istana Fir'aun sebagai suatu nikmat. Sebabnya terpulang kepada kejahatan Fir'aun yang telah memperbudak dan membunuh anak-anak lelaki Ban Isr'l sehingga ia dihanyutkan ke sungai untuk menyelamatkan diri dari pembunuhan Fir'aun, yang akhirnya mengantarkan Ms ke istana Fir'aun. Kalaulah keadaannya tidak seperti itu, tentu Ms akan diasuh oleh kedua orangtuanya. ‌ ‍‍‍‍‌ ‌‌‍‍‌‍‍
Qāla Fir`awnu Wa Mā Rabbu Al-`Ālamīna 026-023 Fir'aun berkata, "Lalu, bagaimana sebenarnya sifat Tuhan semesta alam yang selalu kamu sebut-sebut dan kamu katakan telah mengutusmu itu? Cobalah jelaskan, karena kami tidak mengenalnya sama sekali!" ‌‌ ‌‍
Qāla Rabbu As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa Mā Baynahumā ۖ 'In Kuntumqinīna 026-024 Ms menjawab, "Dialah Penguasa langit dan bumi beserta isinya. Jika kalian meyakini jawabanku ini, maka kalian akan mendapatkan kebaikan dan petunjuk. Kalian pun akan tahu bahwa kerajaan Fir'aun yang dibangga-banggakan ini, yang hanya terbatas dalam satu wilayah saja di muka bumi, sangat tak pantas disejajarkan dengan kerajaan Tuhan." ‌‍ ‍‌‍‍‌‌‍ ‌‌ ‍ۖ ‌‌ ‍‌‍‍
Qāla Liman Ĥawlahu~ 'Alā Tastami`ūna 026-025 Fir'aun merasa heran mendengar adanya Tuhan selain dirinya dan bahwa kerajaannya tidak pantas dibandingkan dengan kerajaan Tuhan. Dengan sikap meremehkan, Fir'aun mengungkapkan keheranannya kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, "Bagaimana tanggapan kalian mendengar ucapan Ms ini?" ‍‌ ~ ‌‌
Qāla Rabbukum Wa Rabbu 'Ābā'ikumu Al-'Awwalīna 026-026 Tanpa mempedulikan kegeraman dan cemoohan Fir'aun, Ms melanjutkan lagi, "Tuhan semesta alam adalah Penciptamu dan para nenek moyangmu. Di antara nenek moyangmu itu ada yang mengaku Tuhan sebagaimana halnya kamu. Mereka semua telah binasa, dan kamu pun akan binasa pula. Dengan demikian, anggapan dirimu sebagai Tuhan sama sekali tidak dapat dibenarkan. Sebab, Tuhan yang hakiki tidak akan pernah mati." ‌‍ ‌‌‍ ‌‍‍‍
Qāla 'Inna Rasūlakumu Al-Ladhī 'Ursila 'Ilaykum Lamajnūnun 026-027 Untuk membangkitkan kemarahan kaumnya, Fir'aun berkata kepada mereka. Dikatakannyalah sesuatu yang tidak benar mengenai kerasulan Ms dengan menganggapnya sebagai orang gila. Karena, menurutnya, ia menjawab sesuatu yang tidak ditanyakan dan menyematkan Tuhan dengan sifat-sifat yang aneh. Demikianlah, Fir'aun telah menghasut kaumnya untuk mendustakan Ms. ‌‍ ‌‌ ‌ ‍‍‍
Qāla Rabbu Al-Mashriqi Wa Al-Maghribi Wa Mā Baynahumā ۖ 'In Kuntum Ta`qilūna 026-028 Ms berkata, "Jika memang kalian berpikir, berimanlah kepada risalahku ini. Karena sesungguhnya terbit dan terbenamnya matahari dengan suatu ketetapan yang sangat teliti merupakan bukti yang jelas akan adanya Sang Pencipta. Dengan demikian, kalianlah yang berhak dikatakan tidak waras." ‌‍ ‍‍ ‌‌ ‍ۖ ‌‌ ‍‌‍‍‍ ‍‍‍
Qāla La'ini Attakhadhta 'Ilahāan Ghayrī La'aj`alannaka Mina Al-Masjūnīna 026-029 Fir'aun berkata kepada Ms, "Sungguh jika kamu menjadikan Tuhan selain diriku, aku akan menjadikan kamu salah seorang yang buruk keadaannya di dalam penjaraku." Begitulah, Fir'aun terpaksa menggunakan ancaman setelah ia merasa tidak mampu menolak bukti-bukti ciptaan Tuhan. ‍‍‍ ‌‌ ‍‍ ‍‍‍‍
Qāla 'Awalaw Ji'tuka Bishay'in Mubīnin 026-030 Dengan bersikap lembut karena benar-benar menginginkan keimanan Fir'aun, Ms berkata, "Benarkah kamu akan menjadikan aku sebagai salah seorang tawananmu, meskipun aku perlihatkan kepadamu bukti kuat yang membenarkan segala ucapanku?" ‌‌‌ ‍
Qāla Fa'ti Bihi~ 'In Kunta Mina Aş-Şādiqīna 026-031 Fir'aun menjawab, "Cobalah perlihatkan bukti kenabianmu itu, jika kamu memang benar." Ia berkata seperti itu dengan harapan agar dapat melihat kelemahan argumentasi Ms. ‌‌ ‍‌‍‍‍‍‍‌
Fa'alqá `Aşāhu Fa'idhā Hiya Thu`bānun Mubīnun 026-032 Ke hadapan Fir'aun dan kaumnya, Ms pun melemparkan tongkatnya. Seketika itu juga, tongkat itu berubah menjadi seekor ular besar yang benar-benar hidup, bukan hasil sulapan sihir yang menyerupai ular. ‍‍‍‌ ‍‍‍ ‌‌‌ ‍‍‍
Wa Naza`a Yadahu Fa'idhā Hiya Bayđā'u Lilnnāžirīna 026-033 Ms lalu--sebagai mukjizat kedua--mengeluarkan tangan dari kantongnya. Tangannya itu berubah menjadi sangat putih, indah gemerlapan, sehingga membuat orang-orang yang melihatnya terpana. ‌‌‌ ‍‍‍‌‌ ‍‍‍
Qāla Lilmala'i Ĥawlahu~ 'Inna Hādhā Lasāĥirun `Alīmun 026-034 Fir'aun berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya Ms benar-benar seorang penyihir yang handal." Ia berkata seperti itu karena takut kaumnya menjadi tunduk kepada kebenaran yang mereka saksikan pada Ms. ~ ‌‌ ‌
Yurīdu 'An Yukhrijakum Min 'Arđikum Bisiĥrihi Famādhā Ta'murūna 026-035 Fir'aun menambahkan lagi, "Penyihir ini bermaksud menundukkan aku sehingga kalian nantinya akan terusir dari negeri ini." Ia berkata seperti itu untuk membangkitkan kemarahan kaumnya. Sebab, keterpisahan dengan tanah tumpah darah merupakan salah satu hal yang berat, terutama bila dilakukan dengan kekerasan dan pengusiran. Selanjutnya, Fir'aun meminta saran dari kaum yang menyembahnya ini. Demikianlah, karena terdesak oleh bukti-bukti kuat yang diperlihatkan Ms, Fir'aun--dengan meminta saran seperti itu--lupa bahwa ia telah mengaku Tuhan. ‍‍‍‍‌ ‌‌‍‍ ‍‌ ‌‌‍‍ ‍ ‌‌‌ ‌
Qālū 'Arjihi Wa 'Akhāhu Wa Ab`ath Al-Madā'ini Ĥāshirīna 026-036 Kaumnya berkata kepada Fir'aun, "Tangguhkanlah perkara kedua orang ini. Lalu kerahkanlah balatentara ke seluruh kota untuk mengumpulkan para ahli sihir dari wargamu. Karena sihir hanya bisa dilawan dengan sihir. ‍‍‌ ‌‌‍ ‌‌‍‍‍‌
Ya'tūka Bikulli Saĥĥārin `Alīmin 026-037 Mereka akan mendatangkan kepadamu sejumlah besar ahli sihir yang piawai dan lebih unggul serta berpengalaman dibanding Ms." Dengan saran ini, kaumnya berharap dapat meredam kecemasan Fir'aun. ‍‍‍‍‌‌
Fajumi`a As-Saĥaratu Limīqāti Yawmin Ma`lūmin 026-038 Maka dikumpulkanlah para ahli sihir dari seluruh pelosok negeri. Lalu ditentukan waktu pertemuan mereka dengan Ms pada hari perayaan (yawm al-znah), pada waktu duha, menjelang tengah hari. ‍‍‍‍
Wa Qīla Lilnnāsi Hal 'Antum Mujtami`ūna 026-039 Semua orang berharap dapat menghadiri acara yang ditunggu-tunggu pada hari yang telah ditentukan itu. Mereka saling bertanya satu sama lain, "Adakah kalian akan berkumpul?" Maksudnya, "Berkumpullah kalian semua!" ‍‍‍ ‍‍‍‍‍ ‌‌‍ ‍‍‍
La`allanā Nattabi`u As-Saĥarata 'In Kānū Humu Al-Ghālibīna 026-040 Mereka semua memperkirakan bahwa kemenangan nantinya akan berada di pihak para ahli sihir, sehingga mereka akan tetap memeluk agama mereka. Mereka sengaja melakukan hal itu, agar para ahli sihir terdorong untuk lebih menyiapkan diri guna mengalahkan Ms. ‍‍ ‌‌ ‍‍
Falammā Jā'a As-Saĥaratu Qālū Lifir`awna 'A'inna Lanā La'ajan 'In Kunnā Naĥnu Al-Ghālibīna 026-041 Tatkala para ahli sihir itu datang, mereka berkata kepada Fir'aun, "Jika kami dapat mengalahkannya, adakah kamu akan memberikan kami imbalan yang besar?" ‍‍‍‌ ‍‍‍‌‌ ‍‍ ‌ ‍ ‌‍‍‌‌‌ ‌‌‍‍‍‌ ‍‍
Qāla Na`am Wa 'Innakum 'Idhāan Lamina Al-Muqarrabīna 026-042 Fir'aun menjawab, "Tentu, kalian berhak mendapatkan apa yang kalian sebutkan. Bahkan, di samping imbalan yang besar, kalian juga akan menjadi orang terdekatku, orang-orang yang memiliki kedudukan dan kekuasaan." ‌‌‍ ‌‌‌‍‍
Qāla Lahum Mūsá 'Alqū Mā 'Antum Mulqūna 026-043 Ketika waktu yang ditentukan itu tiba, Ms berkata kepada para ahli sihir, "Lemparkanlah semua sihir yang ingin kalian lakukan." ‌ ‌‍‍‍‌ ‍‌ ‌‌‍ ‍‍‍
Fa'alqaw Ĥibālahum Wa `Işīyahum Wa Qālū Bi`izzati Fir`awna 'Innā Lanaĥnu Al-Ghālibūna 026-044 Mereka pun melemparkan berbagai tali dan tongkat yang ada. Orang-orang pun terkesima melihat semua yang dilempar itu berubah menjadi ular-ular yang merayap. Mereka bersumpah, demi kekuasaan dan kekuatan Fir'aun, bahwa merekalah yang keluar sebagai pemenang. ‍‍‍‌‌ ‌‍‍‍‍ ‌‍‌ ‍‍‌ ‍‍
Fa'alqá Mūsá `Aşāhu Fa'idhā Hiya Talqafu Mā Ya'fikūna 026-045 Maka Ms pun melemparkan tongkatnya. Seketika itu juga tongkat itu menjadi ular besar yang menelan semua tali dan tongkat yang mereka palsukan sehingga seolah-olah menjadi ular-ular yang merayap. ‍‍‍‌ ‌ ‍‍‍ ‌‌‌ ‍‍‍‍ ‌
Fa'ulqiya As-Saĥaratu Sājidīna 026-046 Menyaksikan hal itu, para ahli sihir segera bersujud kepada Allah. Mereka yakin apa yang dilakukan Ms bukan sejenis sihir. ‍‍‍‍
Qālū 'Āmannā Birabbi Al-`Ālamīna 026-047 Mereka memperkuat kesungguhan sujud mereka dengan berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam." ‍‍‌ ‌‍‍‍‍‌ ‍
Rabbi Mūsá Wa Hārūna 026-048 Lalu mereka menegaskan bahwa Tuhan semesta alam yang mereka imani adalah, "Tuhan Ms dan Hrn." ‌ ‌‌‌
Qāla 'Āmantum Lahu Qabla 'An 'Ādhana Lakum ۖ 'Innahu Lakabīrukumu Al-Ladhī `Allamakumu As-Siĥra Falasawfa Ta`lamūna ۚ La'uqaţţi`anna 'Aydiyakum Wa 'Arjulakum Min Khilāfin Wa La'uşallibannakum 'Ajma`īna 026-049 Fir'aun tidak menerima keimanan para ahli sihir yang dilakukan tanpa seizinnya, lalu ia mengancam mereka. Dikatakannya bahwa Ms sebenarnya adalah guru mereka dalam soal sihir-menyihir, sehingga--karena dianggap bersekongkol--mereka berhak mendapatkan siksaan. Fir'aun berkata, "Sungguh, akan aku potong tangan dan kaki kalian secara bersilang, tangan kanan dengan kaki kiri atau sebaliknya. Lalu aku salib kalian semua!" ‌‍‌‍‍‍ ‍ ‍‍‍ ‌‌ ‌‌ ۖ ‍‍‌ ‍‍‍ ۚ‍‍‍‍ ‌ ‌‌‌ ‍‌ ‌ ‌‍‍‍‍‍‍ ‌
Qālū Lā Đayra ۖ 'Innā 'Ilá Rabbinā Munqalibūna 026-050 Para ahli sihir berkata, "Siksaan yang akan kamu lakukan kepada kami, sebagaimana ancamanmu, tidak akan membahayakan kami. Sebab, kami akan kembali kepada Tuhan untuk mendapatkan ganjaran-Nya, suatu ganjaran dan akhir yang baik. ‌ ‌ ‍‍ۖ‌ ‌‌ ‌‍‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍
'Innā Naţma`u 'An Yaghfira Lanā Rabbunā Khaţāyānā 'An Kunnā 'Awwala Al-Mu'uminīna 026-051 Sesungguhnya kami mengharapkan ampunan Tuhan kami dari segala kesalahan yang kami lakukan sebelumnya, dan kami adalah orang-orang Mukmin pertama dari kaummu." ‍‌ ‍‍‍‍ ‌‌‍‍‍‍‍‍‌ ‌ ‌‍‍‍‍‍‌ ‌‌‍‍‌ ‌‌
Wa 'Awĥaynā 'Ilá Mūsá 'An 'Asri Bi`ibādī 'Innakum Muttaba`ūna 026-052 Saat didapati Ms tak tahan lagi menahan pedih, Allah mewahyukan kepadanya untuk membawa pergi orang-orang Ban Isr'l yang beriman pada malam hari. Dan Allah telah mengatur kedua kelompok ini--yaitu Ms dan kaumnya berada di muka, sementara Fir'aun beserta kaumnya mengikuti di belakang mereka--sehingga, begitu sampai di laut, Allah akan membinasakan Fir'aun dan balatentaranya. ‌‌‍‌ ‌‌ ‍‌ ‌‌ ‌‍‍‍‌ ‌
Fa'arsala Fir`awnu Fī Al-Madā'ini Ĥāshirīna 026-053 Di saat mengetahui keberangkatan Ms dan Ban Isr'l, Fir'aun segera mengerahkan bala tentaranya untuk mengumpulkan di antara kaumnya yang tegap dan kuat dari seluruh wilayah kekuasannya. Ia benar- benar ingin mencegah keberangkatan Ms dan Ban Isr'l. ‌ ‍ ‍‍‌
'Inna Hā'uulā' Lashirdhimatun Qalīlūna 026-054 Fir'aun berkata, "Sesungguhnya Ban Isr'l yang melarikan diri bersama Ms adalah sekelompok orang yang hina dan sedikit jumlahnya." Fir'aun, dengan berkata seperti ini, tengah berusaha memanas- manasi kaumnya. ‍‍‌‌‌ ‍‌‌
Wa 'Innahum Lanā Laghā'ižūna 026-055 "Tetapi, meskipun dengan kondisi seperti itu," lanjut Fir'aun, "mereka telah melakukan sesuatu yang menimbulkan kemarahan kita. Mereka telah melanggar perintah dan keluar tanpa seizin kita. ‍ ‌ ‍‍‍‍‍
Wa 'Innā Lajamī`un Ĥādhirūna 026-056 Sesungguhnya kita semua, seperti biasanya, senantiasa waspada dan siaga serta selalu dapat menyelesaikan masalah." ‍‌ ‍‍‍‍‍ ‌‌‌
Fa'akhrajnāhum Min Jannātin Wa `Uyūnin 026-057 Maka Kami membuat Fir'aun dan balatentaranya keluar dari negeri mereka yang dipenuhi taman-taman yang asri dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Mereka binasa karena telah menolak kebenaran dan berusaha mengejar Ms, sebagaimana diilustrasikan dalam tiga ayat sebelumnya. ‍ ‍‌‍‍‍‍‌ ‌
Wa Kunūzin Wa Maqāmin Karīmin 026-058 Mereka pun Kami keluarkan dari emas dan perak serta kediaman mereka yang bentuk indah dan fasilitasnya nyaman. ‍‍‌ ‌‍‍‍‌ ‍
Kadhālika Wa 'Awrathnāhā Banī 'Isrā'īla 026-059 Dengan cara yang menakjubkan ini--sebagaimana telah Kami paparkan kepadamu, wahai Muhammad--Kami menyeret mereka keluar meninggalkan negeri mereka. Dan setelah mereka binasa, Kami menyerahkan kerajaan ini--dengan berbagai kenikmatannya--kepada Ban Isr'l. ‌‌‌‌‍‌ ‍‍‍‌‍‍
Fa'atba`ūhum Mushriqīna 026-060 Fir'aun dan kaumnya berusaha mengejar Ban Isr'l yang berhasil disusul di saat matahari terbit. ‍‍
Falammā Tarā'á Al-Jam`āni Qāla 'Aşĥābu Mūsá 'Innā Lamudrakūna 026-061 Maka tatkala kedua kelompok itu saling melihat, para pengikut Ms berkata ketakutan, "Sesungguhnya Fir'aun dan kaumnya hampir menyusul dan kemudian membunuh kita." ‍‍‍‌ ‍‍‌‌‌‌ ‍‍ ‌‍‍‍‍‍‌ ‌‍‌ ‍‌‍
Qāla Kallā ۖ 'Inna Ma`iya Rabbī Sayahdīni 026-062 Ms berkata, "Sesungguhnya perlindungan Allah selalu menyertai ke mana aku pergi. Dia senantiasa memberikan kepadaku jalan keselamatan." Demikianlah, Ms berusaha menenangkan Ban Isr'l dan membuang jauh-jauh dari pikiran mereka perihal ketersusulan yang menakutkan itu. ۖ ‌‍
Fa'awĥaynā 'Ilá Mūsá 'Ani Ađrib Bi`aşāka Al-Baĥra ۖnfalaqa Fakāna Kullu Firqin Kālţţawdi Al-`Ažīmi 026-063 Maka Kami wahyukan kepada Ms agar memukul lautan dengan tongkatnya. Seketika, lautan itu terbelah membuat dua belas jalur, sesuai dengan jumlah kelompok Ban Isr'l. Setiap jalur dipisahkan oleh dinding air seperti gunung yang besar dan kokoh. ‌‍‌ ‌‌ ‍‌ ‌ ‍‍ ۖ‍‍‍‍‍‍‌‌ ‍‍
Wa 'Azlafnā Thamma Al-'Ākharīna 026-064 Fir'aun beserta kaumnya Kami buat semakin mendekat, agar mereka dapat memasuki jalur-jalur itu di belakang Ms dan kaumnya. ‌‌‌ ‍ ‍‍
Wa 'Anjaynā Mūsá Wa Man Ma`ahu~ 'Ajma`īna 026-065 Kami menyelamatkan Ms dan orang-orang yang menyertainya dengan membuat lautan itu tetap terbelah, sampai mereka semua selesai menyeberang. ‌‌‍‌ ‌ ‌‍‌ ~
Thumma 'Aghraq Al-'Ākharīna 026-066 Lalu Kami menenggelamkan Fir'aun dan orang-orang yang menyertainya--saat mereka membuntuti Ms dan Ban Isr'l--dengan menimpakan air ke arah mereka. ‌‍‍‍‍‍‍‌ ‍‍
'Inna Fī Dhālika La'āyatan ۖ Wa Mā Kāna 'Aktharuhum Mu'uminīna 026-067 Sesungguhnya perbuatan Tuhan yang menakjubkan ini merupakan suatu peringatan bagi siapa saja yang mau menggunakannya. Akan tetapi kebanyakan kaum tidak mempercayainya. ۖ ‌‌ ‍‍‍
Wa 'Inna Rabbaka Lahuwa Al-`Azīzu Ar-Raĥīmu 026-068 Dan sesungguhnya Pencipta dan Pemeliharamu Mahaperkasa untuk membalas orang-orang yang mendustakan kebenaran; Maha Pemberi rahmat bagi orang-orang yang beriman. ‌‍‍‍‍‍‌
Wa Atlu `Alayhim Naba'a 'Ibhīma 026-069 Dan tuturkanlah kepada orang-orang kafir, wahai Muhammad, kisah Ibrhm a. s. ‌ ‌ ‌‍‍
'Idh Qāla Li'abīhi Wa Qawmihi Mā Ta`budūna 026-070 Tatkala ia berkata kepada bapak dan kaumnya, "Sembahan apa yang, sebenarnya, tak patut kalian sembah ini?" Ibrhm melontarkan pertanyaan ini untuk mencerca kecenderungan penyembahan mereka terhadap berhala-berhala. ‌‌ ‍‍‍‍ ‌‍‍‍ ‌ ‌
Qālū Na`budu 'Aşnāmāan Fanažallu Lahā `Ākifīna 026-071 Mereka, dengan bangga, menjawab, "Kami tengah menyembah berhala-berhala. Kami akan senantiasa melakukannya sebagai penghormatan dan pemuliaan terhadap berhala-berhala itu." ‌ ‌ ‌‍‍‌‌ ‍‍‍‍ ‌
Qāla Hal Yasma`ūnakum 'Idh Tad`ūna 026-072 Untuk mengingatkan kerancuan berpikir mereka, Ibrhm bertanya, "Adakah berhala-berhala itu dapat mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kalian?" ‌‌‌ ‍
'Aw Yanfa`ūnakum 'Aw Yađurrūna 026-073 "Adakah berhala-berhala itu," lanjut Ibrhm, "dapat memberikan kebaikan jika kalian menaati mereka? Atau sebaliknya, dapatkah mereka mendatangkan keburukan jika kalian menentang mereka?" ‌‌ ‍‌‍‍‍ ‌‌‌ ‍‍‍‍‌
Qālū Bal Wajadnā 'Ābā'anā Kadhālika Yaf`alūna 026-074 Mereka menjawab, "Mereka memang tidak dapat melakukan semua itu. Tetapi kami mendapatkan para nenek moyang kami melakukan penyembahan yang kami lakukan ini. Kami hanya sekadar mengikuti apa yang telah mereka lakukan." ‌ ‌‍‌ ‌‍‍‍‌‌
Qāla 'Afara'aytum Mā Kuntum Ta`budūna 026-075 Untuk membungkam mulut mereka, Ibrhm berkata, "Tidak berpikirkah kalian, sehingga kalian mengetahui hakikat berhala-berhala yang disembah, ‌‍‌ ‌ ‍‌‍‍‍ ‌
'Antum Wa 'Ābā'uukumu Al-'Aqdamūna 026-076 oleh kalian dan para nenek moyang sebelum kalian? Adakah berhala-berhala itu patut disembah atau tidak? Jika kalian memikirkan hal ini secara saksama, niscaya kalian menyadari bahwa selama ini kalian berada dalam kesesatan yang nyata. ‍ ‌‌‍‍‍‍‍
Fa'innahum `Adūwun Lī 'Illā Rabba Al-`Ālamīna 026-077 Sembahan kalian selain Allah ini adalah musuh-musuhku, juga musuh kalian. Aku tidak akan menyembah mereka. Hanya Sang Pencipta, Penguasa dan Pemelihara alam semesta yang aku sembah. Dan aku akan selalu mendekatkan diri kepada-Nya. ‍ ‌‌ ‍ ‌‌ ‌‍
Al-Ladhī Khalaqanī Fahuwa Yahdīni 026-078 Dialah yang telah menciptakan aku dari ketiadaan dalam bentuk yang sempurna. Dia juga memberi petunjuk kepadaku agar dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. ‍‍‍‍‍ ‌
Wa Al-Ladhī Huwa Yuţ`imunī Wa Yasqīni 026-079 Dan Dialah yang mengaruniakan makanan dan minuman kepadaku sehingga aku dapat memperoleh dan memanfaatkannya untuk kelangsungan hidupku. ‌ ‌ ‍‍‍‍ ‌‍‍‍
Wa 'Idhā Mariđtu Fahuwa Yashfīni 026-080 Bila aku menderita sakit, Dialah yang menyembuhkan aku dengan mempermudah pengobatan sambil berserah diri kepada-Nya. ‌‌‌‌ ‍‍‍‍ ‌
Wa Al-Ladhī Yumītunī Thumma Yuĥyīni 026-081 Dialah yang mewafatkan aku jika ajal telah tiba, dan kemudian menghidupkan aku kembali untuk memperoleh perhitungan dan balasan. ‌ ‍
Wa Al-Ladhī 'Aţma`u 'An Yaghfira Lī Khaţī'atī Yawma Ad-Dīni 026-082 Dialah yang ampunan-Nya amat kuinginkan, agar--saat perhitungan nanti--segala kealpaan dan kekhilafanku di dunia terhapus." ‍‍‍ ‌‌‍‍‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍‍‍ ‍
Rabbi Hab Lī Ĥukmāan Wa 'Alĥiqnī Biş-Şāliĥīna 026-083 Kemudian Ibrhm a. s. memanjatkan doa, "Ya Tuhanku, anugerahilah kesempurnaan ilmu dan amal kepadaku, sehingga--dari sekian banyak hamba-Mu--aku layak mengemban risalah dan hikmah. Dan terimalah diriku untuk berada dalam golongan orang yang saleh. ‌ ‌‌‍‍‍‍ ‍‍‍
Wa Aj`al Lī Lisāna Şidqin Al-'Ākhirīna 026-084 Dan jadikanlah diriku sebagai buah bibir yang baik dan kesan yang indah bagi umat-umat yang datang setelah aku, sehingga keharumanku tetap tercatat sampai hari kiamat nanti. ‍ ‍‍‍ ‍‍
Wa Aj`alnī Min Warathati Jannati An-Na`īmi 026-085 Masukkanlah aku ke dalam golongan hamba-Mu yang dianugerahi kenikmatan surga, sebagai balasan dari keimanan dan ibadah mereka kepada-Mu. ‍ ‍‌ ‌‌‍‍‍‍‍
Wa Aghfir Li'abī 'Innahu Kāna Mina Ađ-Đāllīna 026-086 Jadikanlah bapakku sebagai orang yang layak mendapatkan ampunan-Mu, dengan memberi petunjuk kepadanya untuk memeluk Islam. (Dahulu, saat perpisahan, Ibrhm menjanjikan bapaknya dapat masuk Islam). Sebab, ia adalah salah seorang yang menyimpang dari petunjuk dan kebenaran. ‍‍‌ ‍‍‍ ‍‍
Wa Lā Tukhzinī Yawma Yub`athūna 026-087 Janganlah Engkau mempermalukan dan membuat aku terhina di hadapan manusia pada hari dibangkitkannya manusia dari kubur untuk mendapatkan perhitungan dan balasan. ‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍
Yawma Lā Yanfa`u Mālun Wa Lā Banūna 026-088 Pada hari ketika harta yang dikeluarkan dan pertolongan anak keturunan tidak berguna lagi. ‌ ‍‌‍‍‍ ‍‍‍‌ ‌‌
'Illā Man 'Atá Allāha Biqalbin Salīmin 026-089 Kecuali bagi mereka yang beriman dan mengharap Allah dengan jiwa yang bersih dari kekufuran, kemunafikan dan sikap pamer. ‌ ‍‌ ‌‌ ‍ ‍‍‍‍‌
Wa 'Uzlifati Al-Jannatu Lilmuttaqīna 026-090 Pada hari didekatkannya surga ke tempat orang-orang yang berbahagia, lalu mereka--yang telah menjauhkan diri dari kekufuran dan kemaksiatan serta menerima keimanan dan ketaatan di dunia--berjalan ke arah surga." ‌‌ ‍‍‍ ‍‍‍
Wa Burrizati Al-Jaĥīmu Lilghāwīna 026-091 Adapun orang-orang yang menolak kebenaran, neraka jahim akan ditampakkan kepada mereka, sehingga jilatan apinya hampir mengenai mereka. Di saat itu, mereka sangat bersedih dan menyesal. ‍‍‍‍ ‍‍‍‍‌
Wa Qīla Lahum 'Ayna Mā Kuntum Ta`budūna 026-092 Mereka akan dibentak, "Mana tuhan-tuhan selain Allah yang kalian sembah itu? ‍‍‍ ‌‍ ‌ ‍‌‍‍‍ ‌
Min Dūni Allāhi Hal Yanşurūnakum 'Aw Yantaşirūna 026-093 Adakah di hari ini sembahan-sembahan selain Allah yang kalian anggap sebagai juru selamat dapat menolong kalian? Atau, bahkan, menolong diri mereka sendiri?" Sembahan-sembahan mereka, tentu, tidak dapat melakukan semua itu. Sebab, mereka beserta sesembahan adalah bara dari api neraka itu sendiri. ‍‌‍‍‌ ‍ ‍‌‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌‌‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍‍‌
Fakubkibū Fīhā Hum Wa Al-Ghāwūna 026-094 Wajah-wajah mereka akan dijungkirkan berkali-kali ke dalam neraka jahim, hingga akhirnya mereka, juga orang-orang yang membuat mereka sesat, akan menetap di dasar neraka jahim. ‍‍‌ ‌ ‌‍‍‍‌‌
Wa Junūdu 'Iblīsa 'Ajma`ūna 026-095 Mereka juga akan ditemani para kaki tangan iblis. Yakni, mereka yang selalu mengemas kejahatan dan dosa sehingga terlihat indah oleh manusia, atau jin dan manusia pelaku kemaksiatan yang selalu mengikuti jalan Ibls. ‍‍‌‌ ‌‍‍‍‍‍‍ ‌
Qālū Wa Hum Fīhā Yakhtaşimūna 026-096 Di hari itu mereka akan mengetahui dan meratapi kesalahan yang mereka perbuat. Mereka dan sembahan-sembahan yang menyesatkan mereka bertengkar saling menyalahkan. ‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍‍‍‍
Ta-Allāhi 'In Kunnā Lafī Đalālin Mubīnin 026-097 "Demi Allah, sesungguhnya kami di dunia berada dalam kerancuan dan kebodohan yang jelas, serta menyimpang dari kebenaran yang sangat tampak. ‌‌‍‍‍‌
'Idh Nusawwīkum Birabbi Al-`Ālamīna 026-098 Yaitu tatkala kami menyederajatkan kalian, wahai sembahan, setara untuk disembah dengan Tuhan semesta alam. Padahal jelas perbedaan antara kalian yang lemah dengan Dia yang Mahakuasa. ‌‌ ‍
Wa Mā 'Ađallanā 'Illā Al-Mujrimūna 026-099 Dan kami tidak akan terperosok dalam kebinasaan seperti ini melainkan disebabkan oleh para pembuat dosa yang menyesatkan kami dari jalan kebenaran. ‌ ‌‍‍‍‌ ‌‌ ‍‍
Famā Lanā Min Shāfi`īna 026-100 Maka kami pun tidak mendapatkan penolong yang dapat menyelamatkan kami dari siksa, seperti yang kami duga sebelumnya. ‌ ‌ ‍‌
Wa Lā Şadīqin Ĥamīmin 026-101 Bahkan tak seorang karib pun--jika memang tak dapat mengeluarkan mereka dari siksaan--yang dapat dijadikan tempat mengadu dari kepedihan yang kami alami ini." ‍‍‍
Falaw 'Anna Lanā Karratan Fanakūna Mina Al-Mu'uminīna 026-102 Di saat itulah mereka berharap dapat kembali lagi ke dunia agar dapat beriman dan memperoleh keselamatan." ‌ ‌ ‌ ‍ ‌ ‍‍‍
'Inna Fī Dhālika La'āyatan ۖ Wa Mā Kāna 'Aktharuhum Mu'uminīna 026-103 Sesungguhnya apa yang telah Allah sebutkan dalam kisah Ibrhm ini merupakan nasihat dan renungan bagi orang-orang yang mau menerima nasihat dan mengambil pelajaran. Tetapi kebanyakan kaummu yang mendengar kisah ini, wahai Muhammad, tidak juga menuruti seruanmu. ۖ ‌‌ ‍‍‍
Wa 'Inna Rabbaka Lahuwa Al-`Azīzu Ar-Raĥīmu 026-104 Sesungguhnya Tuhanmu Mahakuasa untuk membalas orang-orang yang mendustakan kebenaran; Maha Pemberi nikmat bagi orang-orang yang melakukan kebaikan. ‌‍‍‍‍‍‌
Kadhdhabat Qawmu Nūĥin Al-Mursalīna 026-105 Dalam firman-Nya, Allah telah menyebutkan berita tentang Nh. Disebutkan bahwa kaum Nh telah mendustakan risalah dan menolak seruan rasul mereka. Dengan demikian, mereka berarti telah mendustakan seluruh rasul, karena kesamaan prinsip dan tujuan dakwah mereka. ‍‍
'Idh Qāla Lahum 'Akhūhum Nūĥun 'Alā Tattaqūna 026-106 Mereka telah mendustakan risalah di kala Nh, saudara mereka dalam pertalian keluarga, bukan saudara seagama, memperingatkan mereka, "Apakah kalian tidak takut kepada Allah sehingga kalian meninggalkan menyembah selain-Nya? ‌‌ ‌‍‍ ‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍
'Innī Lakum Rasūlun 'Amīnun 026-107 Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian untuk mengajak ke jalan yang lurus. Dan aku adalah seorang yang dapat dipercaya untuk menyampaikan risalah-Nya. ‍ ‌‍‍‍
Fāttaqū Allaha Wa 'Aţī`ūni 026-108 Maka takutlah kalian kepada Allah, laksanakanlah perintah yang kuserukan untuk mengesakan dan menaati-Nya ini. ‍‍‍ ‌‌‍
Wa Mā 'As'alukum `Alayhi Min 'Ajrin ۖ 'In 'Ajrī 'Illā `Alá Rabbi Al-`Ālamīna 026-109 Aku tak sedikit pun mengharapkan imbalan kalian sebagai balasan dari nasihat dan doa yang kulakukan demi kalian ini. ‌ ‌ ‍‍‍‍ ‍‌‍‌ۖ ‌‌ ‌‌ ‌ ‌‍
Fāttaqū Allaha Wa 'Aţī`ūni 026-110 Maka waspadalah terhadap siksa Allah dan laksanakanlah perintahku." ‍‍‍ ‌‌‍
Qālū 'Anu'uminu Laka Wa Attaba`aka Al-'Ardhalūna 026-111 Kaum Nh, yang menolak seruan itu, berkata, "Kami tak akan beriman kepadamu selama pengikut- pengikutmu adalah mereka yang berasal dari kalangan kelas bawah yang rendah kedudukannya serta sedikit hartanya." ‍‍‌ ‌ ‌ ‌‌
Qāla Wa Mā `Ilmī Bimā Kānū Ya`malūna 026-112 Nh berkata, "Dari mana aku tahu bahwa mereka itu rendah kedudukannya dan sedikit hartanya? Aku hanya ditugaskan untuk mengajak mereka beriman tanpa harus mengetahui lebih dulu kekayaan dan status mereka. ‌‌ ‌
'In Ĥisābuhum 'Illā `Alá Rabbī ۖ Law Tash`urūna 026-113 Tuhanlah yang akan membalas hasil usaha mereka. Dia Maha Mengetahui apa yang ada dalam benak mereka. Kalau kalian termasuk orang yang berpikiran jernih, kalian tentu akan mengetahui hal ini. ‌‌ ‌ ‌‍ ۖ ‌ ‌
Wa Mā 'Anā Biţāridi Al-Mu'uminīna 026-114 Dan aku tidak akan mengusir mereka yang mempercayai seruanku--bagaimanapun status mereka, kaya atau miskin--untuk sekadar memenuhi syarat yang kalian ajukan untuk beriman kepadaku. ‌ ‌‌ ‍‍‍‌‌
'In 'Anā 'Illā Nadhīrun Mubīnun 026-115 Aku tidak lain hanyalah seorang rasul yang diutus untuk memberi peringatan kepada manusia dengan didukung bukti-bukti yang dapat memilah mana yang hak dan mana yang batil. Karenanya, tak ada perbedaan antara golongan bangsawan dan rakyat jelata. Bagaimana mungkin aku mengusir orang-orang Mukmin hanya lantaran kemiskinan mereka?" ‌‍‌ ‌‌ ‍‍‍
Qālū La'in Lam Tantahi Yā Nūĥu Latakūnanna Mina Al-Marjūmīna 026-116 Mereka berkata, "Wahai Nh, jika kamu tidak menghentikan seruanmu, sungguh kami akan merajammu dengan bebatuan." Demikianlah, mereka mengancam untuk membunuh Nh. ‌ ‍‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍
Qāla Rabbi 'Inna Qawmī Kadhdhabūni 026-117 Nh mengadukan kekukuhan pendustaan kaumnya, seraya berseru, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku adalah orang-orang yang selalu mendustakan aku." Oleh karena itu, Nh mempunyai alasan untuk memohonkan keburukan bagi mereka. ‌‍
Fāftaĥ Baynī Wa Baynahum Fatĥāan Wa Najjinī Wa Man Ma`ī Mina Al-Mu'uminīna 026-118 Nh melanjutkan, "Maka putuskanlah perkara antara aku dengan mereka ini dengan suatu keputusan yang dapat membinasakan mereka yang telah mengingkari keesaan-Mu serta mendustakan rasul-Mu. Dan selamatkanlah aku dan orang-orang Mukmin yang menyertaiku dari siksa akibat pembangkangan mereka." ‌ ‌ ‌‍‌
Fa'anjaynāhu Wa Man Ma`ahu Fī Al-Fulki Al-Mashĥūni 026-119 Maka--untuk mengabulkan doa Nh--Kami menyelamatkannya dan orang-orang Mukmin yang menyertainya dalam sebuah bahtera yang mereka naiki dan muati dengan apa yang mereka butuhkan. ‍‍‍‍ ‌‍‌
Thumma 'Aghraqnā Ba`du Al-Bāqīna 026-120 Setelah menyelamatkan Nh dan orang-orang Mukmin, Kami menenggelamkan sisa kaumnya yang tidak beriman. ‌‍‍‍‍‍‍‌ ‌
'Inna Fī Dhālika La'āyatan ۖ Wa Mā Kāna 'Aktharuhum Mu'uminīna 026-121 Sesungguhnya apa yang dipaparkan al-Qur'n tentang kisah ini merupakan bukti kebenaran para rasul dan kekuasaan Allah. Tetapi, kebanyakan mereka yang telah diperdengarkan kisah ini, tidak beriman. ۖ ‌‌ ‍‍‍
Wa 'Inna Rabbaka Lahuwa Al-`Azīzu Ar-Raĥīmu 026-122 Dan sesungguhnya Tuhanmu Mahaperkasa untuk membalas para tiran yang membangkang; Maha Pemberi nikmat bagi orang-orang yang bertakwa. ‌‍‍‍‍‍‌
Kadhdhabat `Ādun Al-Mursalīna 026-123 Kabilah 'Ad telah mendustakan Hd a. s., rasul mereka. Mereka, karenanya, telah mendustakan semua rasul. Sebab, prinsip dan tujuan dakwah seluruh rasul adalah sama. ‍‍‌‌
'Idh Qāla Lahum 'Akhūhum Hūdun 'Alā Tattaqūna 026-124 Tatkala saudara mereka, Hd, berkata, "Tidakkah kalian takut kepada Allah sehingga kalian mengikhlaskan diri untuk beribadah kepada-Nya? ‌‌ ‌‍‍ ‍‍‍‌‌ ‌‌ ‍‍‍
'Innī Lakum Rasūlun 'Amīnun 026-125 Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menunjuki kalian jalan kebenaran. Dan aku selalu bersikap amanah terhadap risalah Allah ini dengan menyampaikan kepada kalian semua yang Allah perintahkan kepadaku. ‍ ‌‍‍‍
Fāttaqū Allaha Wa 'Aţī`ūni 026-126 Maka laksanakanlah segala perintah Allah, takutlah kepada-Nya dan ikutilah apa yang kuserukan kepada kalian dari sisi Allah. ‍‍‍ ‌‌‍
Wa Mā 'As'alukum `Alayhi Min 'Ajrin ۖ 'In 'Ajrī 'Illā `Alá Rabbi Al-`Ālamīna 026-127 Nasihat dan petunjuk yang kuberikan kepada kalian ini tidak aku maksudkan untuk mendapatkan segala bentuk imbalan dari kalian. Hanya Tuhan semesta alamlah yang imbalan-Nya amat kuharapkan. ‌ ‌ ‍‍‍‍ ‍‌‍‌ۖ ‌‌ ‌‌ ‌ ‌‍
'Atabnūna Bikulli Rī`in 'Āyatan Ta`bathūna 026-128 Adakah kalian mendirikan bangunan yang kokoh di semua dataran tinggi untuk berbangga-bangga dan menjadikannya tempat berkumpul untuk berfoya-foya dan membuat kerusakan? (Dalam ayat ini, Allah hendak mengingatkan mereka hal-hal yang bermanfaat dan mencela ketidakberimanan dan perbuatan buruk mereka). ‍‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‌‌ ‌‌
Wa Tattakhidhūna Maşāni`a La`allakum Takhludūna 026-129 Dan kalian membangun istana-istana yang kuat dan kokoh dengan kolam-kolam airnya, seolah-olah kalian akan kekal di dunia dan tidak pernah mati! ‍‍‍‍‌‍‍‍ ‍‍‍‍‌
Wa 'Idhā Baţashtum Baţashtum Jabbārīna 026-130 Jika kalian melakukan penyiksaan, kalian terlalu berlebihan melakukannya dengan cara-cara yang bengis dan kejam. Kalian membunuh dan memukul tanpa belas kasihan sedikit pun. ‌‌‌‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍
Fāttaqū Allaha Wa 'Aţī`ūni 026-131 Maka takutlah kepada Allah saat melakukan penyiksaan. Dengarkanlah perintah yang kuserukan ini, karena hal itu lebih berguna dan lebih kekal. ‍‍‍ ‌‌‍
Wa Attaqū Al-Ladhī 'Amaddakum Bimā Ta`lamūna 026-132 Dan waspadalah terhadap murka Allah yang telah bermurah hati mengaruniakan segala yang telah kalian ketahui dari pelbagai pemberian-Nya. ‌‍‍‍ ‌ ‌
'Amaddakum Bi'an`āmin Wa Banīna 026-133 Yaitu sejumlah karunia Allah kepada kalian berupa unta, sapi dan domba, serta anak keturunan yang kuat, yang dapat memelihara ternak dan membantu kalian menanggung beban kehidupan. ‍‍‍‍‌ ‌
Wa Jannātin Wa `Uyūnin 026-134 Juga berupa kebun-kebun yang dipenuhi buah serta berbagai mata air yang kalian butuhkan. ‍‍‍‍‌ ‌
'Innī 'Akhāfu `Alaykum `Adhāba Yawmin `Ažīmin 026-135 Sesungguhnya aku khawatir Allah akan menurunkan azab yang pedih di dunia ini kepada kalian. Sementara di akhirat nanti kalian akan dijerumuskan ke dalam neraka Jahanam, disebabkan kesewenang- wenangan kalian atas segala nikmat-Nya. ‌‍ ‍‍‌‍‍
Qālū Sawā'un `Alaynā 'Awa`ažta 'Am Lam Takun Mina Al-Wā`ižīna 026-136 Dengan sikap mencemooh, mereka berkata, "Baik kamu sampaikan nasihat dan peringatan itu kepada kami ataupun tidak, sebenarnya sama saja bagi kami. ‍‍‌‌‌ ‍‌ ‌‌‍‍‍‍ ‌ ‍‌ ‌‍‍‍
'In Hādhā 'Illā Khuluqu Al-'Awwalīna 026-137 Apa yang kamu sampaikan itu tidak lebih dari kebohongan dan kebatilan orang-orang sebelum kamu yang dikemas dalam bentuk lain. Oleh karenanya, kami tidak akan meninggalkan apa yang ada pada kami. ‌ ‌‌ ‍‍
Wa Mā Naĥnu Bimu`adhdhabīna 026-138 Dan kami tidak akan diazab karena telah melakukan semua itu."
Fakadhdhabūhu Fa'ahlaknāhum ۗ 'Inna Fī Dhālika La'āyatan ۖ Wa Mā Kāna 'Aktharuhum Mu'uminīna 026-139 Demikianlah, mereka tetap bersikeras mempertahankan pendustaan yang ada. Maka Allah mempercepat kebinasaan mereka. Sesungguhnya apa yang Allah turunkan kepada kabilah 'Ad sebagai balasan pendustaan mereka, merupakan bukti yang menunjukkan kemahakuasaan Allah. Tetapi kebanyakan mereka yang dibacakan berita 'Ad ini tidak beriman. ‍‍ ۗ ۖ ‌‌ ‍‍‍
Wa 'Inna Rabbaka Lahuwa Al-`Azīzu Ar-Raĥīmu 026-140 Dan sesungguhnya Tuhanmu Mahaperkasa untuk menghancurkan para pembangkang; Maha Pengasih terhadap orang-orang beriman. ‌‍‍‍‍‍‌
Kadhdhabat Thamūdu Al-Mursalīna 026-141 Kabilah Tsamd telah mendustakan risalah dan dakwah Shlih untuk mengesakan Allah. Itu sama artinya dengan mendustakan seluruh rasul, karena pokok-pokok dasar risalah mereka sama. ‍‍‌‌
'Idh Qāla Lahum 'Akhūhum Şāliĥun 'Alā Tattaqūna 026-142 Ingatkanlah kaummu, wahai Muhammad, tatkala Shlih, saudara sebangsa dan seperanakan kabilah Tsamd, berkata kepada mereka, "Apakah kalian tidak takut kepada Allah sehingga kalian mengesakan-Nya dalam beribadah? ‌‌ ‌‍‍ ‌‌ ‍‍‍
'Innī Lakum Rasūlun 'Amīnun 026-143 Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk kebahagiaan dan kebaikan kalian. Dan aku benar-benar menyampaikan risalah ini seperti yang aku terima dari Allah. ‍ ‌‍‍‍
Fāttaqū Allaha Wa 'Aţī`ūni 026-144 Maka takutlah kalian akan siksa Allah, dan ikutilah ajakanku. ‍‍‍ ‌‌‍
Wa Mā 'As'alukum `Alayhi Min 'Ajrin ۖ 'In 'Ajriya 'Illā `Alá Rabbi Al-`Ālamīna 026-145 Dalam menyampaikan nasihat dan petunjuk ini, aku tidak sedikit pun mengharapkan imbalan kalian. Hanya Penguasa alam semesta yang akan membalasnya." ‌ ‌ ‍‍‍‍ ‍‌‍‌ۖ ‌‌ ‌‌ ‌ ‌‍
'Atutrakūna Fī Mā Hāhunā 'Āminīna 026-146 Lalu Shlih menolak keyakinan bahwa mereka akan kekal dalam kenikmatan yang ada, serta terhindar dari azab, kepunahan dan kematian. ‍‍ ‌ ‍‌ ‌
Fī Jannātin Wa `Uyūnin 026-147 Kenikmatan-kenikmatan yang ada pada mereka berupa kebun-kebun yang dipenuhi buah dan berbagai mata air yang mengalirkan sungai yang jernih (Eufrat). ‍‍‍‍‌ ‌
Wa Zurū`in Wa Nakhlin Ţal`uhā Hađīmun 026-148 Serta tanam-tanaman yang siap dituai dan pepohonan kurma yang buahnya matang dan lembut. ‌‌‍‍‌‌ ‌‍‍‍‍‌‍‌ ‍‍‍
Wa Tanĥitūna Mina Al-Jibāli Buyūtāanrihīna 026-149 Mereka memahat dengan rajin dan cermat gunung-gunung tinggi untuk dijadikan sebagai tempat kediaman. ‍‌‍‍‍‍‍‍ ‍‍
Fāttaqū Allaha Wa 'Aţī`ūni 026-150 "Maka," lanjut Shlih, "hendaknya kalian takut akan siksa Allah karena kalian tidak mensyukuri berbagai nikmat-Nya itu. Terimalah nasihatku ini, lalu amalkanlah! ‍‍‍ ‌‌‍
Wa Lā Tuţī`ū 'Amra Al-Musrifīna 026-151 Dan janganlah kalian mengikuti orang-orang yang melampaui batas dengan melakukan kemusyrikan dan terbuai oleh syahwat dan hawa nafsu yang rendah. ‌ ‍‍‍‍‍‌ ‌‍
Al-Ladhīna Yufsidūna Fī Al-'Arđi Wa Lā Yuşliĥūna 026-152 Mereka yang selalu membuat kerusakan di bumi Allah dan tidak melakukan perbaikan untuk memakmurkan negeri." ‍‍‍‍‍‌ ‌‍ ‌‌ ‍‍‍
Qālū 'Innamā 'Anta Mina Al-Musaĥĥarīna 026-153 Mereka berkata, "Kamu tidak lain hanyalah seorang yang terkena pengaruh sihir yang kuat sehingga akalnya tidak berfungsi." Begitulah, mereka memberikan jawaban yang keras dan menyakitkan. ‍‍‌ ‌‍‍‌ ‌‌
Mā 'Anta 'Illā Basharun Mithlunā Fa'ti Bi'āyatin 'In Kunta Mina Aş-Şādiqīna 026-154 Mereka melanjutkan lagi, "Kamu pun adalah manusia biasa seperti kami. Jadi, bagaimana mungkin kamu menganggap memiliki keistimewaan sebagai nabi dan rasul? Kalau ajakanmu memang benar, perlihatkanlah kepada kami suatu mukjizat yang dapat membuktikan kebenaran risalahmu." ‌ ‌‌‍ ‌‌ ‌ ‌ ‌‌ ‌‌ ‍‌‍‍‍‍‍‌
Qāla Hadhihiqatun Lahā Shirbun Wa Lakum Shirbu Yawmin Ma`lūmin 026-155 Shlih--yang diberikan Allah mukjizat seekor unta--menanggapi tuntutan mereka, seraya berkata, "Ini adalah seekor unta dari Allah yang Dia jadikan sebagai mukjizat. Unta ini diberi giliran untuk minum pada hari tertentu, dan kalian dilarang minum pada hari itu. Demikian pula kalian mendapat jatah minum di hari lain ketika unta itu tidak boleh diberi minum. ‌ ‌ ‍‌ ‌ ‍
Wa Lā Tamassūhā Bisū'in Faya'khudhakum `Adhābu Yawmin `Ažīmin 026-156 Janganlah kalian ganggu unta ini, jika kalian tidak ingin dibinasakan oleh azab yang besar." ‌ ‌ ‍‍‍‌‌‌ ‍‍‍‌‍‍
Fa`aqarūhā Fa'aşbaĥū Nādimīna 026-157 Tetapi mereka kemudian membunuh unta itu dan menyalahi kesepakatan mereka dengan Shlih. Karenanya, mereka berhak mendapatkan azab. Lalu mereka pun menyesali perbuatan itu. ‍‌‌ ‍‌ ‌
Fa'akhadhahumu Al-`Adhābu ۗ 'Inna Fī Dhālika La'āyatan ۖ Wa Mā Kāna 'Aktharuhum Mu'uminīna 026-158 Sesuai dengan peringatan Shlih, mereka pun kemudian dibinasakan oleh azab Allah. Rasa penyesalan mereka tak berguna lagi untuk menepis siksaan akibat dosa-dosa mereka. Sesungguhnya dalam kisah mereka ini terdapat bukti kekuasaan Allah yang akan menghancurkan orang-orang kafir dan menyelamatkan orang-orang Mukmin. Tetapi banyak dari kaummu, Muhammad, yang tidak mempercayainya. ‍‍‌ ۗ ۖ ‌‌ ‍‍‍
Wa 'Inna Rabbaka Lahuwa Al-`Azīzu Ar-Raĥīmu 026-159 Dan sesungguhnya Penciptamu Mahakuasa untuk membinasakan orang-orang yang membangkang; Maha Pengasih untuk menyelamatkan orang-orang yang bertakwa. ‌‍‍‍‍‍‌
Kadhdhabat Qawmu Lūţin Al-Mursalīna 026-160 Kaum Lth--di saat menolak seruan untuk mengesakan Allah dan meninggalkan kemusyrikan--telah mendustakan para rasul. ‍‍‍‌‍‌
'Idh Qāla Lahum 'Akhūhumţun 'Alā Tattaqūna 026-161 Ingatkanlah kaummu, wahai Muhammad, tatkala Lth, saudara dan besan kaumnya, berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, tidakkah kalian takut akan azab Allah? ‌‌ ‌‍‍ ‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍
'Innī Lakum Rasūlun 'Amīnun 026-162 Sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepada kalian untuk menyampaikan agama yang benar dan aku dapat dipercaya untuk menyampaikan agama ini. ‍ ‌‍‍‍
Fāttaqū Allaha Wa 'Aţī`ūni 026-163 Maka hindarilah azab Allah, dan ikutilah seruanku kepada kalian. ‍‍‍ ‌‌‍
Wa Mā 'As'alukum `Alayhi Min 'Ajrin ۖ 'In 'Ajriya 'Illā `Alá Rabbi Al-`Ālamīna 026-164 Aku tidak mengharap imbalan kalian saat menyampaikan dakwahku ini. Imbalanku semata-mata dari Sang Penguasa dan Pemelihara alam semesta." ‌ ‌ ‍‍‍‍ ‍‌‍‌ۖ ‌‌ ‌‌ ‌ ‌‍
'Ata'tūna Adh-Dhukrāna Mina Al-`Ālamīna 026-165 Lth melanjutkan, "Apakah kalian lebih menikmati menggauli lelaki ketimbang perempuan?" Lth bermaksud mencela perbuatan keji dan menjijikkan yang biasa mereka lakukan. (1) (1) Ayat ini mensinyalir tentang bahaya homoseks, suatu tindakan kotor yang menjijikkan dan menurunkan martabat kemanusiaan. Kebiasaan kotor ini, jika meluas, akan memporak-porandakan ikatan perkawinan konvensional yang merupakan sunnatullah untuk memelihara dan mengembangkan keturunan serta memakmurkan bumi. Di samping itu, homoseks--seperti halnya praktek prostitusi--dapat menyebarkan berbagai jenis penyakit, seperti sipilis, gonorea (kencing nanah), chonoroid, serta beberapa penyakit kulit, semisal kudis dan sebagainya. Selain itu, pada lobang anus akan terjadi beberapa kelainan, di antaranya mengendurnya otot pencerna sehingga sulit mengontrol proses buang air, sobeknya anus dan punahnya selular-selular yang ada di sekitarnya sehingga menggelembung seperti bentuk corong. Di dalam anus itu sendiri akan dipenuhi berbagai mikroba dan bakteri yang dapat berpindah ke anggota tubuh pelaku praktek homoseks yang dapat mengakibatkan radang saluran air seni. Di sisi lain, orang menjadi objek praktek kotor ini--jika biasa diperlakukan sejak kecilakan menjadi biseksual. Tetapi terkadang gejalanya bisa berbalik. Ia akan berusaha tampil lebih maskulin untuk menutup kekurangan dan keabnormalan dirinya. Demikianlah, Allah Swt. telah dengan tegas melarang praktek menjijikkan ini dalam beberapa ayat al-Qur'n yang, sebagiannya, merinci hikmah dari pengharaman homoseksualitas. Mahabenar Allah ketika Dia berfirman, "Mengapa kalian mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kalian meninggalkan istri-istri yang diciptakan Tuhan untuk kalian? Kalian adalah kaum yang melampaui batas" (al-Qur'n surat Al Syuara: 165-166). ‍‍ ‍‍‍‌
Wa Tadharūna Mā Khalaqa Lakum Rabbukum Min 'Azwājikum ۚ Bal 'Antum Qawmun `Ādūna 026-166 "Dan mengapa," lanjut Lth, "kalian meninggalkan istri-istri yang halal yang diciptakan Allah untuk kesenangan kalian? Bahkan kalian, dengan melakukan semua kemaksiatan, adalah kaum yang kezalimannya telah melampaui batas?" ‍‍‌‍‍ ‌‍ ‍‌ ‌‌‌‌ ۚ ‌‌ ‌‌
Qālū La'in Lam Tantahi Yā Lūţu Latakūnanna Mina Al-Mukhrajīna 026-167 Mendengar penolakan dan cacian Lth terhadap praktek buruk itu, mereka--dengan penuh amarah--berkata, "Sungguh, jika kamu tidak berhenti memaki-maki kami, kamu akan kami buang dari negeri ini dengan kondisi yang sangat buruk." ‌ ‍‌ ‍‌‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍ ‍‍
Qāla 'Innī Li`amalikum Mina Al-Qālīna 026-168 Lth berkata, "Aku memang termasuk orang yang membenci perbuatan kalian ini. Maka aku tidak akan berhenti untuk menolak dan mencela hal ini." ‍‍
Rabbi Najjinī Wa 'Ahlī Mimmā Ya`malūna 026-169 Mendengar jawaban kaumnya, Lth merasa tidak punya harapan lagi. Ia pun memanjatkan doa kepada Allah agar menyelamatkan dirinya dan keluarganya dari akibat perbuatan bodoh mereka itu. ‌‌ ‍‍‍‍‌
Fanajjaynāhu Wa 'Ahlahu~ 'Ajma`īna 026-170 Allah pun memperkenankan permohonan Lth untuk menyelamatkannya dan para pengikutnya. Mereka semua diperintahkan untuk meninggalkan rumah-rumah mereka saat akan diturunkan azab kepada orang-orang yang telah mendustakan kebenaran. ‍‍ ‌‌~
'Illā `Ajūzāan Al-Ghābirīna 026-171 Kecuali istrinya yang renta. Ia tetap tinggal dan tidak akan keluar bersama Lth. Maka ia pun binasa karena kekufuran, pengkhianatan dan loyalitasnya terhadap orang-orang yang fasik. ‌ ‌‌‌‍‍‍‍
Thumma Dammarnā Al-'Ākharīna 026-172 Kemudian Allah membinasakan orang-orang kafir yang jahat itu dalam suatu kehancuran yang amat menyeramkan. ‍‌ ‍‍
Wa 'Amţarnā `Alayhim Maţaan ۖ Fasā'a Maţaru Al-Mundharīna 026-173 Allah menurunkan hujan batu dari langit kepada kaum yang ganjil ini. Mereka pun akhirnya binasa. Hujan batu itu demikian deras menimpa mereka. Dan hujan ini--yang merupakan bentuk penghancuran terdahsyat--adalah hujan terburuk yang menimpa orang-orang yang diberi peringatan. ‌‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍‌‌ۖ‍‍‌‌ ‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍
'Inna Fī Dhālika La'āyatan ۖ Wa Mā Kāna 'Aktharuhum Mu'uminīna 026-174 Sesungguhnya siksa yang Kami timpakan kepada kaum ini merupakan bukti yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Tetapi kebanyakan kaummu, Muhammad, tidak mempercayai seruanmu. ۖ ‌‌ ‍‍‍
Wa 'Inna Rabbaka Lahuwa Al-`Azīzu Ar-Raĥīmu 026-175 Sesungguhnya Tuhanmu Mahaperkasa dan Maha Penyayang. Dia akan menyiksa orang-orang yang berbuat dosa dan memberi pahala kepada orang-orang yang beriman. ‌‍‍‍‍‍‌
Kadhdhaba 'Aşĥābu Al-'Aykati Al-Mursalīna 026-176 Inilah kisah Syu'ayb dan penduduk Aykah, penghuni suatu lahan yang dipenuhi dengan pepohonan yang rindang di dekat kota Madyan. Kepada penduduk Aykah ini, Allah telah mengutus Syu'ayb yang juga diutus ke Madyan. Tetapi mereka telah mendustakan seruan rasul mereka. Dengan demikian, mereka--karena kesamaan prinsip dakwah seluruh rasul--berarti telah mengingkari semua risalah. ‌‍‍‍‍‍
'Idh Qāla Lahum Shu`aybun 'Alā Tattaqūna 026-177 Ingatkanlah kaummu, wahai Muhammad, tatkala Syu'ayb berkata kepada penduduk Aykah, "Apakah kalian tidak takut kepada Allah dan beriman kepada-Nya?" Dengan segera mereka langsung mendustakannya. ‌‌ ‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍
'Innī Lakum Rasūlun 'Amīnun 026-178 "Sesungguhnya aku diutus oleh Tuhan semesta alam kepada kalian untuk menyampaikan petunjuk dan kebenaran. Dan aku terpercaya untuk menyampaikan risalah-Nya ini kepada kalian. ‍ ‌‍‍‍
Fāttaqū Allaha Wa 'Aţī`ūni 026-179 Maka waspadalah kalian akan siksa Allah. Patuhilah aku dengan melaksanakan segala perintah Allah dan menyucikan diri kalian dari dosa. ‍‍‍ ‌‌‍
Wa Mā 'As'alukum `Alayhi Min 'Ajrin ۖ 'In 'Ajriya 'Illā `Alá Rabbi Al-`Ālamīna 026-180 Aku tidak mengharapkan imbalan apa-apa dari kalian. Imbalanku akan kudapatkan secara utuh--sesuai dengan amal perbuatanku--dari Tuhan semesta alam." ‌ ‌ ‍‍‍‍ ‍‌‍‌ۖ ‌‌ ‌‌ ‌ ‌‍
'Awfū Al-Kayla Wa Lā Takūnū Mina Al-Mukhsirīna 026-181 Penduduk Aykah itu juga diperintahkan oleh Syu'ayb untuk memberikan timbangan secara utuh, karena pada mereka terdapat kebiasaan memberikan timbangan yang tidak adil dan merugikan orang lain. ‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍‍
Wa Zinū Bil-Qisţāsi Al-Mustaqīmi 026-182 Syu'ayb melanjutkan, "Dan timbanglah sesuatu dengan timbangan yang sempurna, sehingga orang-orang dapat mengambil haknya secara adil dan benar. ‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‍‍
Wa Lā Tabkhasū An-Nāsa 'Ashyā'ahum Wa Lā Ta`thaw Fī Al-'Arđi Mufsidīna 026-183 Janganlah kalian kurangi apa yang menjadi hak orang lain, dan jangan pula membuat kerusakan di muka bumi dengan membunuh, menyamun, melakukan tindak kejahatan dan mengikuti hawa nafsu yang rendah. ‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‌ ‌‌ ‌‌ ‌‍
Wa Attaqū Al-Ladhī Khalaqakum Wa Al-Jibillata Al-'Awwalīna 026-184 Dan berhati-hatilah akan azab Allah, Tuhan yang telah menciptakan kalian dan umat-umat yang kuat dan sombong sebelum kalian." ‌‍‍‍ ‍‍‍‍‍ ‌
Qālū 'Innamā 'Anta Mina Al-Musaĥĥarīna 026-185 Mereka berkata, "Kamu hanyalah salah seorang yang dipengaruhi oleh kekuatan sihir, sehingga akal sehatnya menjadi hilang. ‍‍‌ ‌‍‍‌ ‌‌
Wa Mā 'Anta 'Illā Basharun Mithlunā Wa 'In Nažunnuka Lamina Al-Kādhibīna 026-186 Lagi pula kamu adalah manusia biasa seperti kami. Mengapa kamu merasa lebih istimewa dari kami untuk menyampaikan risalah? Kami yakin kamu tidak lain hanyalah salah seorang pembohong besar. ‌ ‌‌‍ ‌‌ ‌ ‌ ‌‌‌‍‍‍‍
Fa'asqiţ `Alaynā Kisafāan Mina As-Samā'i 'In Kunta Mina Aş-Şādiqīna 026-187 Jika kamu benar-benar membawa risalah, mengapa tidak dijatuhkan kepada kami suatu bentuk azab dari langit?" Demikianlah, permintaan ini menyiratkan betapa kukuhnya pengingkaran mereka. ‍‍‍‍‍‍‍‍‌‌ ‌‌ ‍‌‍‍‍‍‍‌
Qāla Rabbī 'A`lamu Bimā Ta`malūna 026-188 Syu'ayb berkata, "Tuhanku Maha Mengetahui kemaksiatan yang kalian lakukan, dan kalian berhak mendapatkan azab. Dia akan menimpakan azab itu kepada kalian pada saat yang telah ditentukan." Ucapan ini mencerminkan kepasrahan Syu'ayb kepada Allah. Tujuannya tidak lain untuk memperingatkan mereka. ‌‍‍‍ ‌ ‌
Fakadhdhabūhu Fa'akhadhahum `Adhābu Yawmi Až-Žullati ۚ 'Innahu Kāna `Adhāba Yawmin `Ažīmin 026-189 Akan tetapi, mereka tetap bersikukuh mendustakan Syu'ayb. Lalu Allah menurunkan kepada mereka cuaca yang sangat panas, sehingga membuat mereka berlarian tanpa membawa naungan apa-apa. Tatkala mereka semua berkumpul di bawah naungan awan, Allah menimpakan kepada mereka gumpalan-gumpalan api. Mereka pun binasa di hari yang luar biasa dahsyat itu. ‍‍‍‍‌ ‍‍ۚ‍‍ ‍‍‌‍‍
'Inna Fī Dhālika La'āyatan ۖ Wa Mā Kāna 'Aktharuhum Mu'uminīna 026-190 Sesungguhnya azab yang diturunkan kepada penduduk Aykah yang membangkang itu merupakan bukti kemahakuasaan Allah. Tetapi kebanyakan kaummu, Muhammad, tidak meyakininya. ۖ ‌‌ ‍‍‍
Wa 'Inna Rabbaka Lahuwa Al-`Azīzu Ar-Raĥīmu 026-191 Sesungguhnya Tuhanmu Mahaesa dalam kekuatan dan kemenangan. Dan Dia Maha Pengasih kepada orang-orang yang beriman. ‌‍‍‍‍‍‌
Wa 'Innahu Latanzīlu Rabbi Al-`Ālamīna 026-192 Dan sesungguhnya al-Qur'n, yang telah memaparkan kisah-kisah yang benar-benar terjadi ini, diturunkan oleh Sang Pencipta, Penguasa dan Pemelihara alam semesta. Maka berita al-Qur'n itu adalah benar, dan hukumnya terus berlaku hingga hari kiamat nanti. ‍‌‍‍‍‍‍‍ ‌‍
Nazala Bihi Ar-Rūĥu Al-'Amīnu 026-193 Al-Qur'n itu diturunkan lewat perantaraan al-Rh al-Amn, Jibril a. s. ‍‍‌
`Alá Qalbika Litakūna Mina Al-Mundhirīna 026-194 Jibrl menurunkannya ke dalam hatimu sehingga kamu dapat memelihara dan memahaminya, dan sehingga al-Qur'n itu tertancap kuat di dalam hatimu yang tak mungkin bisa terlupakan. Dengan demikian, kamu--lewat kandungan al-Qur'n--dapat memberi peringatan akan akibat yang didapatkan oleh orang-orang yang mengingkari kebenaran. ‍ ‍‍‍ ‍‌‍‍
Bilisānin `Arabīyin Mubīnin 026-195 Al-Qur'n itu diturunkan kepadamu melalui Jibrl dalam bahasa Arab yang jelas makna dan petunjuknya, agar manusia mendapatkan kebaikan, baik agama maupun dunia. ‍‍
Wa 'Innahu Lafī Zuburi Al-'Awwalīna 026-196 Dan sesungguhnya berita tentang al-Qur'n yang diturunkan dari sisi Allah kepada Muhammad saw. ini telah termaktub dalam kitab suci-kitab suci para nabi sebelumnya. ‌‍‍‍‌
'Awalam Yakun Lahum 'Āyatan 'An Ya`lamahu `Ulamā'u Banī 'Isrā'īla 026-197 Dari itu, adakah para pembangkang masih bersikeras mengingkari al-Qur'n? Padahal mereka, sebenarnya, memiliki bukti yang membenarkan Muhammad saw. melalui pengetahuan para cerdik pandai Ban Isr'l, bahwa--seperti termaktub dalam kitab suci mereka--al-Qur'n benar-benar akan diturunkan kepadanya (Muhammad). ‌ ‍‌ ‌ ‌‌‍‍‌‌ ‍‍‍‌‍‍
Wa Law Nazzalnāhu `Alá Ba`đi Al-'A`jamīna 026-198 Kalaupun, umapamanya, al-Qur'n diturunkan kepada beberapa orang non Arab yang dapat berbicara bahasa Arab, meskipun tidak fasih, yang mustahil dituduh dapat membuat al-Qur'n, ‌ ‍‍‍ ‌ ‍
Faqara'ahu `Alayhim Mā Kānū Bihi Mu'uminīna 026-199 lalu ia membacakan kepada mereka--dan ini merupakan kejadian luar biasa--dengan bacaan yang benar, niscaya mereka akan tetap mengingkarinya. Mereka akan terus mencari-cari alasan untuk mempertahankan pengingkaran mereka. ‌ ‍
Kadhālika Salaknāhu Fī Qulūbi Al-Mujrimīna 026-200 Pendustaan telah Kami masukkan dan tetapkan ke dalam hati mereka, juga kepada orang-orang yang mempunyai sifat yang sama seperti mereka. ‍‍ ‍‍‍‍ ‍‍
Lā Yu'uminūna Bihi Ĥattá Yaraw Al-`Adhāba Al-'Alīma 026-201 Tidak ada cara lain untuk mengubah pengingkaran yang ada pada mereka kecuali mereka lihat sendiri betapa pedihnya azab yang mengancam mereka. ‌ ‍‍‍ ‌ ‍‌‌‌ ‍‍‌
Faya'tiyahum Baghtatan Wa Hum Lā Yash`urūna 026-202 Maka, secara tiba-tiba dan tanpa diduga, azab itu Kami turunkan kepada mereka. Dan mereka benar- benar tidak menyadari kedatangannya. ‍‍ ‌ ‌ ‌ ‌
Fayaqūlū Hal Naĥnu Munžarūna 026-203 Di saat azab itu turun, mereka--dengan perasaan menyesal dan meminta diberi kesempatan lagi--berkata, "Adakah kesempatan lagi untuk kami?" Tetapi permintaan mereka ini akan ditolak. ‌ ‍‌‍‍‍‍‍‌
'Afabi`adhābinā Yasta`jilūna 026-204 Allah menjelaskan kedunguan mereka yang ingin mempercepat turunnya azab setelah berkali-kali mendapat peringatan dan ancaman. Allah Swt. berfirman, "Orang-orang kafir Mekah telah tertipu dengan penundaan yang Aku berikan, mengapa mereka ingin cepat-cepat diturunkan azab?" ‌‌
'Afara'ayta 'In Matta`nāhum Sinīna 026-205 Pikirkanlah, niscaya kamu akan mengetahui mengapa Kami memberikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun dengan kehidupan yang laik? ‍ ‌‌
Thumma Jā'ahum Mā Kānū Yū`adūna 026-206 Lalu Kami menurunkan kepada mereka azab yang pedih yang telah diperingatkan. ‍‍‌ ‌ ‌ ‌
Mā 'Aghná `Anhum Mā Kānū Yumatta`ūna 026-207 Umur panjang dan kesenangan hidup yang mereka dapatkan tidak dapat menepis azab yang Allah turunkan. Cepat atau lambat, azab-Nya pasti datang. Maka kenikmatan yang berakhir dengan azab bukanlah merupakan suatu kebaikan. ‌ ‌‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍ ‌
Wa Mā 'Ahlaknā Min Qaryatin 'Illā Lahā Mundhirūna 026-208 Telah menjadi hukum Kami (sunnatullh), bahwa Kami tidak akan membinasakan suatu umat tanpa lebih dulu mengutus para rasul untuk memberikan peringatan. Dengan demikian, mereka tak memiliki alasan lagi. ‌ ‌‌ ‍‌ ‍‌‌ ‌‌ ‌ ‍‌‍‍‍‌‌
Dhikrá Wa Mā Kunnā Žālimīna 026-209 Agar hal ini dapat dijadikan sebagai suatu peringatan dan bahan renungan. Kami tidak akan berbuat zalim dengan mengazab suatu kaum yang belum diutus rasul. ‌‌ ‌‌ ‍‍‍‍‌
Wa Mā Tanazzalat Bihi Ash-Shayāţīnu 026-210 Al-Qur'n menafikan ucapan orang kafir Mekah bahwa Muhammad telah dirasuki jin yang membisikkan al-Qur'n. Maka difirmankan, "Setan-setan itu tak dapat menurunkan dan membisikkan al-Qur'n!
Wa Mā Yanbaghī Lahum Wa Mā Yastaţī`ūna 026-211 Mereka tidak boleh dan tidak akan mampu membuat dan menurunkan al-Qur'n. ‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍
'Innahum `Ani As-Sam`i Lama`zūlūna 026-212 Dan sesungguhnya setan-setan itu dijauhkan dan tidak dapat mendengar al-Qur'n yang diturunkan kepada Muhammad saw." ‍ ‌
Falā Tad`u Ma`a Allāhi 'Ilahāan 'Ākhara Fatakūna Mina Al-Mu`adhdhabīna 026-213 Maka hadapkanlah dirimu, Muhammad, kepada Allah. Ikhlaslah selalu dalam beribadah kepada-Nya, dan jangan hirukan anggapan-anggapan orang-orang musyrik yang rancu dan salah itu. (Ajakan kepada rasul untuk mengikhlaskan diri, seperti termaktub dalam ayat ini, juga merupakan ajakan untuk seluruh umatnya). ‌ ‍ ‍ ‌‌‌ ‌‍‍‍‌ ‍‍‍
Wa 'Andhir `Ashīrataka Al-'Aqrabīna 026-214 Peringatkanlah keluarga dekatmu akan azab akibat kemusyrikan dan kemaksiatan. Kemudian peringatkanlah mereka yang hubungan keluarganya lebih jauh, dan begitu seterusnya. ‌‌‍‍‌ ‍ ‍‍‍‍
Wa Akhfiđ Janāĥaka Limani Attaba`aka Mina Al-Mu'uminīna 026-215 Dan berlemah lembutlah kepada mereka yang telah menerima seruanmu untuk beriman. ‍‍
Fa'in `Aşawka Faqul 'Innī Barī'un Mimmā Ta`malūna 026-216 Jika mereka, ternyata, tetap mendurhakai dan tidak mematuhimu, maka bebaskanlah dirimu dari mereka dan dari perbuatan-perbuatan mereka seperti kemusyrikan dan kemaksiatan-kemaksiatan lainnya. ‍‍‍‍‍ ‌‍ ‍‌ ‍‍‍‍‌
Wa Tawakkal `Alá Al-`Azīzi Ar-Raĥīmi 026-217 Lalu serahkanlah segala urusanmu kepada Sang Mahaperkasa lagi Mahakuasa untuk menghancurkan--dengan 'izzah-Nya--musuh-musuhmu. Dia akan memberikan pertolongan kepadamu, juga kepada orang-orang yang ikhlas dalam perbuatan dengan rahmat-Nya. ‍‍‍‍‌
Al-Ladhī Yarāka Ĥīna Taqūmu 026-218 Yang menyaksikanmu bangun untuk bertahajud dan saat kamu mengerjakan kebajikan. ‍‌‍‍‍‍ ‍‍‍
Wa Taqallubaka Fī As-Sājidīna 026-219 Dan Yang memperhatikan tingkah lakumu di tengah-tengah mereka yang sedang salat, ketika kamu sedang bediri, rukuk, sujud dan ketika engkau sedang memimpin mereka bersembahyang.
'Innahu Huwa As-Samī`u Al-`Alīmu 026-220 Allah Swt. sungguh Maha Mendengar doa dan zikirmu; Maha Mengetahui niat dan perbuatanmu. Seolah-olah Allah berkata kepada Nabi, "Jangan kamu memaksakan dirimu menahan keberatan-keberatan beribadah, karena kamu berada dalam penglihatan dan pengawasan Kami." ‍‍‍‍‍
Hal 'Unabbi'ukum `Alá Man Tanazzalu Ash-Shayāţīnu 026-221 Orang-orang musyrik berkata, "Sungguh telah datang sekelompok setan yang meggoda Muhammad." Al-Qur'n membantah tuduhan mereka dengan menyatakan, "Maukah kalian Kami beritahu siapakah orang yang telah didatangi dan digoda oleh setan?" ‌ ‌ ‍‌
Tanazzalu `Alá Kulli 'Affākin 'Athīmin 026-222 Setan akan menghampiri setiap orang yang membuat kebohongan paling buruk dan melakukan dosa amat keji. Mereka adalah para pendeta jahat yang memiliki perangai menyerupai setan. ‌ ‌‍‍‍
Yulqūna As-Sam`a Wa 'Aktharuhumdhibūna 026-223 Mereka menyimak kata-kata setan yang memperdengarkan dugaan-dugaan yang menjadikan mereka sebagai pendusta. ‍ ‌‌ ‌
Wa Ash-Shu`arā'u Yattabi`uhumu Al-Ghāwūna 026-224 Orang-orang kafir berkata, "Al-Qur'n itu hanyalah puisi karangan seorang penyair bernama Muhammad." Allah memperlihatkan kepalsuan tuduhan mereka dengan memberikan penjelasan bahwa al-Qur'n itu penuh dengan kata-kata bijak (hikam) dan aturan-aturan hukum (ahkm). Gaya bahasa al-Qur'n itu sangat berlainan dengan gaya bahasa kebanyakan para penyair di masa itu yang sarat dengan kepalsuan dan kebohongan. Dan watak Muhammad sendiri pun berbeda dengan watak para penyair kebanyakan yang selalu berkata bohong. ‍‍‌‌‌ ‍‍‍‌‌
'Alam Tará 'Annahum Fī Kulli Wādin Yahīmūna 026-225 Tidakkah kalian mengetahui bagaimana para penyair itu mempermainkan kata-kata yang menutupi jalan kebenaran? ‌ ‌‍ ‌
Wa 'Annahum Yaqūlūna Mā Lā Yaf`alūna 026-226 Dan sungguh mereka seringkali mengatakan sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan. ‍ ‍‍‍‍‍‍‍ ‌ ‌
'Illā Al-Ladhīna 'Āmanū Wa `Amilū Aş-Şāliĥāti Wa Dhakarū Allaha Kathīrāan Wa Antaşarū Min Ba`di Mā Žulimū ۗ Wa Saya`lamu Al-Ladhīna Žalamū 'Ayya Munqalabin Yanqalibūna 026-227 Akan tetapi, kalangan penyair yang mengikuti petunjuk-petunjuk ketuhanan dan berbuat kebajikan sehingga memiliki kepribadian yang luhur, dan selalu mengingat Allah dengan penuh rasa khusyuk hingga timbul rasa takutnya kepada Allah, adalah penyair-penyair yang menjadikan syairnya sebagai pelipur lara dan sebagai sarana untuk membela agama dan mempertahankan kebenaran pada saat kebenaran diinjak- injak. Orang-orang yang menzalimi diri sendiri dengan berbuat syirik dan mengejek Rasulullah saw. itu kelak akan tahu akibat buruk mana yang menjadi tempat kembali mereka. ‍‍‍‍ ‌‌ ‌‍‍‍‍‍‍ ‌‌‌‍ ‍‌ ‌‍‍‍‍‍‌‌ ‍‌ ‌ ‌ ۗ‍‍‍‍‍‌ ‌ ‍‌‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍‍
Toggle thick letters. Most people make the mistake of thickening thin letters in the words that have other (highlighted) thick letter Toggle to highlight thick letters
Next Sūrah