Roman Script    Reciting key words            Previous Sūrah    Quraan Index    Home  

39) Sūrat Az-Zumar

Printed format

39)

Toggle thick letters. Most people make the mistake of thickening thin letters in the words that have other (highlighted) thick letter Toggle to highlight thick letters
Tanzīlu Al-Kitābi Mina Allāhi Al-`Azīzi Al-Ĥakīmi 039-001 [[39 ~ AZ-ZUMAR (ROMBONGAN) Pendahuluan: Makkiyyah, 75 ayat ~ Surat ini termasuk kelompok surat yang diturunkan pada periode Mekah, kecuali ayat- ayat 52, 53 dan 54 yang turun pada periode Madinah. Surat ini diawali dengan isyarat betapa tingginya kedudukan al-Qur'n, ajakan untuk memurnikan ibadah hanya kepada Allah, dan bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak. Setelah itu, surat ini membicarkan tanda-tanda kekuasaan Allah dalam penciptaan langit, bumi dan manusia. Ihwal bahwa jika manusia mengingkari Allah Dia tetap Mahakaya dan tidak membutuhkannya, dan apabila mereka bersyukur akan diridai Allah; dan bahwa Allah tidak akan pernah merelakan kekufuran, juga merupakan persoalan-persoalan yang dibahas dalam surat ini. Selain itu, dibicarakan pula watak dan tabiat manusia yang secara umum memiliki dua karakter. Pertama, apabila tertimpa musibah ia akan berdoa dan kembali kepada Tuhannya dan, kedua, apabila mendapat kebahagiaan ia segera melupakan apa yang dahulu dimintanya. Kemudian dibicarakan pula perbandingan antara orang yang waspada menghadapi kehidupan akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya dengan orang-orang yang membangkang Tuhannya, serta balasan masing-masing di hari kiamat. Ihwal pemberian rahmat kepada mereka dengan menurunkan air hujan, juga disebut di sini. Dengan air itu, Allah menghidupkan bumi setelah sebelumnya tandus dan mati, dan menumbuhkan pepohonan dan proses pertumbuhannya yang melalui beberapa fase. Itu semua mengandung peringatan dan pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Surat ini kemudian berbicara kembali mengenai al-Qur'n dan pengaruhnya terhadap orang-orang yang takut kepada Tuhan. Di dalam al-Qur'n itu, Allah memberikan berbagai tamsil agar mereka mau mengambil pelajaran dan peringatan, al-Qur'n yang tidak bengkok, supaya mereka bersiap- siap dan berhati-hati. Di bagian lain, terdapat perbandingan antara hamba yang musyrik dan hamba yang tulus beribadah kepada Allah. Mereka tidaklah sama! Juga terdapat peringatan bahwa kematian adalah suatu keniscayaan bagi semua makhluk hidup. Mereka akan saling menyalahkan di hadapan Allah. Selain itu, terdapat pula keterangan mengenai akhir perjalanan orang yang mendustakan Allah dan menustakan kebenaran yang dibawa Rasul-Nya, serta akhir perjalanan orang-orang yang benar dalam perkataannya dan membenarkan serta mempercayai ajaran-ajaran yang disampaikan mereka. Surat ini mengisahkan pula bahwa orang-orang musyrik, apabia ditanya mengenai siapa pencipta langit dan bumi, akan mengatakan "Allah". Tetapi, kendati demikian, mereka tetap menyembah berhala yang sama sekali tidak dapat menolak musibah yang dikehendaki Allah dan tidak bisa pula menahan rahmat jika Allah berkehendak menurunkannya kepada mereka. Setelah itu, surat ini menegaskan bahwa kitab suci al-Qur'n ini diturunkan dengan benar. Oleh karena itu, barangsiapa yang mau mengambil petunjuk dari al-Qur'n, maka keuntungannya akan kembali kepada dirinya sendiri. Begitu pula sebaliknya, barangsiapa yang tersesat, maka dosanya pun akan ditanggung sendiri. Selain itu, surat ini menegaskan pula bahwa Rasulullah saw. diutus bukan sebagai penguasa. Setelah itu, surat ini kembali mengingatkan mereka, orang-orang musyrik, tentang kematian dan hari kebangkitan, dan bahwa apa yang mereka anggap sebagai sekutu-sekutu Allah tidak memiliki apa-apa, bahkan syafaat sekalipun. Syafaat hanya ada pada Allah Swt. Ketika pembicaraan mengenai ancaman yang diberikan kepada orang-orang yang durhaka dan orang-orang yang berlebih- lebihan berupa siksa yang sangat pedih--yang bisa jadi menimbulkan perasaan putus asa akan rahmat Allah pada diri manusia--Allah membuka pintu harapan lagi. Firman-Nya yang berbunyi: "Katakan, wahai Muhammad, kepada orang-orang yang berlebih-lebihan atas diri mereka, 'Jangan kalian berputus asa akan rahmat Allah. Sesungguhnya Allah akan mengampuni semua dosa. Dia sungguh Maha Pengampun dan Maha Pengasih'," yang disebut di bagian akhir surat ini, adalah isyarat untuk itu. Allah kemudian mengajak mereka untuk kembali kepada-Nya sebelum datangnya siksaan secara tiba-tiba pada saat mereka tidak merasakannya. Dalam hal ini, Allah berfirman, "Pada hari kiamat kamu akan melihat wajah orang-orang yang mendustakan Allah tampak hitam, dan orang-orang yang bertakwa kepada-Nya tidak akan menderita dan tidak akan bersedih hati." Surat ini kemudian diakhiri dengan pembicaraan mengenai hari akhir, mulai dari peniupan sangkakala yang membuat semua makhluk yang ada di langit dan di bumi jatuh tersungkur, kecuali mereka yang dikehendaki-Nya, sampai kepada pengambilan hak oleh masing-masing orang. Penghuni neraka akan digiring ke dalam neraka, dan penghuni surga akan diantar ke surga. Penghuni surga akan berkata, "Puji syukur bagi Allah yang telah menepati janji-Nya kepada kita." Perkara antara mereka telah diputuskan dengan benar. Mereka pun, kemudian, mengucapkan, "Al-hamd-u lillh-i rabb-i al-'lamn."]] Penurunan al-Qur'n adalah oleh Allah yang kehendak-Nya tidak dikendalikan oleh siapa pun, Yang Mahabijaksana pada setiap tindakan dan ketetapan hukum-Nya. ‍‌‍‍‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‌
'Innā 'Anzalnā 'Ilayka Al-Kitāba Bil-Ĥaqqi Fā`budi Allāha Mukhlişāan Lahu Ad-Dīna 039-002 Sesungguhnya Kami menurunkan al-Qur'n ini dengan memerintahmu untuk melakukan kebenaran. Oleh karena itu, beribadahlah kamu hanya kepada Allah dengan penuh ikhlas. ‌ ‌‌‍‍‌ ‌‍‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍‍
'Alā Lillāh Ad-Dīnu Al-Khālişu Wa ۚ Al-Ladhīna Attakhadhū Min Dūnihi~ 'Awliyā'a Mā Na`buduhum 'Illā Liyuqarribūnā 'Ilá Allāhi Zulfá 'Inna Allāha Yaĥkumu Baynahum Fī Mā Hum Fīhi Yakhtalifūna ۗ 'Inna Allāha Lā Yahdī Man Huwa Kādhibun Kaffārun 039-003 Ingatlah bahwa hanya Allah yang memiliki agama yang benar tanpa cacat. Orang-orang musyrik yang mengaku mempunyai penolong selain Allah berkata, "Kami menyembah mereka bukan karena mereka itu pencipta. Kami hanya menyembah mereka agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan syafaat yang akan mereka berikan kepada kami di hadapan Allah." Allah akan memutuskan hukum di antara orang-orang musyrik dan orang-orang Mukmin yang mengesakan Allah tentang perkara syirik dan tauhid yang dahulu mereka perselisihkan. Allah tidak akan menunjukkan kebenaran kepada orang yang kebiasaannya berbohong dan cenderung selalu berbuat bohong. ‍‍‍‍‍‍‍ ۚ‍‍‍‍‍‍‌‌ ‍‌ ‌‌ ‌‌‍‍‍‌‌ ‌ ‌‌ ‍‍‍‍‍‌ ‌‌ ‍ ‌‍‌ ‌ ‍ ‌ ‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍‍ ۗ ‍ ‌ ‍‌ ‌ ‌‌‌ ‌
Law 'Arāda Allāhu 'An Yattakhidha Waladāanşţafá Mimmā Yakhluqu Mā Yashā'u ۚ Subĥānahu ۖ Huwa Allāhu Al-Wāĥidu Al-Qahhāru 039-004 Seandainya Allah berkehendak mempunyai anak--seperti dikatakan orang-orang Nasrani tentang 'Is al-Mash dan orang-orang musyrik tentang malaikat--tentu Dia mengambil siapa saja di antara makhluk ciptaan-Nya sebagai anak yang Dia kehendaki, dan bukan yang kalian kehendaki. Allah Mahasuci untuk mempunyai anak. Dia adalah Allah yang tidak diserupai oleh apa pun dan Dia Maha Penakluk. ‌ ‌‌‍‌‌‌ ‍ ‌‌‍‍‍‌ ‌‌‌ ‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‌‌ ۚ‍‍‍‍ ۖ‌‌ ‍‍‍‌
Khalaqa As-Samāwāti Wa Al-'Arđa Bil-Ĥaqqi ۖ Yukawwiru Al-Layla `Alá An-Nahāri Wa Yukawwiru An-Nahāra `Alá Al-Layli ۖ Wa Sakhkhara Ash-Shamsa Wa Al-Qamara ۖ Kullun Yajrī Li'jalin Musamman ۗ 'Alā Huwa Al-`Azīzu Al-Ghaffāru 039-005 Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar dan dalam bentuk yang tetap. Dia menutupkan siang ke dalam malam dan menutupkan malam ke dalam siang secara berulang-ulang. Dia juga menundukkan matahari dan bulan kepada kehendak-Nya dan untuk maslahat hamba-Nya, masing-masing beredar pada porosnya sampai batas waktu yang telah ditentukan, yaitu hari kiamat. Hanya Dialah, bukan yang lain, yang Mahaunggul atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang keluar dari kehendak-Nya. Dia Maha Pengampun atas dosa hamba-hamba-Nya(1). (1) Ayat ini menunjukkan bahwa bumi berbentuk bulat dan selalu berotasi. Dari segi bahasa, kata "yukawwir" yang digunakan dalam ayat ini berarti 'menutupkan suatu benda ke atas benda lain secara berturut-turut'. Kalau saja bumi ini tidak bulat--datar, umpamanya--tentu siang dan malam di suatu tempat dapat dimungkinkan tampak pada satu waktu secara bersamaan. ‍‍ ‍‌‍‍‌‌‍ ۖ ‍‍‌ ‍‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌‍‍‌ ‍‍‍‍‍‍‌‍‌ ‌ ‍‍‍‍ۖ ‌‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍ۖ ‌ ‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍‌ ۗ ‌‌ ‌ ‍‍‍‍‌ ‍‍‍‌
Khalaqakum Min Nafsin Wāĥidatin Thumma Ja`ala Minhā Zawjahā Wa 'Anzala Lakum Mina Al-'An`ām Thamāniyata 'Azwājin ۚ Yakhluqukum Fī Buţūni 'Ummahātikum Khalqāan Min Ba`di KhalqinŽulumātin Thalāthin ۚ Dhalikumu Allāhu Rabbukum Lahu Al-Mulku ۖ Lā 'Ilāha 'Illā Huwa ۖ Fa'anná Tuşrafūna 039-006 Allah telah menciptakan kalian, wahai umat manusia, dari satu nafs yaitu Adam, bapak manusia. Dari satu nafs itu, Dia menciptakan pasangannya yaitu Haw'. Untuk kepentingan kalian, Dia menurunkan delapan macam hewan ternak, jantan dan betina, yaitu unta, sapi, domba dan kambing. Dia juga menciptakan kalian di dalam rahim ibu melalui tiga fase kegelapan: kegelapan perut, rahim dan plasenta. Yang memberikan hikmat itu kepada kalian adalah Allah, Pemelihara dan Penguasa segala urusan kalian. Hanya Dialah, bukan yang lain, yang memiliki kekuasaan segala urusan. Tak ada yang pantas disembah selain Dia. Lalu mengapa kalian tidak menyembah-Nya dan berpaling menyembah yang lain?(1). (1) Ovum berada pada salah satu indung telur wanita. Ketika mencapai puncak kematangannya, ovum akan keluar dari dalam indung telur untuk kemudian ditangkap oleh salah satu tabung valub. Di dalam saluran valub itu, ovum kemudian berjalan menuju rahim dan baru akan sampai ke rahim setelah beberapa hari. Pada masa berjalan menuju rahim itulah, ovum dapat dibuahi oleh sperma laki-laki. Mulailah, setelah itu, masa perkembangannya. Fase selanjutnya dialami janin di dalam rahim, di mana janin dilapisi oleh dua pembalut: charlon yang turun membantu membentuk plasenta, dan awnion yang langsung melapisi janin. Mengenai penafsiran "tiga fase kegelapan" dalam ayat ini, memang terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli. Di antaranya, bahwa yang dimaksud dengan tiga fase kegelapan itu, adalah: a. perut, rahim dan plasenta (atau selaput pembalut janin pada umumnya), b. perut, charlon dan awnion, c. perut, punggung dan rahim, d. indung telur, saluran valub dan rahim. Tampaknya, pendapat terakhirlah yang paling kuat karena merupakan tiga masa yang terpisah dan berbeda-beda tempatnya. Sedangkan pendapat yang lain pada kenyataannya hanya menunjukkan satu fase gelap pada satu tempat dengan beberapa tingkatan. Allah, Sang Pencipta, telah mengisyaratkan fakta ilmiah ini di dalam kitab suci-Nya pada saat orang belum menemukan ovum pada binatang mamalia, serta perjalanannya di dalam tubuh wanita yang jauh dari penglihatan mata. ‍‍‍ ‍‌ ‌ ‌‌‌‌ ‍ ‍‌‍‍‍‌ ‌‌‌ ‌‌‌ ‌‌‌‍‍‌ۚ‍‍‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍‌ ‌ۚ‍ ‌‍ ۖ ‌ ‌ ‌‌ ‌ ۖ ‍‌ ‍‍‍
'In Takfurū Fa'inna Allāha Ghanīyun `Ankum ۖ Wa Lā Yarđá Li`ibādihi Al-Kufra ۖ Wa 'In Tashkurū Yarđahu Lakum ۗ Wa Lā Taziru Wāziratun Wizra 'Ukhۗ Thumma 'Ilá Rabbikum Marji`ukum Fayunabbi'ukum Bimā Kuntum Ta`malūna ۚ 'Innahu `Alīmun Bidhāti Aş-Şudūri 039-007 Andai kata kalian, wahai manusia, mengingkari nikmat Allah, Dia tetap Mahakaya yang tidak akan pernah memerlukan keimanan dan kesyukuran kalian. Dia tidak merelakan hamba-hamba-Nya bersikap kufur, karena sikap itu hanya akan merugikan mereka sendiri. Dan apabila kalian bersyukur atas karunia yang diberikan-Nya kepada kalian, Dia tentu akan memberikan perkenan untuk itu. Jiwa yang berdosa tidak akan dibebani dosa jiwa yang lain. Kemudian kepada Tuhanlah kalian akan dikembalikan, lalu Dia memberitahukan apa yang dahulu kalian lakukan di dunia. Sesungguhnya, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam kalbu kalian. (1) (1) Ayat ini merupakan pernyataan dari al-Qur'n mengenai prinsip individualitas hukuman seperti yang terdapat pula pada ayat 23 surat Ysuf. Sebuah prinsip yang baru dikenal dalam ilmu hukum dan perundang-undangan belakangan ini. ‍ ‍‌‍‍ۖ ‌‌ ‍‍‌ ‌ ۖ ‌‌‌‌ ‍ ۗ ‌‌ ‍‍‌ ‌‌‌‌‍‌ ‌‌‌‍‌ ‌‍‌‌ ۗ ‌‌ ‌‍ ‌ ‍‌‍‍‍ ‍‍‍ ۚ‍‍‍‍‌‍‍‌ ‍‍‍‌
Wa 'Idhā Massa Al-'Insāna Đurrun Da`ā Rabbahu Munībāan 'Ilayhi Thumma 'Idhā Khawwalahu Ni`matan Minhu Nasiya Mā Kāna Yad`ū 'Ilayhi Min Qablu Wa Ja`ala Lillāh 'Andādāan Liyuđilla `An Sabīlihi ۚ Qul Tamatta` Bikufrika Qalīlāan ۖ 'Innaka Min 'Aşĥābi An-Nāri 039-008 Apabila manusia tertimpa musibah, ia akan berdoa dan kembali kepada Tuhannya setelah sebelumnya menentang-Nya. Kemudian, apabila diberi kenikmatan yang banyak, ia melupakan musibah yang dulu ia mohon agar Tuhan menghilangkannya sebelum mendapatkan kenikmatan. Ia bahkan menyembah tuhan- tuhan lain yang dianggapnya sama dengan Allah. Ia melakukan hal itu untuk menyesatkan diri sendiri dan orang lain dari jalan Allah. Katakan, wahai Muhammad, kepada orang yang memiliki sifat seperti ini, dengan nada mengancam, "Bersenang-senanglah dengan sikap tidak mensyukuri nikmat Allah dalam waktu yang tidak lama. Kamu, sungguh, termasuk penghuni neraka." ‌‌‌‌ ‍‍‍‍ ‍‌‌ ‌‌ ‌‍‌ ‌‍‍‍‍ ‍ ‌‌‌‌ ‍‍ ‌ ‍‌‍‍‍ ‌ ‍‍‍‌ ‌‍‍‍‍ ‍‌ ‍‍‍ ‌ ‌‌‍‌‌‌‌ ‍‍‍‍ ‍‌ ۚ ‍ ‍ ‍‌ۖ‍ ‍‌ ‌‍‍‍‍‍ ‍‍
'Amman Huwa Qānitun 'Ānā'a Al-Layli Sājidāan Wa Qā'imāan Yaĥdharu Al-'Ākhirata Wa Yarjū Raĥmata Rabbihi ۗ Qul Hal Yastawī Al-Ladhīna Ya`lamūna Wa Al-Ladhīna Lā Ya`lamūna ۗ 'Innamā Yatadhakkaru 'Ūlū Al-'Albābi 039-009 Apakah orang yang menghabiskan waktunya di tengah malam untuk bersujud dan salat dengan penuh khusyuk kepada Allah, takut akhirat dan mengharap rahmat dan kasih sayang-Nya, itu sama dengan orang yang berdoa kepada-Nya saat tertimpa musibah lalu melupakan-Nya saat mendapat kemenangan? Katakan kepada mereka, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui hak-hak Allah lalu mengesakan-Nya dengan orang-orang yang tidak mengetahui-Nya, karena menganggap remeh perintah untuk mengamati tanda- tanda kekuasaan-Nya? Hanya orang yang berakal sehat saja yang dapat mengambil pelajaran." ‍‌‍‌‌ ‌‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍‍ ‌‌ ‌‍‌ ‌‌ ‍‍ ‌‌ ‌‍ ‌‍ ۗ ‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍ ۗ‍‌ ‌ ‌‍‍
Qul Yā `Ibādi Al-Ladhīna 'Āmanū Attaqū Rabbakum ۚ Lilladhīna 'Aĥsanū Fī Hadhihi Ad-Dunyā Ĥasanatun ۗ Wa 'Arđu Allāhi Wāsi`atun ۗ 'Innamā Yuwaffá Aş-Şābirūna 'Ajrahum Bighayri Ĥisābin 039-010 Katakan pula, dengan menyampaikan pesan Tuhanmu, "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku, waspadalah terhadap murka Tuhan. Sebab, sesungguhnya, orang yang berbuat kebaikan akan mendapat hasil yang baik pula: di dunia berupa pertolongan Allah, dan di akhirat berupa surga. Jangan kalian tinggal pada suatu tempat dalam keadaan terhina, karena bumi Allah amat luas. Tabahlah dalam berpisah jauh dari tanah air dan sanak keluarga. Allah akan membalas pahala orang-orang yang tabah dengan balasan yang berlipat ganda, dan tidak termasuk dalam perhitungan. ‍ ‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍ ‌‍‍‌ ‌‍ ‍‍‍ۚ‍‌‍‌ ‌ ‌‌‌‍ ۗ ‍ ‌‌‌‌ ‌‍‌ ۗ‍‍‍‍‌‍‍‍‍‍‍‍‍‌
Qul 'Innī 'Umirtu 'An 'A`buda Allāha Mukhlişāan Lahu Ad-Dīna 039-011 Katakan, "Aku diperintahkan untuk menyembah Allah dengan penuh ikhlas dan tulus murni, tanpa ada kesyirikan dan riy' atau pamrih. ‍ ‌ ‌‍ ‌‌ ‌‌ ‍ ‍‍‍‍‍‍‍
Wa 'Umirtu Li'n 'Akūna 'Awwala Al-Muslimīna 039-012 Aku diperintahkan dengan penuh penekanan supaya aku termasuk orang-orang pertama yang tunduk dan patuh kepada-Nya." ‌‍ ‌‍‍‍ ‌‌
Qul 'Innī 'Akhāfu 'In `Aşaytu Rabbī `Adhāba Yawmin `Ažīmin 039-013 Katakan pula, "Sesungguhnya aku takut kepada siksa pada hari yang sangat mengerikan, jika aku mendurhakai Tuhanku." ‍ ‌ ‌‍ ‌‌‍‍‍‍‍ ‌‍ ‍‍‌‍‍
Quli Allāha 'A`budu Mukhlişāan Lahu Dīni 039-014 Katakan kepada mereka, "Hanya kepada Allah saja aku beribadah, tanpa diiringi kesyirikan dan riy'. Apabila kalian telah mengetahui jalanku tetapi tidak mau mematuhiku, sembahlah tuhan lain sesuka kalian." Katakan pula, "Orang-orang yang merugi segalanya adalah orang-orang yang menyia-nyiakan diri sendiri dan keluarganya dengan menempuh jalan kesesatan. Camkanlah bahwa penyia-nyiaan diri seperti itu adalah kerugian yang sempurna dan nyata." ‍ ‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍‌ ‍
Fā`budū Mā Shi'tum Min Dūnihi ۗ Qul 'Inna Al-Khāsirīna Al-Ladhīna Khasirū 'Anfusahum Wa 'Ahlīhim Yawma Al-Qiyāmati ۗ 'Alā Dhālika Huwa Al-Khusrānu Al-Mubīnu 039-015 Katakan kepada mereka, "Hanya kepada Allah saja aku beribadah, tanpa diiringi kesyirikan dan riy'. Apabila kalian telah mengetahui jalanku tetapi tidak mau mematuhiku, sembahlah tuhan lain sesuka kalian." Katakan pula, "Orang-orang yang merugi segalanya adalah orang-orang yang menyia-nyiakan diri sendiri dan keluarganya dengan menempuh jalan kesesatan. Camkanlah bahwa penyia-nyiaan diri seperti itu adalah kerugian yang sempurna dan nyata." ‌ ‌ ‍‌ ‌‌‍ ۗ ‍ ‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌‌‍ ‌‌ ‍ ‍‍ۗ ‌‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍‍‌
Lahum Min Fawqihim Žulalun Mina An-Nāri Wa Min Taĥtihim Žulalun ۚ Dhālika Yukhawwifu Allāhu Bihi `Ibādahu ۚ Yā `Ibādi Fa Attaqūni 039-016 Untuk orang-orang yang merugi itu disediakan api neraka berlapis-lapis, dari arah atas dan bawah mereka. Dengan gambaran siksa seperti itu, Allah mengancam hamba-hamba-Nya, "Wahai hamba-hamba- Ku, takutilah murka-Ku." ‍‌‍‍‍‍‍‍‌ ‌‍‌ ‍‌ۚ ‌ ‍‍‍‍ ‍ ۚ‍‍‌‌ ‍‍‍
Wa Al-Ladhīna Ajtanabū Aţ-Ţāghūta 'An Ya`budūhā Wa 'Anābū 'Ilá Allāhi Lahumu Al-Bushۚ Fabashshir `Ibādi 039-017 Dan orang-orang yang menjauhi patung-patung dan setan-setan, lalu kembali kepada Allah dalam segala urusan mereka, akan memperoleh kabar gembira di segala tempat. Maka, berilah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang mendengarkan omongan lalu mengikuti omongan yang terbaik dan lebih membawa ke arah kebenaran. Merekalah, bukan yang lain, yang akan ditunjuki Allah untuk mendapat hidayah. Dan merekalah orang-orang yang memiliki pikiran yang cemerlang. ‍‍‍‍‍ ‌‌ ‌‌ ‌‌‍‌ ‌‌ ‌‌ ۚ‌ ‌
Al-Ladhīna Yastami`ūna Al-Qawla Fayattabi`ūna 'Aĥsanahu~ ۚ 'Ūlā'ika Al-Ladhīna Hadāhumu Allāhu ۖ Wa 'Ūlā'ika Hum 'Ūlū Al-'Albābi 039-018 Dan orang-orang yang menjauhi patung-patung dan setan-setan, lalu kembali kepada Allah dalam segala urusan mereka, akan memperoleh kabar gembira di segala tempat. Maka, berilah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang mendengarkan omongan lalu mengikuti omongan yang terbaik dan lebih membawa ke arah kebenaran. Merekalah, bukan yang lain, yang akan ditunjuki Allah untuk mendapat hidayah. Dan merekalah orang-orang yang memiliki pikiran yang cemerlang. ‍‍‍‍ ‍‍‍ ‍‍‍‍~ ۚ‍‍‌‍‍‍ ‍‍‍‍ ‌ ۖ ‌‌‍‍‌‍‍‍‍‍
'Afaman Ĥaqqa `Alayhi Kalimatu Al-`Adhābi 'Afa'anta Tunqidhu Man An-Nāri 039-019 Apakah kamu memiliki hak mengatur pada kerajaan-Ku, lalu kamu dapat menghindarkan orang yang sudah ditetapkan mendapat siksa dari siksanya? Apakah kamu memiliki kekuatan seperti ini, lalu dapat menyelamatkan orang lain dari kekejaman neraka setelah ditetapkan bahwa ia akan memasukinya? ‍‌‍‍‍‍‌ ‌‌‍ ‍‌‍‍‍‍‍‌ ‍‌ ‍‍
Lakini Al-Ladhīna Attaqaw Rabbahum Lahum Ghurafun Min Fawqihā Ghurafun Mabnīyatun Tajrī Min Taĥtihā Al-'Anhāru ۖ Wa`da Allāhi ۖ Lā Yukhlifu Allāhu Al-Mī`ād 039-020 Akan tetapi, orang-orang yang takut kepada Tuhannya akan memperoleh surga yang tinggi beserta istana-istananya yang saling bertumpuk dan dialiri bermacam-macam sungai, yang merupakan janji Allah. Dan Allah tidak akan pernah mengingkari janji. ‍‍‍‍‍‍‌‌ ‌‍ ‌ ‍‌‍‌ ‌ ‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍ ‍‌‍‍‍‍‌‌ ۖ ‌‌ ۖ ‌ ‍‍‍
'Alam Tará 'Anna Allāha 'Anzala Mina As-Samā'i Mā'an Fasalakahu Yanābī`a Fī Al-'Arđi Thumma Yukhriju Bihi Zar`āan Mukhtalifāan 'Alwānuhu Thumma Yahīju Fatarāhu Muşfaran Thumma Yaj`aluhu Ĥuţāmāan ۚ 'Inna Fī Dhālika Ladhikrá Li'wlī Al-'Albābi 039-021 Tidak tahukah kamu, wahai orang yang menerima seruan agama, bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu mengalirkannya dalam bentuk mata air di dalam perut bumi. Dia kemudian menumbuhkan tanaman pertanian yang bentuknya sangat beragam lalu menjadi kering dan kuning setelah sebelumnya hijau. Setelah itu, Dia menjadikannya terpecah berpeking-keping. Sungguh, dalam proses perpindahan dari satu kondisi ke kondisi yang lain itu, terdapat peringatan bagi orang-orang yang memiliki akal yang cemerlang. ‌ ‌ ‍ ‌‌‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍‌‌‌ ‍‍‍‍‌‍‍‍ ‌‌‌ ‍‍‍‍‌ ‌‌‍‍‍‍‍ ‍‍‌‍‍‍‌‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‌ۚ ‌ ‍‌‌ ‍‍
'Afaman Sharaĥa Allāhu Şadrahu Lil'islāmi Fahuwa `Alá Nūrin Min Rabbihi ۚ Fawaylun Lilqāsiyati Qulūbuhum Min Dhikri Allāhi ۚ 'Ūlā'ika Fī Đalālin Mubīnin 039-022 Apakah semua manusia itu sama: orang yang dadanya dilapangkan untuk menerima ajaran Islam, hingga berada dalam cahaya Tuhannya sama dengan orang yang menolak untuk mengamati tanda-tanda kekuasaan-Nya? Oleh karena itu, siksa yang amat pedih akan diraskan oleh orang-orang yang hatinya keras dan tak mau mengingat Allah. Mereka benar-benar menyeleweng dari kebenaran. ‍‌ ‌‍ ‌ ‌ ‍‍‍‌ ‍‌ ‌‍ ۚ ‌ ‍‍‍‍ ‍‌ ‌‍‍‍‌ ۚ‍‍‌‍‍‍
Al-Lahu Nazzala 'Aĥsana Al-Ĥadīthi Kitābāan Mutashābihāan Mathāniya Taqsha`irru Minhu Julūdu Al-Ladhīna Yakhshawna Rabbahum Thumma Talīnu Julūduhum Wa Qulūbuhum 'Ilá Dhikri Allāhi ۚ Dhālika Hudá Allāhi Yahdī Bihi Man Yashā'u ۚ Wa Man Yuđlili Allāhu Famā Lahu Min Hādin 039-023 Allah menurunkan firman yang paling baik berupa kitab suci yang makna dan diksinya sama-sama mencapai puncak kemukjizatan dan kesempurnaan. Di dalamnya banyak dikemukakan nasihat dan ketentuan hukum. Bacaannya sering diulang. Ketika membaca atau mendengar ancaman yang terkandung di dalamnya, orang-orang yang takut kepada Allah kulitnya akan merinding. Setelah itu, kulit dan hatinya akan melunak untuk mengingat Allah. Kitab suci yang mempunyai sifat-sifat seperti itu merupakan cahaya Allah yang dengannya Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya lalu membimbingnya untuk beriman kepada-Nya. Barangsiapa disesatkan oleh Allah--karena Dia Mahatahu bahwa ia akan menyimpang dari kebenaran--maka tidak seorang pun mampu menyelamatkannya dari kesesatan. ‍‍‍‌ ‍‍‍‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍ ‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍ ‌ ‌‍‍ ‌‌ ‌‍‍‍‌ ۚ ‌ ‌‌ ‍ ‍ ‍‌‍‍‌‌ ۚ ‌‍‌‍‍‍ ‌ ‍ ‍‌
'Afaman Yattaqī Biwajhihi Sū'a Al-`Adhābi Yawma Al-Qiyāmati ۚ Wa Qīla Lilžžālimīna Dhūqū Mā Kuntum Taksibūna 039-024 Apakah semua manusia itu sama: orang yang takut menghadapi azab pedih yang ditemuinya pada hari kiamat setelah melampaui batas di dunia sama dengan orang yang datang pada hari kiamat dengan penuh aman dan selamat? Dikatakan kepada orang-orang zalim itu, "Rasakan akibat dari perbuatan kalian!" ‍‌‍‍‍‍‍‍‌‌ ‍‍‌ ‍‍ۚ ‌‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌‌‌ ‌ ‍‌‍‍
Kadhdhaba Al-Ladhīna Min Qablihim Fa'atāhumu Al-`Adhābu Min Ĥaythu Lā Yash`urūna 039-025 Mereka yang datang sebelum orang-orang musyrik ini telah berdusta pula, maka mereka pun ditimpa azab yang tidak mereka sangka-sangka. ‍‍‍‍ ‍‌ ‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍ ‌ ‌
Fa'adhāqahumu Allāhu Al-Khizya Fī Al-Ĥayāati Ad-Dunۖ Wa La`adhābu Al-'Ākhirati 'Akbaru ۚ Law Kānū Ya`lamūna 039-026 Mereka merasakan siksa yang ringan di dunia. Aku bersumpah, "Siksa di akhirat sungguh lebih besar dari siksa di dunia, kalau mereka mengetahui dan berpikir." ‌‌‍‍‍‍ ‍‌‍‌ ۖ‍‍‌ ‍‍ ‌‌ ۚ
Wa Laqad Đarabnā Lilnnāsi Fī Hādhā Al-Qur'āni Min Kulli Mathalin La`allahum Yatadhakkarūna 039-027 Sesungguhnya Kami telah menerangkan kepada umat manusia, di dalam al-Qur'n ini, berbagai tamsil ibarat yang mengingatkan mereka kepada kebenaran dengan harapan agar mereka selalu ingat dan mengambil pelajaran. ‍‌ ‍‍‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍‌ ‍‌ ‌ ‌
Qur'ānāan `Arabīyāan Ghayra Dhī `Iwajin La`allahum Yattaqūna 039-028 Kami menurunkan al-Qur'n berbahasa Arab--bahasa mereka sendiri--yang tidak mengandung kelemahan, dengan harapan agar mereka bertakwa dan takut kepada Tuhannya. ‍‌‌ ‍‍‍‌ ‌ ‌ ‍‍‍
Đaraba Allāhu Mathalāan Rajulāan Fīhi Shurakā'u Mutashākisūna Wa Rajulāan Salamāan Lirajulin Hal Yastawiyāni Mathalāan ۚ Al-Ĥamdu Lillāh ۚ Bal 'Aktharuhum Lā Ya`lamūna 039-029 Allah mengumpamakan orang musyrik sebagai budak yang dimiliki oleh sejumlah orang yang saling memperebutkannya, dan orang Muslim yang mengesakan-Nya sebagai budak yang hanya dimiliki oleh satu orang. Apakah kedua orang itu sama? Tentu tidak sama. Alhamdu lillh (segala puji bagi Allah) yang menunjukkan bukti kebenaran kepada umat manusia. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui kebenaran. ‌ ‌‍‌ ‍‍‍‍‍ ‍‍‍‌‌ ‍‍‍ ‌‌‍‌ ‍‍‍ۚ ۚ ‌ ‌
'Innaka Mayyitun Wa 'Innahum Mayyitūna 039-030 Wahai Muhammad, sesungguhnya kamu dan mereka semua akan mati. Kemudian, setelah mati dan setelah dibangkitkan kembali, kalian akan saling bermusuhan di hadapan Allah. ‌ ‌‌
Thumma 'Innakum Yawma Al-Qiyāmati `Inda Rabbikum Takhtaşimūna 039-031 Wahai Muhammad, sesungguhnya kamu dan mereka semua akan mati. Kemudian, setelah mati dan setelah dibangkitkan kembali, kalian akan saling bermusuhan di hadapan Allah. ‍ ‍ ‍‍‍ ‍‌‍‍‍‌ ‌‍‍‍‍‍‍‍
Faman 'Ažlamu Mimman Kadhaba `Alá Allāhi Wa Kadhdhaba Biş-Şidqi 'Idh Jā'ahu~ ۚ 'Alaysa Fī Jahannama Mathwan Lilkāfirīna 039-032 Tak ada yang lebih zalim daripada orang yang menyandangkan sesuatu yang tidak pantas kepada Allah dan orang yang mengingkari kebenaran saat datang kepadanya melalui para rasul, tanpa memikirkan dan merenungkannya. Bukankah dalam neraka jahanam terdapat tempat yang abadi bagi orang-orang kafir yang tertipu sehingga berani menentang Allah? ‍‌ ‌‍‍ ‍‍‍‍‌‍ ‌ ‍‍‍ ‌‌‌ ‍‍‍~ ۚ ‌‍‍‍‍ ‍‍‍‍ ‌‌ ‍
Wa Al-Ladhī Jā'a Biş-Şidqi Wa Şaddaqa Bihi~ ۙ 'Ūlā'ika Humu Al-Muttaqūna 039-033 Orang yang membawa kebenaran dan mempercayainya saat kebenaran itu datang, merekalah orang-orang yang bertakwa, dan bukan orang lain. ‌ ‍‍‍‌‌ ‍‍‍ ‌‍‍‍ ۙ‍‍‌‍‍‍ ‍‍
Lahum Mā Yashā'ūna `Inda Rabbihim ۚ Dhālika Jazā'u Al-Muĥsinīna 039-034 Orang-orang yang bertakwa itu akan memperoleh apa saja yang mereka sukai di sisi Tuhannya. Karunia itu merupakan balasan bagi setiap orang yang berbuat baik, benar akidah dan amal perbuatannya. ‌ ‍‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍‌ ‌‍ ۚ‍‍‌‌‌
Liyukaffira Allāhu `Anhum 'Aswa'a Al-Ladhī `Amilū Wa Yajziyahum 'Ajrahum Bi'aĥsani Al-Ladhī Kānū Ya`malūna 039-035 Allah memuliakan orang-orang yang bertakwa dengan kemuliaan yang layak, yaitu dengan mengampuni perbuatan terburuk mereka dan membalas kebaikan mereka di dunia dengan balasan yang lebih baik. ‍‍‌ ‍ ‍‌‍‍‍ ‌‌‌ ‌ ‌‍‍‍‍ ‌‍‍
'Alaysa Allāhu Bikāfin `Abdahu ۖ Wa Yukhawwifūnaka Bial-Ladhīna Min Dūnihi ۚ Wa Man Yuđlili Allāhu Famā Lahu Min Hādin 039-036 Hanya Allahlah yang mencukupi segala kebutuhan hamba-Nya. Orang-orang kafir Quraisy menakut- nakutimu, Muhammad, dengan tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah. Dan itu semua adalah akibat kesesatan mereka. Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah--karena Dia Mahatahu bahwa orang itu lebih memilih kesesatan daripada hidayah--maka ia tidak akan mendapatkan pembimbing yang menunjukkan jalan yang benar. ‍‍‍ ‍‍‍‍‍ ۖ ‌‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍ ‍‌ ‌‌‍ ۚ ‌‍‌‍‍‍ ‌ ‍ ‍‌
Wa Man Yahdi Allāhu Famā Lahu Min Muđillin ۗ 'Alaysa Allāhu Bi`azīzin Dhī Antiqāmin 039-037 Barangsiapa diberi petunjuk kepada kebenaran dan diridai oleh Allah--karena Dia Mahatahu bahwa ia lebih memilih petunjuk daripada kesesatan--maka tidak akan ada yang dapat menyesatkannya dari jalan yang benar. Bukankah Allah Mahaperkasa, dan memiliki pembalasan yang amat kejam? Dia akan melindungi para wali-Nya dari musuh-musuh-Nya. ‍‌‍ ‌ ‍ ‍‌‍‍ۗ ‌‍‍‍‍‍‍‍‌‌ ‌ ‍‍‍‍
Wa La'in Sa'altahum Man Khalaqa As-Samāwāti Wa Al-'Arđa Layaqūlunna Allāhu ۚ Qul 'Afara'aytum Mā Tad`ūna Min Dūni Allāhi 'In 'Adaniya Allāhu Biđurrin Hal Hunna Kāshifātu Đurrihi~ 'Aw 'Adanī Biraĥmatin Hal Hunna Mumsikātu Raĥmatihi ۚ Qul Ĥasbiya Allāhu ۖ `Alayhi Yatawakkalu Al-Mutawakkilūna 039-038 Aku bersumpah, "Apabila kamu tanyakan kepada orang-orang musyrikin itu, wahai Muhammad, 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' mereka tentu akan menjawab, 'Allah yang menciptakan itu semua'." Katakan kepada mereka, "Apakah kalian berpikir lalu melihat bahwa tuhan-tuhan, selain Allah, tempat kalian berdoa itu dapat mengusir bahaya yang ada pada diriku, jika Allah menghendaki demikian? Atau, apakah mereka dapat menghalangi pemberian rahmat kepada dariku jika Allah menghendaki demikian?" Katakanlah kepada mereka, "Dialah yang mencukupi semua kebutuhanku. Hanya kepada- Nyalah, bukan kepada yang lain, hendaknya orang-orang yang bertawakal itu bersandar dan berserah diri." ‍‌ ‍‌ ‍‍ ‍‌‍‍‌‌‍‍‍‍‍ ۚ ‍ ‌‍‌ ‌ ‍‍‍ ‍‌‍‍‌ ‍ ‌‌ ‌‌‍‌‌ ‍ ‍‍‍‍‌ ‍‍‍ ‍ ‌‌‌ ‌‌‍‌‌ ‍‍‍ ‌‍ ۚ ۖ‍‍
Qul Yā Qawmi A`malū `Alá Makānatikum 'Innī `Āmilun ۖ Fasawfa Ta`lamūna 039-039 Katakan kepada mereka, sebagai ancaman, "Wahai kaumku, tetaplah pada sikap ingkar dan mendustakan kalian itu. Aku pun akan tetap melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhanku. Kalian, kelak, akan mengetahui siapa di antara kita yang akan mendapatkan azab yang sangat menghinakan dan abadi yang tak ada akhirnya." ‌ ‌ ‌‍ ‌‌ ‍ ۖ
Man Ya'tīhi `Adhābun Yukhzīhi Wa Yaĥillu `Alayhi `Adhābun Muqīmun 039-040 Katakan kepada mereka, sebagai ancaman, "Wahai kaumku, tetaplah pada sikap ingkar dan mendustakan kalian itu. Aku pun akan tetap melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhanku. Kalian, kelak, akan mengetahui siapa di antara kita yang akan mendapatkan azab yang sangat menghinakan dan abadi yang tak ada akhirnya." ‍‌‍‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍
'Innā 'Anzalnā `Alayka Al-Kitāba Lilnnāsi Bil-Ĥaqqi ۖ Famani Ahtadá Falinafsihi ۖ Wa Man Đalla Fa'innamā Yađillu `Alayhā ۖ Wa Mā 'Anta `Alayhim Biwakīlin 039-041 Kami menurunkan al-Qur'n kepadamu, Muhammad, untuk kepentingan seluruh umat manusia dengan mengandung kebenaran yang pasti. Maka, siapa saja yang meminta petunjuk dari al-Qur'n, manfaatnya akan kembali kepada dirinya sendiri. Dan, sebaliknya, siapa saja yang tersesat dari mengikuti jalan al-Qur'n, kerugian akibat kesesatan itu pun hanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Dan kamu, Muhammad, tidak bertugas untuk memberi hidayah kepada mereka. Tugasmu hanyalah menyampaikan. Dan kamu telah menyampaikan. ‌ ‌‌‍‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ۖ ‌‌ ‍ ۖ ‌‍‌ ‍‌ ‍‍‍‍ ‌ ۖ ‌‍‌ ‌‌
Al-Lahu Yatawaffá Al-'Anfusa Ĥīna Mawtihā Wa A-Atī Lam Tamut Fī Manāmihā ۖ Fayumsiku Allatī Qađá `Alayhā Al-Mawta Wa Yursilu Al-'Ukhrá 'Ilá 'Ajalin Musamman ۚ 'Inna Fī Dhālika La'āyātin Liqawmin Yatafakkarūna 039-042 Allah menggenggam nyawa (roh) yang telah mati pada saat matinya, dan nyawa yang belum mati pada waktu tidur. Dia akan menahan nyawa yang ajalnya telah tiba--tidak akan mengembalikannya lagi ke jasadnya--dan akan melepas kembali, saat bangun tidur, nyawa yang belum tiba ajalnya sampai batas waktu yang telah ditentukan. Pada peristiwa itu, sungguh, terdapat bukti yang nyata bagi orang-orang yang mau berpikir dan bermenung. ‍ ‍‍‍‍‍ ‌ ‌ۖ ‍‍‍‌ ‌ ‌ ‌‍‌ ‌‌ ‍‍‍‍‌ۚ ‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍‌ ‌
'Ami Attakhadhū Min Dūni Allāhi Shufa`ā'a ۚ Qul 'Awalaw Kānū Lā Yamlikūna Shay'āan Wa Lā Ya`qilūna 039-043 Akan tetapi, orang-orang musyrik itu malah menjadikan selain Allah sebagai pemberi syafaat dan perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Katakan kepada mereka, "Apakah kalian tetap melakukan hal itu meskipun mereka tidak memiliki sesuatu dan tidak dapat berpikir?" ‍‍‍‌‌ ‍‌‍‍‌ ‍ ‍‍‍‌‌ ۚ ‍ ‌‌‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍‍‌ ‌‌ ‍‍‍
Qul Lillāh Ash-Shafā`atu Jamī`āan ۖ Lahu Mulku As-Samāwāti Wa Al-'Arđi ۖ Thumma 'Ilayhi Turja`ūna 039-044 Katakan pula kepada mereka, wahai Muhammad, "Hak memberi segala macam syafaat hanya milik Allah. Tak seorang pun dapat memperolehnya kecuali atas perkenan-Nya. Hanya bagi-Nyalah hak pemilikan langit dan bumi. Kemudian hanya kepada-Nya pulalah kalian akan dikembalikan, lalu Dia akan menghisab seluruh amal perbuatan kalian." ۖ ‍‌‍‍‌‌‍ ۖ ‌‍‍‍
Wa 'Idhā Dhukira Allāhu Waĥdahu Ashma'azzat Qulūbu Al-Ladhīna Lā Yu'uminūna Bil-'Ākhirati ۖ Wa 'Idhā Dhukira Al-Ladhīna Min Dūnihi~ 'Idhā Hum Yastabshirūna 039-045 Jika hanya Allah yang disebut, tanpa tuhan-tuhan mereka, orang-orang yang tidak percaya kepada kehidupan akhirat itu hatinya menjadi sempit dan sesak. Tetapi jika tuhan-tuhan yang mereka sembah itu disebut, tanpa Allah, mereka serta merta menjadi gembira dan ceria. ‌‌‌‌ ‌‍‍‍‌ ‍ ‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍‍ ۖ ‌‌‌‌‌ ‌‍‍‍‌ ‍‍‍‍ ‍‌ ‌‌ ‌‌‌‌ ‍‍‍‍‌
Quli Allāhumma Fāţira As-Samāwāti Wa Al-'Arđi `Ālima Al-Ghaybi Wa Ash-Shahādati 'Anta Taĥkumu Bayna `Ibādika Fī Mā Kānū Fīhi Yakhtalifūna 039-046 Katakanlah, wahai Muhammad, dengan menghadapkan diri kepada Allah, "Ya Allah, Pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya; Sang Mahatahu segala hal yang tampak dan yang tak tampak. Hanya Engkaulah yang dapat menentukan hukum di antara hamba-hamba-Mu mengenai persoalan-persoalan dunia dan akhirat yang dulu mereka perselisihkan. Maka tentukanlah hukum di antara aku dan orang-orang musyrik." ‍‍ ‍‍‌ ‍‌‍‍‌‌‍ ‍‍‍‍‍ ‌‍‌ ‌‌‍ ‍‍‍‍ ‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍‍ ‍‍‍
Wa Law 'Anna Lilladhīna Žalamū Mā Fī Al-'Arđi Jamī`āan Wa Mithlahu Ma`ahu Lāftadaw Bihi Min Sū'i Al-`Adhābi Yawma Al-Qiyāmati ۚ Wa Badā Lahum Mina Allāhi Mā Lam Yakūnū Yaĥtasibūna 039-047 Seandainya orang-orang yang menzalimi diri sendiri, dengan cara berbuat syirik, itu memiliki seluruh isi bumi--dan sebanyak itu pula telah ada pada mereka--mereka pasti akan mengorbankan semuanya untuk menebus kepedihan azab hari kiamat yang telah disiapkan untuk mereka. Tampaklah bagi mereka, saat itu, azab yang belum pernah terlintas di benak mereka. ‌ ‌ ‍‍‍‌ ‌ ‌‍ ‌ ‌‍ ‌‌‌ ‍ ‍‌‍‍‌‌ ‍‍‌ ‍‍ۚ ‌‌‌ ‍ ‌
Wa Badā Lahum Sayyi'ātu Mā Kasabū Wa Ĥāqa Bihim Mā Kānū Bihi Yastahzi'ūn 039-048 Tampaklah di hadapan mereka, pada hari itu, keburukan amal perbuatan mereka. Mereka dikelilingi azab yang dulu mereka cemoohkan ketika masih hidup di dunia. ‌‌ ‍‍‍‌ ‌‍‍‍‌ ‍‍‍
Fa'idhā Massa Al-'Insāna Đurrun Da`ānā Thumma 'Idhā Khawwalnāhu Ni`matan Minnā Qāla 'Innamā 'Ūtītuhu `Alá `Ilmin ۚ Bal Hiya Fitnatun Wa Lakinna 'Aktharahum Lā Ya`lamūna 039-049 Jika seseorang ditimpa bencana atau bahaya, ia segera mengadu kepada Kami dengan penuh tunduk. Kemudian, ketika Kami memberikan karunia kepadanya, sebagai bentuk kasih sayang Kami, ia pun berkata, "Karunia yang ada padaku ini dapat aku peroleh karena aku tahu cara-cara mendapatkannya." Orang itu tidak tahu bahwa kenyataannya tidaklah seperti apa yang dikatakan. Karunia yang diberikan Allah kepadanya itu merupakan ujian baginya, agar Allah membedakan antara yang taat dan yang ingkar. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa itu adalah ujian dan cobaan. ‌‌‌ ‍‍‍‍ ‍‌‌ ‌‌ ‍ ‌‌‌‌ ‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍‌ ‍‍‌ ‌‍‍‌‍ ۚ ‌ ‌‍ ‌‍
Qad Qālahā Al-Ladhīna Min Qablihim Famā 'Aghná `Anhum Mā Kānū Yaksibūna 039-050 Ucapan seperti itu pernah pula dikatakan oleh orang-orang sebelum mereka. Harta yang mereka, orang-orang terdahulu, kumpulkan dan kenikmatan yang mereka miliki tidak mampu melindungi mereka dari azab Allah. ‍‌ ‍‍‍‍ ‍‌ ‍‍‍ ‍‌ ‌‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍ ‌
Fa'aşābahum Sayyi'ātu Mā Kasabū Wa ۚ Al-Ladhīna Žalamū Min Hā'uulā' Sayuşībuhum Sayyi'ātu Mā Kasabū Wa Mā Hum Bimu`jizīna 039-051 Orang-orang kafir terdahulu mendapat balasan buruk dari perbuatan mereka. Dan orang-orang zalim dari mereka yang termasuk dalam pembicaraan ayat di atas akan mendapat balasan buruk dari perbuatan mereka. Sesungguhnya mereka tidak akan terlewatkan dari balasan. ‍ ‍‍‍ۚ‍‍‍‌ ‍‌‍‍‌‌‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍‌ ‌‌
'Awalam Ya`lamū 'Anna Allāha Yabsuţu Ar-Rizqa Liman Yashā'u Wa Yaqdiru ۚ 'Inna Fī Dhālika La'āyātin Liqawmin Yu'uminūna 039-052 Apakah mereka mengucapkan perkataan itu tanpa tahu bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, dan bahwa Dia membatasi rezeki siapa saja yang dikehendaki-Ny sesuai dengan kebijakan-Nya? Sungguh, hal itu benar-benar mengandung pelajaran bagi orang-orang Mukmin. ‌ ‍‌ ‌ ‍ ‍‍‍‍‍ ‍‌‍ ‍‌‍‍‌‌ ‌‍‍‍‍‍‌ ۚ ‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍
Qul Yā `Ibādī Al-Ladhīna 'Asrafū `Alá 'Anfusihim Lā Taqnaţū Min Raĥmati Allāhi ۚ 'Inna Allāha Yaghfiru Adh-Dhunūba Jamī`āan ۚ 'Innahu Huwa Al-Ghafūru Ar-Raĥīmu 039-053 Katakan, wahai Muhammad, dengan menyampaikan pesan dari Tuhanmu, "Wahai hamba-hamba-Ku yang banyak berbuat maksiat bagi dirinya, janganlah kalian berputus asa dengan rahmat Allah. Sesungguhnya Allah akan mengampuni semua dosa. Sesungguhnya hanya Dia yang ampunan dan rahmat- Nya amat besar. ‍ ‌ ‍‍‍‍ ‌‍‌ ‍‌ ‌‌‍ ‌ ‍‍‍‍‍‍‍‌ ‍‌ ‌‍ ‍ ‌ ۚ ‍ ‍‍‍‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍‌ ‌ ۚ‍‍‍‍‍‍‌‌
Wa 'Anībū 'Ilá Rabbikum Wa 'Aslimū Lahu Min Qabli 'An Ya'tiyakumu Al-`Adhābu Thumma Lā Tunşarūna 039-054 Kembalilah, wahai orang-orang yang melampaui batas, kepada Sang Pemilik urusan dan Pemelihara kalian. Tunduklah kepada-Nya sebelum siksaan Allah datang kepada kalian lalu kalian tidak akan dapat ditolong dan dilindungi dari siksaan itu oleh siapa pun. ‌‍‌ ‌‌ ‌‍ ‌‌‌ ‍ ‍‌ ‍‍‍ ‌‌ ‍‍‌ ‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍‍‌
Wa Attabi`ū 'Aĥsana Mā 'Unzila 'Ilaykum Min Rabbikum Min Qabli 'An Ya'tiyakumu Al-`Adhābu Baghtatan Wa 'Antum Lā Tash`urūna 039-055 Ikutilah ajaran terbaik yang diturunkan kepada kalian, yaitu al-Qur'n, sebelum siksaan datang kepada kalian secara tiba-tiba dan tanpa kesiapan kalian untuk menghadapinya. ‌‍‌ ‌ ‍‌ ‌‌‍ ‌ ‍‌ ‌‍ ‍‌ ‍‍‍ ‌‌ ‍‍‌‍‍ ‌ ‌‌‌‍ ‌ ‌
'An Taqūla Nafsun Yā Ĥasratā `Alá Mā Farraţtu Fī Janbi Allāhi Wa 'In Kuntu Lamina As-Sākhirīna 039-056 Kembalilah kepada Tuhan kalian, berserah dirilah kepada-Nya dan ikutilah ajaran-ajaran-Nya agar, ketika melihat azab, jiwa yang berdosa tidak lagi berkata, 'Alangkah ruginya aku karena kelengahanku dalam selain taat kepada Allah dan hak-hak-Nya. Sesungguhnya, ketika di dunia, aku termasuk orang-orang yang menghinakan agama-Nya. ' ‍‍ ‌ ‍‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍ ‍‌‍‍‍ ‌‌‌ ‍‌‍‍
'Aw Taqūla Law 'Anna Allāha Hadānī Lakuntu Mina Al-Muttaqīna 039-057 Atau jiwa yang berdosa itu berkata, dengan mencari alasan, 'Kalau saja Allah memperkenankan aku untuk memperoleh petunjuk, tentu, di dunia dulu, aku sudah termasuk orang yang menjaga dirinya dari azab Allah dengan cara beriman dan beramal saleh. ' ‌‌ ‍‍‍ ‌ ‌ ‍ ‌ ‍‌‍‍‍‍
'Aw Taqūla Ĥīna Tará Al-`Adhāba Law 'Anna Lī Karratan Fa'akūna Mina Al-Muĥsinīna 039-058 Atau jiwa yang berdosa itu berkata, ketika melihat siksaan, 'Seandainya aku dapat dikembalikan ke dunia, tentu aku akan termasuk orang-orang yang memperbaiki akidah dan amalnya. '" ‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‍‌‌ ‍‍‌ ‌ ‌ ‌ ‍‍‍
Balá Qad Jā'atka 'Āyātī Fakadhdhabta Bihā Wa Astakbarta Wa Kunta Mina Al-Kāfirīna 039-059 Tidak demikian, wahai orang yang menyesal! Ajaran-ajaran-Ku telah datang melalui para rasul utusan- Ku, tetapi kamu mendustakannya dan malah bersikap angkuh untuk mengikutinya. Di dunia, dahulu, kamu termasuk orang yang bersikukuh dalam kekafiran. ‌ ‍‍‍‌ ‌ ‍ ‌ ‌ ‌‍‌‍‍
Wa Yawma Al-Qiyāmati Tará Al-Ladhīna Kadhabū `Alá Allāhi Wujūhuhum Muswaddatun ۚ 'Alaysa Fī Jahannama Mathwan Lilmutakabbirīna 039-060 Pada hari kiamat, kalian akan melihat orang-orang yang mendustakan Allah--dengan menyandangkan sesuatu yang tak layak bagi-Nya--wajahnya hitam pekat karena amat sedih dan gundah. Sesungguhnya di dalam neraka jahanam terdapat tempat bagi orang-orang yang sombong dan angkuh untuk mengikuti kebenaran. ‍‍‍ ‍‌‌ ‍‍‍‌ ‌ ‍ ‌ ‌ ۚ ‌‍‍‍‍ ‍‍‍‍ ‌‌ ‍
Wa Yunajjī Al-Lahu Al-Ladhīna Attaqaw Bimafāzatihim Lā Yamassuhumu As-Sū'u Wa Lā Hum Yaĥzanūna 039-061 Dan Allah akan menyelamatkan orang-orang yang menjaga dirinya dari siksaan-Nya dengan kemenangan yang telah diketahui-Nya sejak azali, karena mereka lebih memilih petunjuk daripada kesesatan. Pada hari ini mereka tidak akan terkena siksa dan tidak akan sedih karena terlewat dari kenikmatan yang dulu mereka idam-idamkan. ‍‍‍‍‍‍‌‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍‌‌ ‌‌
Al-Lahu Khāliqu Kulli Shay'in ۖ Wa Huwa `Alá Kulli Shay'in Wa Kīlun 039-062 Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Dialah, dan hanya Dia, Pemelihara segala sesuatu. Dia mengendalikannya sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. ‍‍ۖ ‌‌ ‌ ‍‌ ‌
Lahu Maqālīdu As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa ۗ Al-Ladhīna Kafarū Bi'āyāti Allāhi 'Ūlā'ika Humu Al-Khāsirūna 039-063 Hanya pada Allahlah hak mengatur langit dan bumi. Tak seorang pun dapat melakukan hal itu kecuali Dia. Hanya orang-orang kafir yang mengingkari bukti-bukti kebenaran Allahlah--dan, sekali lagi, hanya mereka--yang akan merugi. ‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‌‌‍ ۗ‍‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍ ‍ ‌‍‍‌‍‍‍ ‍‍‍‌
Qul 'Afaghayra Allāhi Ta'murūnnī 'A`budu 'Ayyuhā Al-Jāhilūna 039-064 Katakan, hai Muhammad, "Apakah, setelah tanda-tanda kemahatunggalan Allah untuk disembah, kalian masih menyuruhku untuk mengkhususkan penyembahan kepada selain Allah, hai orang-orang yang bodoh?" ‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌‌ ‌‌
Wa Laqad 'Ūĥiya 'Ilayka Wa 'Ilá Al-Ladhīna Min Qablika La'in 'Ashrakta Layaĥbaţanna `Amaluka Wa Latakūnanna Mina Al-Khāsirīna 039-065 Aku bersumpah, "Sungguh, telah disampaikan wahyu kepadamu, Muhammad, dan kepada rasul-rasul sebelummu yang berbunyi: 'Apabila kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka Dia akan menyia- nyiakan amalmu. Dan, dengan begitu, kamu pasti akan termasuk golongan orang-orang yang paling merugi'." ‌ ‌‍‍‌ ‌‍‍‍‍ ‌‌‌ ‍‍‍‍ ‍‌ ‍‍‍ ‍‌ ‌‍‍‍ ‌‍ ‍‍‍‍
Bali Allāha Fā`bud Wa Kun Mina Ash-Shākirīna 039-066 Janganlah kamu penuhi, wahai Rasulullah, apa-apa yang mereka minta darimu, tapi sembahlah Allah dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat-Nya. ‍ ‍‌ ‌‍‌ ‍‍
Wa Mā Qadarū Allaha Ĥaqqa Qadrihi Wa Al-'Arđu Jamī`āan Qabđatuhu Yawma Al-Qiyāmati Wa As-Samāwātu Maţwīyātun Biyamīnihi ۚ Subĥānahu Wa Ta`ālá `Ammā Yushrikūna 039-067 Orang-orang musyrik itu tidak mengetahui dan tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya, karena mereka menyekutukan-Nya dengan yang lain. Mereka juga mengajak Rasulullah saw. untuk, bersama mereka, menyekutukan Allah. Padahal bumi, dengan segala isinya, berada dalam genggaman-Nya pada hari kiamat. Sementara langit, dengan seluruh lapisannya, terlipat di tangan kanan-Nya. Allah Mahasuci dari segala kekurangan, dan Dia Mahatinggi dari apa saja selain Dia yang mereka persekutukan dengan-Nya. ‍‌‌‍ ‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ‍‍‍ ‌‍‌‍‍‌‍‍‍‍‍‍‌ ‍ ۚ‍‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍‍‌ ‍
Wa Nufikha Fī Aş-Şūri Faşa`iqa Man As-Samāwāti Wa Man Al-'Arđi 'Illā Man Shā'a Allāhu ۖ Thumma Nufikha Fīhi 'Ukhrá Fa'idhā Hum Qiyāmun Yanžurūna 039-068 Pada saat itu, dengan pasti, akan ditiup sangkakala (shr). (1) Maka seketika matilah semua yang ada di langit dan bumi, kecuali makhluk yang dikehendaki Allah untuk mati pada waktu lain kelak. Kemudian, sangkakala itu ditiup kembali. Serta merta semua akan bangkit kembali dari kuburnya menanti apa yang akan dilakukan Allah pada diri mereka. (1) Kata "shr" berarti "bq": ('terompet'). Terompet yang dimaksud dalam ayat ini adalah terompet dari alam gaib yang tidak dapat kita ketahui bentuk dan hakekatnya. ‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍‍ ‍‌ ‍‌‍‍‌ ‌‍‌ ‌‍ ‌‌ ‍‌‍‍‌‌ ۖ‍‍‍‍ ‌‍‌‌ ‌‌‌ ‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍‍‌
Wa 'Ashraqati Al-'Arđu Binūri Rabbihā Wa Wuđi`a Al-Kitābu Wa Jī'a Bin-Nabīyīna Wa Ash-Shuhadā'i Wa Quđiya Baynahum Bil-Ĥaqqi Wa Hum Lā Yužlamūna 039-069 Pada hari itu bumi akan bercahaya dengan pancaran sinar Sang Pencipta dan Pemiliknya. Disiapkanlah buku yang mencatat amal perbuatan mereka. Lalu didatangkan para nabi dan orang-orang adil untuk menjadi saksi atas perbuatan umat manusia. Mereka pun kemudian diadili secara sangat adil. Mereka tak akan dicurangi dengan dikuranginya pahala atau ditambahnya siksa. ‌‍‌‍‍‍‍‍‌ ‌‍‌ ‌‌‍‍‍ ‌‍‍‍‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‌‌‌ ‌‍‍‍‍ ‍ ‌ ‌ ‍‍‍
Wa Wuffiyat Kullu Nafsin Mā `Amilat Wa Huwa 'A`lamu Bimā Yaf`alūna 039-070 Masing-masing jiwa pun menerima balasan perbuatannya. Allah Mahatahu apa yang telah mereka perbuat. ‌ ‌ ‌‌ ‌ ‌
Wa Sīqa Al-Ladhīna Kafarū 'Ilá Jahannama Zumaan ۖ Ĥattá 'Idhā Jā'ūhā Futiĥat 'Abwābuhā Wa Qāla Lahum Khazanatuhā 'Alam Ya'tikum Rusulun Minkum Yatlūna `Alaykum 'Āyāti Rabbikum Wa Yundhirūnakum Liqā'a Yawmikumdhā ۚ Qālū Balá Wa Lakin Ĥaqqat Kalimatu Al-`Adhābi `Alá Al-Kāfirīna 039-071 Orang-orang kafir digiring, dengan kejamnya, ke neraka Jahanam secara berombongan. Ketika mereka tiba, pintu-pintunya pun dibuka. Para penjaganya, dengan nada menghina, berkata kepada mereka, "Bukankah telah datang kepada kalian utusan-utusan Allah dari bangsa kalian sendiri yang membacakan ayat-ayat Allah kepada kalian dan memberikan peringatan tentang perjumpaan dengan Allah pada hari ini?" Orang-orang kafir itu pun mengaku dan berkata, "Benar, para rasul itu telah datang kepada kami." Akan tetapi keputusan bahwa orang-orang kafir itu akan disiksa telah diambil, karena mereka lebih memilih bersikap kafir daripada beriman. ‍‍‍ ‍‍‍‌ ‌‌ ‍‍‍‍ ‌‌‌ ۖ‌ ‌‌‌‌ ‍‍‍‍‍‌‌ ‌‍‌‌ ‌‍ ‍‍‌ ‌ ‌‌ ‍‌‍‍‍ ‍‍‍ ‌‍‍‍ ‌‍ ‌‍‌‍‍‍‌‌ ‍‍‍‌‌ ‌‌ ۚ ‌ ‌ ‌‍‌‍‍‍‍‌
Qīla Adkhulū 'Abwāba Jahannama Khālidīna Fīhā ۖ Fabi'sa Math Al-Mutakabbirīna 039-072 Kepada mereka, dikatakan, "Masuklah pintu jahanam dengan ketentuan bahwa kalian akan tinggal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, neraka adalah tempat tinggal yang amat buruk bagi orang-orang yang sombong untuk menerima kebenaran." ‍‍‍‍‍‍‌ ‌‍‍‌‍‍‍‍‍‍ ‌ ۖ ‌‌
Wa Sīqa Al-Ladhīna Attaqaw Rabbahum 'Ilá Al-Jannati Zumaan ۖ Ĥattá 'Idhā Jā'ūhā Wa Futiĥat 'Abwābuhā Wa Qāla Lahum Khazanatuhā Salāmun `Alaykum Ţibtumdkhulūhā Khālidīna 039-073 Dan orang-orang yang bertakwa akan mendapat kehormatan dan dibimbing menuju surga kelompok demi kelompok. Ketika mereka tiba, saat itu pintu-pintu surga telah terbuka untuk mereka, para penjaganya berkata, "Salam aman dan sejahtera yang berlimpah untuk kalian. Kalian telah merasakan kenikmatan dunia dengan menyucikan diri dari berbagai macam maksiat. Dan kini, di akhirat, kalian pun merasakan kenikmatan dengan sebagian karunia. Masuklah kalian ke dalam surga ini untuk selama-lamanya. Di dalamnya, kalian akan memperoleh kenikmatan yang tak pernah terdetik dalam benak kalian." ‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍‌‌ ‌‍ ‌‌ ‍‍‍ ‌‌‌ ۖ‌ ‌‌‌‌ ‍‍‍‍‍‌‌ ‌ ‌‍‌‌ ‌‍ ‍‌ ‍‍‍‍‍‌
Wa Qālū Al-Ĥamdu Lillāh Al-Ladhī Şadaqanā Wa`dahu Wa 'Awrathanā Al-'Arđa Natabawwa'u Mina Al-Jannati Ĥaythu Nashā'u ۖ Fani`ma 'Ajru Al-`Āmilīna 039-074 Orang-orang yang bertakwa itu berkata, "Segala puji hanya bagi Allah semata, yang menepati janji yang telah diucapkan kepada kami melalui rasul-rasul-Nya; yang mewariskan tanah surga kepada kami untuk kami diami sesuka kami. Surga, sungguh, merupakan balasan terbaik bagi orang-orang yang telah berbuat baik." ‍‍‍‌ ‌ ‌‌‌‌‍‌‍ ‌‌ ‍‍‍ ‍‍‍‍ ‍‍‍‌‌ ۖ‍‌
Wa Tará Al-Malā'ikata Ĥāffīna Min Ĥawli Al-`Arshi Yusabbiĥūna Biĥamdi Rabbihim ۖ Wa Quđiya Baynahum Bil-Ĥaqqi Wa Qīla Al-Ĥamdu Lillāh Rabbi Al-`Ālamīna 039-075 Dan kamu--ucapan ini ditujukan kepada siapa saja yang melihat--melihat para malaikat mengelilingi singgasana dengan bertasbih menyucikan Allah dari segala kekurangan, diiringi dengan puji-pujian terhadap Sang Pencipta dan Pemelihara mereka. Keputusan pengadilan antarumat manusia pun telah ditetapkan dengan adil. Seluruh makhluk pun berkata, "Segala puji bagi Pencipta seluruh makhluk di dunia." ‌‌ ‍‍‍‍‍‍ ‍‌ ‍‍ ‌ ‌‍ ۖ ‌‍‍‍‍ ‍ ‌‍‍‍ ‌‍
Toggle thick letters. Most people make the mistake of thickening thin letters in the words that have other (highlighted) thick letter Toggle to highlight thick letters
Next Sūrah