Roman Script    Reciting key words            Previous Sūrah    Quraan Index    Home  

33) Sūrat Al-'Aĥzāb

Printed format

33)

Toggle thick letters. Most people make the mistake of thickening thin letters in the words that have other (highlighted) thick letter Toggle to highlight thick letters
Yā 'Ayyuhā An-Nabīyu Attaqi Allāha Wa Lā Tuţi`i Al-Kāfirīna Wa Al-Munāfiqīna ۗ 'Inna Allāha Kāna `Alīmāan Ĥakīmāan 033-001 [[33 ~ AL-AHZAB (PASUKAN GABUNGAN) Pendahuluan: Madaniyyah, 73 ayat ~ Surat al-Ahzb diawali dengan perintah Allah kepada Nabi Muhammad saw. untuk bertakwa dan bertawakal kepada Allah, lalu beralih ke pembicaraan tentang status anak angkat. Allah menafikan pemberian status anak pada anak-anak angkat itu oleh orangtua angkatnya. Ayat selanjutnya menjelaskan hak-hak Rasulullah saw. untuk ditaati dan dicinta, dan hak-hak istri Rasulullah untuk dihormati dan dimuliakan. Dalam surat ini dipaparkan pula janji para nabi kepada Allah untuk menyampaikan pesan- pesan suci Allah. Selain itu, surat ini juga mengangkat perincian perang Ahzb yang sempat memunculkan ketakutan dan kegoncangan luar biasa di kalangan kaum muslimin. Perang itu berakhir dengan kemenangan orang-orang beriman sebagai perwujudan janji Allah. Di samping itu, surat ini menyebutkan beberapa adab sopan santun yang harus dilakukan oleh istri-istri Rasulullah saw. Pembicaraan kemudian kembali ke topik anak angkat. Dalam surat ini ditemukan penghapusan tradisi larangan kawin bagi orangtua angkat dengan bekas istri anak angkatnya. Sebuah tradisi yang telah mengakar di zaman Jahiliah. Berkaitan dengan Nabi Muhammad sendiri, al-Qur'n memberikan pujian dan sanjungan kepadanya sebagai orang yang pantas mendapat pujian. Al-Qur'n berpesan kepada nabi agar memisahkan istri yang dicerai sebelum terjadi hubungan suami-istri, dengan cara yang baik. Juga agar memberikan hak mut'ah kepadanya. Dijelaskan pula bahwa Rasulullah memiliki keistimewaan hukum: boleh mengawini wanita mana saja yang menghibahkan diri kepadanya. Disebutkan pula dengan jelas bahwa Rasulullah tidak boleh kawin dengan lebih dari sembilan wanita. Ayat-ayat lain berisi penjelasan tentang aturan dan etika yang harus dipegang teguh saat berkunjung dan meninggalkan rumah kediaman nabi, termasuk di dalamnya etika bertanya kepada para istri Nabi. Dalam surat ini pula al-Qur'n memerintahkan istri-istri nabi untuk memperhatikan etika pribadi dengan mengharuskan mereka memanjangkan jilbab yang mereka kenakan. Selebihnya, surat al-Ahzb juga mengangkat topik pembicaraan tentang hari kiamat dan peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi pada hari itu. Di akhir surat dijelaskan kewajiban keagamaan yang diembankan oleh Allah kepada manusia yang sebelumnya ditolak oleh bumi dan gunung. Secara ringkas, sasaran terpenting yang ingin dicapai oleh surat al-Ahzb, antara lain, adalah: 1) Mengangkat masalah adopsi dengan maksud meralat tradisi Jahiliah yang melarang bapak angkat untuk mengawini bekas istri anak angkatnya. 2) Realisasi janji Allah yang akan memberikan kemenangan bagi orang-orang Mukmin atas orang-orang kafir. 3) Perincian hukum menyangkut etika orang-orang beriman dalam mengunjungi rumah Rasulullah, larangan mengawini wanita bekas istri Rasulullah dan penjelasan etika khusus bagi istri-istri Rasul.]] Wahai Nabi, tingkatkanlah ketakwaanmu pada Allah. Jangan berkompromi untuk menerima pendapat orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Allah Maha Meliputi--dengan ilmu-Nya--segala sesuatu; Mahabijaksana dalam perkataan dan perbuatan-Nya. ‌ ‌‌ ‍‍ ‍ ‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍ۗ ‍ ‍‍‍
Wa Attabi` Mā Yūĥá 'Ilayka Min Rabbika ۚ 'Inna Allāha Kāna Bimā Ta`malūna Khabīrāan 033-002 Ikutilah petunjuk wahyu yang diturunkan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah, yang menurunkan wahyu kepadamu, adalah Maha Memberitahu rincian-rincian perbuatanmu, perbuatan orang-orang kafir dan orang-orang munafik. ‌ ‌ ‍‌ ‌‍‍‍‍ ‍‌ ‌‍ ۚ ‍ ‍‍‍ ‌ ‍‍‍ ‍‍
Wa Tawakkal `Alá Allāhi ۚ Wa Kafá Billāhi Wa Kīlāan 033-003 Serahkanlah segala urusanmu kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Penjaga dan Yang diserahi segala urusan. ۚ ‌‌ ‍‍ ‌
Mā Ja`ala Allāhu Lirajulin Min Qalbayni Fī Jawfihi ۚ Wa Mā Ja`ala 'Azwājakumu Al-Lā'ī Tužāhirūna Minhunna 'Ummahātikum ۚ Wa Mā Ja`ala 'Ad`iyā'akum 'Abnā'akum ۚ Dhālikum Qawlukum Bi'afwāhikum Wa ۖ Allāhu Yaqūlu Al-Ĥaqqa Wa Huwa Yahdī As-Sabīla 033-004 Allah tidak pernah menciptakan dua hati dalam diri seseorang. Allah tidak menjadikan istri dari salah seorang di antara kalian yang berkata kepada istrinya, "Punggungmu haram bagiku seperti punggung ibuku." Dengan berkata seperti itu, sang istri seolah-olah menjadi ibunya. Dan Allah tidak menjadikan kedudukan anak kalian dari hasil adopsi seperti kedudukan anak kandung. Hal itu--ketika kalian memberikan kedudukan anak angkat sama dengan kedudukan anak darah daging sendiri--adalah perkataan yang tidak ada sisi benarnya dan tidak ada dampak hukumnya. Allah bermaksud menyatakan kebenaran dan membimbing kalian kepada kebenaran itu. Allahlah satu-satunya pemberi petunjuk manusia ke jalan kebenaran. ‍ ‍‌ ‍‌ ‍‍‍‍‍ ‍ ۚ ‌‌ ‌‌‌‌ ‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍‍ۚ ‌‌ ‌‍‍‌ ‌‍‍‍‍ۚ‍ ‌ ۖ‍‍ ‌‌
Ad`ūhum Li'abā'ihim Huwa 'Aqsaţu `Inda Allāhi ۚ Fa'in Lam Ta`lamū 'Ābā'ahum Fa'ikhwānukum Ad-Dīni Wa Mawālīkum ۚ Wa Laysa `Alaykum Junāĥun Fīmā 'Akhţa'tum Bihi Wa Lakin Mā Ta`ammadat Qulūbukum ۚ Wa Kāna Allāhu Ghafūan Raĥīmāan 033-005 Berilah anak-anak angkat itu silsilah keturunan dari jalur bapak kandung mereka, karena sesungguhnya hal itu akan lebih adil dalam pandangan Allah. Akan tetapi jika kalian tidak mengenali bapak kandung mereka, maka anak-anak itu menjadi saudara seagama dan penolong kalian. Dan jika kalian menasabkan anak-anak itu bukan kepada bapak kandung mereka secara keliru, maka kalian tidak bersalah. Tapi jika kalian melakukannya dengan sengaja, maka kalian telah berbuat dosa. Allah Maha Mengampuni kesalahan yang tidak kalian sengaja dan Maha Menerima tobat dari dosa yang kalian lakukan dengan sengaja. ‍‍ ‌ ‌‍‍‍‍ ‍‌‍‍‍‌ ۚ‌ ‌‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍ ‌‌ ۚ ‌‍‍‍‍ ‍‍‍‌ ‍‌ ‌‍‍‍‍ ‍ ‌‍‌ ‌ ‍‍‍ۚ ‌‍‍‍ ‍‌‌‌ ‌‍
An-Nabīyu 'Awlá Bil-Mu'uminīna Min 'Anfusihim ۖ Wa 'Azwājuhu~ 'Ummahātuhum ۗ Wa 'Ūlū Al-'Arĥāmi Ba`đuhum 'Awlá Biba`đin Fī Kitābi Allāhi Mina Al-Mu'uminīna Wa Al-Muhājirīna 'Illā 'An Taf`alū 'Ilá 'Awliyā'ikum Ma`rūfāan ۚ Kāna Dhālika Fī Al-Kitābi Masţūan 033-006 Nabi Muhammad lebih berhak untuk memberikan hak perwaliannya kepada orang-orang beriman. Kasih sayang Rasulullah pada mereka melebihi kasih sayang mereka pada diri mereka sendiri. Maka cintailah dan taatilah ia. Istri-istri nabi adalah seperti ibu mereka yang wajib dihormati dan tidak boleh dinikahi sepeninggal nabi. Orang-orang yang terikat dalam hubungan kekerabatan (pertalian darah) lebih utama dari orang-orang beriman lain dan orang-orang muhajirin untuk saling mewarisi dan diwarisi. Ini adalah suatu persoalan yang wajib hukumnya dalam al-Qur'n. Namun demikian, kalian tidak dilarang untuk memberikan sebagian hak milik kepada orang Mukmin yang membela agama mesipun mereka tidak memiliki hubungan persaudaraan, sebagai suatu bentuk kebajikan. Kalian juga diperbolehkan memberikan harta kalian melalui wasiat. Pewarisan harta bagi para kerabat merupakan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan tidak dapat berubah. ‍‍‍ ‌‌‌ ‍‍‍‍‍ ‍‌ ‌‌ۖ ‌‌‌‌‌~ۗ ‌‌‍‍‌‌ ‌‍‍‍‍‍‍ ‌‌‌ ‍‌ ‍‍‍ ‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍ ‌‌ ‌‌‌ ‌‍‌ ‌‌‍‍‍ ‌‌ۚ‍‍‍‍‍‍‍‌‌
Wa 'Idh 'Akhadhnā Mina An-Nabīyīna Mīthāqahum Wa Minka Wa Min Nūĥin Wa 'Ibhīma Wa Mūsá Wa `Īsá Abni Maryama ۖ Wa 'Akhadhnā Minhumthāqāan Ghalīžāan 033-007 Ingatlah, wahai Muhammad, ketika Kami menerima janji yang kukuh dari para nabi terdahulu untuk mengemban misi kerasulan dan menyeru manusia kepada agama yang lurus. Kami menerima janji itu dari kamu, dari Nh, Ibrhm, Ms dan 'Is putra Maryam. Kami menerima janji yang sangat besar maknanya dari mereka. ‌‌‌ ‌‍‍‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‌‍‍‍ ‌‍‌‍‍‌ ‌‌‍‍‌‍‍‍‍‍ ‌‌ ‌‌ ۖ ‌‌‍‍‌ ‍‌‍‍‍‌ ‍‍‍‍
Liyas'ala Aş-Şādiqīna `An Şidqihim ۚ Wa 'A`adda Lilkāfirīna `Adhābāan 'Alīmāan 033-008 Agar pada hari kiamat nanti Allah meminta pertanggungjawaban kepada rasul-rasul itu mengenai apa yang telah mereka sampaikan kepada kaumnya masing-masing. Dan Allah telah menyediakan azab yang sangat menyakitkan bagi orang-orang yang mengingkari para rasul. ‍‍‍‌‍‍‍ ‍‌ ‍‍ۚ ‌‌‌ ‍‍‍‍‍ ‌‌ ‌
Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Adhkurū Ni`mata Allāhi `Alaykum 'Idh Jā'atkum Junūdun Fa'arsalnā `Alayhim Rīĥāan Wa Junūdāan Lam Tarawhā ۚ Wa Kāna Allāhu Bimā Ta`malūna Başīrāan 033-009 Wahai orang-orang beriman, renungkanlah nikmat dan karunia Allah yang telah diberikan kepada kalian. Ingatlah saat kalian diserbu oleh pasukan gabungan pada peristiwa perang Khandaq. Saat itu Kami mengirimkan angin kencang yang teramat dingin kepada mereka. Kami juga menurunkan sejumlah malaikat yang tidak dapat kalian lihat wujudnya, yang menebarkan rasa takut dalam hati setiap musuh. Allah Maha Melihat perbuatan dan kesungguhan niat kalian. Dialah yang akan menjadi pembela kalian. ‍‍‌‌ ‍‍‍‍ ‌‌‌‍ ‌‌‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍‌‌‌ ‌‌ ‌ ‌‌‌‌ ‍‌‌ ‌‍‍‍ ۚ ‍ ‌ ‍‍‍‍‍‍‍
'Idh Jā'ūkum Min Fawqikum Wa Min 'Asfala Minkum Wa 'Idhghati Al-'Abşāru Wa Balaghati Al-Qulūbu Al-Ĥanājira Wa Tažunnūna Billāhi Až-Žunūna 033-010 Musuh-musuh itu datang menyerbu dari atas dan dari bawah lembah. Pada saat itu pandangan mata manusia telah condong dari titik normal, hati mereka melonjak ke pangkal tenggorokan oleh rasa panik dan goncang. Di saat-saat kritis itu kalian terbuai oleh berbagai prasangka buruk akan janji Allah. (1). (1) Ungkapan ini tidak harus dipahami bahwa pasukan musuh-musuh itu datang dari semua arah. Kalau kita kembali kepada rincian peristiwa, dapat kita mengerti bahwa musuh yang datang dari atas itu adalah kabilah Ghatafan dan penduduk Nejed, karena mereka memasuki kota Madinah dari atas semenanjung bagian timur. Sementara nusuh yang datang dari bawah adalah suku Quraisy karena mereka tiba melalui bawah semenanjung arah barat. ‌‌ ‍‍‍‍‍‌ ‍‌‍ ‌‍‌ ‌ ‍‌‍‍‍ ‌‌‌‌ ‌‌‍‍‍‍‌‌ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ‍‍‌ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‍
Hunālika Abtuliya Al-Mu'uminūna Wa Zulzilū Zilzālāan Shadīdāan 033-011 Dalam suasana seperti itulah Allah Swt. menguji ketabahan iman orang-orang Mukmin. Saat itu mereka digoncang oleh perasaan takut yang luar biasa. ‍‍ ‌‌‌ ‌‌‌‌ ‌
Wa 'Idh Yaqūlu Al-Munāfiqūna Wa Al-Ladhīna Fī Qulūbihim Marađun Mā Wa`adanā Al-Lahu Wa Rasūluhu~ 'Illā Ghurūan 033-012 Ingatlah kembali apa yang tengah terjadi pada orang-orang munafik dan orang-orang yang menderita sakit hati karena keraguan. Ingatlah saat mereka berkata, "Apa yang dikatakan oleh Allah dan rasul itu hanyalah janji palsu yang mengecohkan kita." ‌‌‌ ‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍ ‍‌ ‌ ‌‌ ‌‌‍~ ‌‌ ‍‌‌‌
Wa 'Idh Qālat Ţā'ifatun Minhum Yā 'Ahla Yathriba Lā Muqāma Lakum Fārji`ū ۚ Wa Yasta'dhinu Farīqun Minhumu An-Nabīya Yaqūlūna 'Inna Buyūtanā `Awratun Wa Mā Hiya Bi`awratin ۖ 'In Yurīdūna 'Illā Firāan 033-013 Ingatlah ucapan orang-orang munafik dan orang-orang yang lemah kemauan, "Wahai penduduk kota Madinah, kalian tidak memiliki alasan untuk tinggal di sini, di medan pertempuran yang akan mendatangkan kekalahan. Kembalilah kalian ke rumah masing-masing!" Benar, sekelompok mereka meminta izin kepada Rasulullah untuk kembali ke Madinah. Mereka mengatakan, "Rumah-rumah kami tidak ada yang melindungi, maka dari itu kami mesti kembali pulang untuk mengamankannya." Padahal tempat tinggal mereka tidak akan menjadi sasaran musuh seperti yang mereka katakan. Mereka hanya mencari-cari alasan untuk melarikan diri dari medan pertempuran. ‌‌‌ ‌ ‍‌‍‍‍ ‍‍‍‌ ‍ ‌ ‍‍‍‌ ‌‌ ۚ‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍‍ ‌ ‌‍‌ ‌‌ ‌‍‌ ‌‌ ۖ‍‍‌ ‌‌ ‍‌‌‌
Wa Law Dukhilat `Alayhim Min 'Aqţārihā Thumma Su'ilū Al-Fitnata La'ātawhā Wa Mā Talabbathū Bihā 'Illā Yasīrāan 033-014 Jika para musuh itu datang memasuki kota dari segala penjuru, kemudian mereka meminta kepada orang-orang munafik untuk mengikrarkan pernyataan keluar dari agama Islam (murtad) dan berbalik memerangi orang-orang Islam, mereka pasti segera menerima tawaran itu tanpa mengulur waktu. ‌ ‌‍‍ ‍‌‍‍‍‍‍‍‌ ‍ ‌ ‌‌ ‌ ‍‌ ‌‌ ‍
Wa Laqad Kānū `Āhadū Allaha Min Qablu Lā Yuwallūna Al-'Adbāra ۚ Wa Kāna `Ahdu Allāhi Mas'ūlāan 033-015 Sebelum terjadi peristiwa perang Ahzb, orang-orang yang melarikan diri dari medan peperangan itu jauh-jauh telah berjanji kepada Allah akan selalu tegar menghadapi musuh bersama Rasulullah dan tidak akan menarik diri. Dan sesungguhnya janji kepada Allah yang wajib ditepati itu kelak, di hari kiamat, akan dimintakan pertanggungjawabannya. ‌ ‌‍ ‍‌ ‍‍‍ ‌ ‍‍‍ ‍‍‌‍ۚ ‌‍‍‍‍ ‍‍‍
Qul Lan Yanfa`akumu Al-Firāru 'In Farartum Mina Al-Mawti 'Awi Al-Qatli Wa 'Idhāan Lā Tumatta`ūna 'Illā Qalīlāan 033-016 Wahai Muhammad, katakan kepada mereka, "Kalau ajal kalian telah tiba, maka upaya kalian untuk melarikan diri dari medan pertempuran itu tidak akan berguna. Jika kalian belum ditakdirkan untuk mati saat ini, bagaimanapun juga kalian tidak akan bisa menikmati sisa hidup melebihi batas umur yang telah ditentukan. Dan sungguh umur manusia itu sangat pendek." ‍ ‍‌ ‍‌‍‍‍‌‌‌ ‌‌ ‌‌‌ ‍‍‍ ‌‌‌‌‌ ‌ ‍‍‍ ‌‌
Qul Man Dhā Al-Ladhī Ya`şimukum Mina Allāhi 'In 'Arāda Bikum Sū'āan 'Aw 'Arāda Bikum Raĥmatan ۚ Wa Lā Yajidūna Lahum Min Dūni Allāhi Walīyāan Wa Lā Naşīrāan 033-017 Katakan kepada orang-orang yang diliputi keraguan, "Jika Allah berkeinginan untuk menimpakan malapetaka, siapa yang akan memberikan pertolongan pada kalian, dan siapa pula yang dapat menghalangi, jika Allah berkehendak memberi karunia kebaikan bagi diri kalian? Sungguh mereka tidak memiliki penolong dan penyelamat selain Allah." ‍ ‍‌ ‌‌‌ ‍‍‍ ‌‌ ‌‌‍‌‌‌ ‍‍‍‌‌‌ ‌‌‌ ‌‌‍‌‌‌ ‌‍ ۚ ‌‌ ‍‍‌ ‍‌‍‍‌ ‍ ‌‌ ‌‌ ‍‍‍‍‍
Qad Ya`lamu Allāhu Al-Mu`awwiqīna Minkum Wa Al-Qā'ilīna Li'ikhwānihim Halumma 'Ilaynā ۖ Wa Lā Ya'tūna Al-Ba'sa 'Illā Qalīlāan 033-018 Allah sungguh mengetahui siapakah sebenarnya orang-orang lemah [yang tidak mampu berperang] dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, "Bergabunglah bersama kami!" Padahal mereka tidak pernah samasekali merasakan kejamnya peperangan kecuali hanya sebentar saja. ‍‍‍‍‍ ‍‌‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‌ ‍ ‌‌ ۖ ‌‌ ‍‍‍ ‌‌
'Ashiĥĥatan `Alaykum ۖ Fa'idhā Jā'a Al-Khawfu Ra'aytahum Yanžurūna 'Ilayka Tadūru 'A`yunuhum Kālladhī Yughshá `Alayhi Mina Al-Mawti ۖ Fa'idhā Dhahaba Al-Khawfu Salaqūkum Bi'alsinatin Ĥidādin 'Ashiĥĥatan `Alá Al-Khayri ۚ 'Ūlā'ika Lam Yu'uminū Fa'aĥbaţa Allāhu 'A`mālahum ۚ Wa Kāna Dhālika `Alá Allāhi Yasīrāan 033-019 Pada lahirnya, orang-orang munafik sangat memperhatikan keselamatan diri kalian. Seolah-olah, dalam hal ini, mereka tidak mempunyai rasa takut. Tapi jika rasa takut kepada musuh atau kepada Rasulullah benar-benar telah datang, mereka akan memandangimu, Muhammad. Mata mereka berputar-putar kebingungan, bagai orang yang tidak sadarkan diri menghadapi sekaratul maut. Akan tetapi jika rasa takut itu mulai sirna, mereka mencaci dan menghujat kalian dengan sangat keras. Mereka sangat malas melakukan kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beriman dengan setengah hati. Meskipun mereka telah menyatakan berislam, namun Allah Swt. akan menyia-nyiakan perbuatan mereka, lantaran orang-orang munafik itu memendam kekufuran dalam hati. Sungguh pekerjaan yang demikian itu bukan hal yang sukar bagi Allah(1). (1) Ayat ini menunjukkan satu fakta ilmiah yang belum ditemukan pada saat diturunkannya al-Qur'n. Yaitu bahwa bola mata orang yang sedang dalam keadaan sekaratul maut atau dalam ketakutan akan berputar-putar. Kalau ditinjau secara lebih cermat, akan didapati bahwa perasaan takut yang sangat akan dapat menghilangkan kesadaran dan merusak jaringan pusat urat saraf bawah sadar di bagian otak. Oleh karena itu, kondisi orang yang ketakutan mirip dengan orang yang sedang menghadapi sekaratul maut: matanya melotot dengan bola mata yang berputar-putar sampai mati. ۖ ‌‌‌ ‍‍‍‌‌ ‍‍ ‌‍‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌‍‍‍‍‍‌‌‌ ‌ ‍‍‍‍‌ ‍‍‍ ۖ ‌‌‌ ‌ ‍‍‍‍‍‍‌‌‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍‍‍‌ ۚ‍‍‌‍‍‍ ‌ ‍ ‍ ‌ ۚ ‌‍‍‍ ‌ ‌ ‍ ‍
Yaĥsabūna Al-'Aĥzāba Lam Yadh/habū ۖ Wa 'In Ya'ti Al-'Aĥzābu Yawaddū Law 'Annahum Bādūna Fī Al-'A`rābi Yas'alūna `An 'Anbā'ikum ۖ Wa Law Kānū FīkumQātalū 'Illā Qalīlāan 033-020 Orang-orang munafik menduga bahwa balatentara kafir yang bersekongkol masih dalam posisi mengepung kota Madinah, padahal kenyataannya tidak demikian. Seandainya musuh-musuh yang bersekutu itu menyerang sekali lagi, kelompok pengecut itu akan berangan-angan tinggal di pedalaman bersama para badui sambil mendengar berita tentang kalian. Namun, jika mereka tetap tinggal bersama kalian dalam kamp, mereka pasti tidak akan turut berperang kecuali hanya sebentar saja. Itu pun karena pamrih dan untuk mencari nama baik. ‍‍ ‍‍‌ ۖ ‌‌‌ ‍‍‌ ‌‌‌ ‌ ‌‍ ‌‍‍‌ ‍‌‍‍ ‍‌ ‌‌‍‍‍‍ ۖ ‌‌ ‌ ‌ ‍‍‌ ‌‌
Laqad Kāna LakumRasūli Allāhi 'Uswatun Ĥasanatun Liman Kāna Yarjū Allaha Wa Al-Yawma Al-'Ākhira Wa Dhakara Allāha Kathīrāan 033-021 Kalian benar-benar mendapatkan teladan yang baik pada pribadi Nabi Muhammad. Teladan bagi orang-orang yang mengharap kasih sayang Allah dan kesenangan hidup di akhirat. Teladan bagi orang-orang yang banyak berzikir mengingat Allah di setiap kesempatan, kala susah maupun senang. ‌ ‍‍‍ ‌‍‍‍ ‍ ‌ ‌ ‍‌‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍‌ ‌‌‍‍ ‍
Wa Lammā Ra'á Al-Mu'uminūna Al-'Aĥzāba Qālū Hādhā Mā Wa`adanā Al-Lahu Wa Rasūluhu Wa Şadaqa Allāhu Wa Rasūluhu ۚ Wa Mā Zādahum 'Illā 'Īmānāan Wa Taslīmāan 033-022 Saat menyaksikan pasukan sekutu dari kalangan kaum musyrik, orang-orang beriman mengatakan, "Inilah saat yang dijanjikan Allah kepada kami. Dia menjanjikan kemenangan setelah kami mengalami masa penuh penderitaan. Sungguh benar janji Allah dan rasul-Nya. Penderitaan itu tidak akan berpengaruh apa- apa, bahkan menambah kekuatan iman dan mengokohkan sikap pasrah mereka pada takdir Allah. ‍‍‍‌ ‌‍‌‌‌ ‍‍ ‍‍‌ ‌ ‌‌ ‌ ‌‌ ‌‌‍ ‌‍‍‍ ‍ ‌‌‍ ۚ ‌‌ ‌‌‌ ‌‌ ‌‌ ‌
Mina Al-Mu'uminīna Rijālun Şadaqū Mā `Āhadū Allaha `Alayhi ۖ Faminhum Man Qađá Naĥbahu Wa Minhum Man Yantažiru ۖ Wa Mā Baddalū Tabdīlāan 033-023 Dari kalangan orang-orang beriman ada sekelompok lelaki yang berjanji pada Allah untuk tetap bertahan dalam pertempuran bersama nabi. Mereka pun menepati janji itu. Sebagian mereka ada yang mendapatkan penghormatan gugur sebagai syahid. Sebagian lagi masih bertahan hidup, menanti kesempatan mendapat kehormatan yang sama. Mereka tidak akan mengingkari janji pada Allah dan mereka tidak akan mengubah sedikit pun isi janji itu. ‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌ ‌‍ ‍‍‍ۖ ‍‌‍‍‍ ‍‌ ‍‍‍‌ ‍ ‌‍‌‍‍‍ ‍‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ۖ ‌‌ ‌ ‍‍‍
Liyajziya Allāhu Aş-Şādiqīna Bişidqihim Wa Yu`adhdhiba Al-Munāfiqīna 'In Shā'a 'Aw Yatūba `Alayhim ۚ 'Inna Allāha Kāna Ghafūan Raĥīmāan 033-024 Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang beriman dengan sepenuh hati, lantaran kesungguhan iman dan keteguhan janji mereka. Juga agar Allah menghukum orang-orang munafik--jika Dia berkehendak demikian--atau memberi perkenan kepada sebagian orang munafik yang memiliki kesiapan menuju jalan pertobatan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dengan penerimaan tobat itu dan Maha Pengasih dengan cara memberikan maaf atas segala kesalahan. ‍‍‍‍‍‌‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍‍ ‌‌‍‍‌‌ ‌‌‌ ‍‍‍ ۚ ‍ ‍‍‍ ‍‌‌‌ ‌‍
Waradda Allāhu Al-Ladhīna Kafarū Bighayžihim Lam Yanālū Khayan ۚ Wa Kafá Allāhu Al-Mu'uminīna Al-Qitāla ۚ Wa Kāna Allāhu Qawīyāan `Azīzāan 033-025 Allah memulangkan kembali orang-orang yang bersekutu untuk memerangi Rasulullah dengan hati penuh kemarahan. Mereka tidak mendapatkan kebaikan apa pun, baik berupa kemenangan atau harta rampasan perang. Allah telah menyelamatkan kaum Mukmin dari kekejaman perang dengan dikirimkannya angin dan para malaikat. Allah Mahakuat dalam mewujudkan kehendak-Nya, dan Mahaperkasa yang tidak tertundukkan oleh kekuatan apa pun. ‌‍‌‌ ‍‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‌ۚ ‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ۚ ‌‍‍‍ ‍‌ ‌
Wa 'Anzala Al-Ladhīna Žāharūhum Min 'Ahli Al-Kitābi Min Şayāşīhim Wa Qadhafa Fī Qulūbihimu Ar-Ru`ba Farīqāan Taqtulūna Wa Ta'sirūna Farīqāan 033-026 Allah telah megusir orang-orang dari kalangan Ahl al-Kitb--yaitu Yahudi Ban Quraizhah--yang telah membantu pasukan sekutu dari benteng pertahanan mereka, dan telah memasukkan rasa gentar ke dalam hati mereka. Kaum lelaki mereka kamu bunuh dan kaum wanitanya kamu jadikan tawanan. ‌‌‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍ ‍‌ ‍ ‌‍‍ ‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‍‌‍‍
Wa 'Awrathakum 'Arđahum Wa Diyārahum Wa 'Amwālahum Wa 'Arđāan Lam Taţa'ūۚ Wa Kāna Allāhu `Alá Kulli Shay'in Qadīrāan 033-027 Kemudian Allah mewariskan untuk kalian hak milik mereka berupa tanah, perumahan, dan kekayaan lain berikut tanah-tanah yang belum pernah terjamah kaki. Allah Swt. Mahakuasa untuk mewujudkan segala yang dikehendaki. ‌‌‌‍ ‌‌‍‍ ‌‌‌‍ ‌‌‌ ‌‌‌‍‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ۚ ‌‍‍‍ ‍ ‌ ‍‍‍
Yā 'Ayyuhā An-Nabīyu Qul Li'zwājika 'In Kuntunna Turidna Al-Ĥayā Ata Ad-Dunyā Wa Zīnatahā Fata`ālayna 'Umatti`kunna Wa 'Usarriĥkunna Saĥāan Jamīlāan 033-028 Wahai Nabi Muhammad, katakan kepada istri-istrimu, "Jika kalian benar-benar menghendaki kenikmatan dan kesenangan hidup duniawi, aku akan menyerahkan sebagian harta yang dapat meringankan beban penderitaan kalian akibat talak, sebagai bentuk kesenangan (mut'ah) bagi kalian. Tetapi aku akan menceraikan kalian dengan cara yang baik." ‍‍‌‌ ‍‍‍ ‌‌‌ ‌‌ ‍‌‍‍‍‍ ‍‍ ‍‌‍‌ ‌‌‌ ‍‍‍‍ ‌‍ ‌‌‍‌‌
Wa 'In Kuntunna Turidna Allāha Wa Rasūlahu Wa Ad-Dāra Al-'Ākhirata Fa'inna Allāha 'A`adda Lilmuĥsināti Minkunna 'Ajan `Ažīmāan 033-029 Namun jika kalian lebih mementingkan cinta Allah dan cinta rasul-Nya, lebih mengutamakan kehidupan akhirat dan rela hidup dalam kesusahan dan penderitaan dunia, maka sesungguhnya Allah telah menyiapkan bagi kalian dan bagi wanita-wanita lain yang berbuat kebajikan suatu balasan yang tidak terkira besarnya. ‌‌ ‍‌‍‍‍‍ ‍ ‌‌‍‍‍‌‌‍‍‍ ‍ ‌‌ ‍‍‍ ‍‌‍‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍
Yā Nisā'a An-Nabīyi Man Ya'ti Minkunna Bifāĥishatin Mubayyinatin Yuđā`af Lahā Al-`Adhābu Đi`fayni ۚ Wa Kāna Dhālika `Alá Allāhi Yasīrāan 033-030 Wahai istri-istri Rasul, jika salah seorang dari kalian melakukan suatu kesalahan atau berbuat dosa yang sangat nyata kekejiannya, maka ia akan mendapatkan tambahan dua kali lipat siksa akibat dosa itu. Dengan kata lain, ia akan mendapatkan tiga kali lipat siksa wanita biasa yang melakukan dosa yang sama. Sungguh pekerjaan seperti itu bukan suatu hal yang sulit bagi Allah. ‍‍‌‌ ‍‍‍ ‍‌ ‍‌‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍ ‌ ‍‍‌ ‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍ ۚ ‌ ‌ ‍ ‍
Wa Man Yaqnut Minkunna Lillāh Wa Rasūlihi Wa Ta`mal Şāliĥāan Nu'utihā 'Ajrahā Marratayni Wa 'A`tadnā Lahā Rizqāan Karīmāan 033-031 Dan apabila salah seorang dari kalian tetap teguh dan tunduk pada Allah dan rasul-Nya serta berbuat kebajikan, maka Allah akan memberikan pahala dua kali lipat kebaikan itu. Dan Kami akan menyediakan baginya rezeki yang sangat besar. ‍‌‍‍‍ ‍‌‍‍‍‍ ‌‌‍‌ ‍‌ ‌‍‍‌ ‍‍‍‍ ‌‌‍‌ ‌ ‌‍‍‌‌ ‍
Yā Nisā'a An-Nabīyi Lastunna Ka'aĥadin Mina An-Nisā' ۚ 'Ini Attaqaytunna Falā Takhđa`na Bil-Qawli Fayaţma`a Al-Ladhī Fī Qalbihi Marađun Wa Qulna Qawlāan Ma`rūfāan 033-032 Wahai istri-istri Rasul, sesungguhnya keutamaan dan kedudukan kalian itu tidak seperti wanita pada umumnya. Jika kalian bertakwa, maka janganlah bersikap terlalu lembut dan terlalu lunak dalam bertutur sehingga dapat menarik perhatian orang yang hatinya kotor. Berbicaralah secara wajar dan tidak dibuat- buat. ‍‍‌‌ ‍‍‍ ‍ ‍‍‍‍‌‌ ‌ ۚ ‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍ ‍‍‌ ‌‍‌ ‌
Wa Qarna Fī Buyūtikunna Wa Lā Tabarrajna Tabarruja Al-Jāhilīyati Al-'Ūlá ۖ Wa 'Aqimna Aş-Şalāata Wa 'Ātīna Az-Zakāata Wa 'Aţi`na Allāha Wa Rasūlahu~ ۚ 'Innamā Yurīdu Allāhu Liyudh/hiba `Ankumu Ar-Rijsa 'Ahla Al-Bayti Wa Yuţahhirakum Taţrāan 033-033 Tetaplah berada di rumah. Jangan meninggalkan tempat tinggal kecuali jika ada kepentingan yang dibenarkan oleh Allah yang mengharuskan kalian keluar rumah. Jangan memperlihatkan keindahan dan perhiasan kalian kepada kaum lelaki jika kalian berada di luar, seperti yang pernah dilakukan oleh orang-orang Jahiliah dahulu. Laksanakan salat dengan sempurna, tunaikan zakat, laksanakan segala perintah Allah dan Rasul serta tinggalkan segala yang dilarang. Dengan perintah dan larangan itu Allah bermaksud memberikan kehormatan dan kemuliaan kepada kalian. ‍ ‍ ‌‌ ‍ ‍‍‌‌ ۖ ‌‌‍‍‍‍ ‌‌‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌‌‍‍ ‌‌‍~ ۚ‍‌ ‍‍‍‍‍‌ ‍ ‍‌‍‍‍ ‌ ‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‍
Wa Adhkurna Mā Yutlá Fī Buyūtikunna Min 'Āyāti Allāhi Wa Al-Ĥikmati ۚ 'Inna Allāha Kāna Laţīfāan Khabīrāan 033-034 Dan hafallah ayat-ayat al-Qur'n yang diturunkan dan diperdengarkan di rumah kalian. Catatlah ketegasan-ketegasan hukum yang pernah diucapkan Rasulullah. Allah Maha Mengetahui rahasia dan hakikat segala sesuatu, maka berhati-hatilah jangan sampai menyalahi perintah Allah dan mendurhakai rasul-Nya. ‌‌ ‌ ‌ ‍ ‍‌ ‌‍‍‍ ‍ ‌ ۚ ‍ ‍‍‍‍‍‍‌ ‍‍
'Inna Al-Muslimīna Wa Al-Muslimāti Wa Al-Mu'uminīna Wa Al-Mu'umināti Wa Al-Qānitīna Wa Al-Qānitāti Wa Aş-Şādiqīna Wa Aş-Şādiqāti Wa Aş-Şābirīna Wa Aş-Şābirāti Wa Al-Khāshi`īna Wa Al-Khāshi`āti Wa Al-Mutaşaddiqīna Wa Al-Mutaşaddiqāti Wa Aş-Şā'imīna Wa Aş-Şā'imāti Wa Al-Ĥāfižīna Furūjahum Wa Al-Ĥāfižāti Wa Adh-Dhākirīna Allāha Kathīrāan Wa Adh-Dhākirāti 'A`adda Allāhu Lahum Maghfiratan Wa 'Ajan `Ažīmāan 033-035 Sesungguhnya kaum lelaki dan wanita yang tunduk, percaya pada Allah dan Rasul-Nya, melakukan ketaatan, jujur dalam perkataan, perbuatan dan niat, tabah dalam menghadapi cobaan dalam berjuang di jalan Allah, merendahkan diri, menyedekahkan sebagian harta bagi orang yang membutuhkan, melakukan puasa wajib dan sunnah, menjaga kemaluan dari hal-hal yang dilarang, serta berzikir pada Allah dengan hati dan lisan, niscaya Allah akan memberikan pengampunan bagi segala dosa dan pahala yang besar atas perbuatan baik mereka. ‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‍‌‍‍‍ ‌‍‍‍‌‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‌‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌ ‌‍‍‍‌‍‍‍‍‍ ‍‌ ‌‍‌‍‌ ‌‌ ‍ ‍‍‍‍‍ ‌ ‌‌‍‌‌ ‍‍‍
Wa Mā Kāna Limu'uminin Wa Lā Mu'uminatin 'Idhā Qađá Allāhu Wa Rasūluhu~ 'Aman 'An Yakūna Lahumu Al-Khiyaratu Min 'Amrihim ۗ Wa Man Ya`şi Allāha Wa Rasūlahu Faqad Đalla Đalālāan Mubīnāan 033-036 Tidak sepantasnya bagi orang-orang beriman, baik lelaki maupun wanita, untuk mencari pilihan hukum lain, jika Allah dan Rasul telah menetapkan hukum atas suatu persoalan. Barangsiapa menyalahi ketentuan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah berada pada jalan yang sangat jauh dari kebenaran. ‌ ‍‍‍ ‌ ‌‌ ‌‌ ‌‌‌‌ ‍‍‍‌ ‍ ‌‌‍~ ‌‌‌ ‌‌‍‍ ‍‍‍‍ ‍‌ ‌‍ ۗ ‌‍‌ ‍ ‌‌‍‍‍
Wa 'Idh Taqūlu Lilladhī 'An`ama Allāhu `Alayhi Wa 'An`amta `Alayhi 'Amsik `Alayka Zawjaka Wa Attaqi Allāha Wa Tukhfī Fī Nafsika Mā Al-Lahu Mubdīhi Wa Takhshá An-Nāsa Wa Allāhu 'Aĥaqqu 'An Takhshāhu ۖ Falammā Qađá Zaydun Minhā Waţaan Zawwajnākahā Likay Lā Yakūna `Alá Al-Mu'uminīna Ĥarajun Fī 'Azwāji 'Ad`iyā'ihim 'Idhā Qađaw Minhunna Waţaan ۚ Wa Kāna 'Amru Allāhi Maf`ūlāan 033-037 Ingatlah, wahai Muhammad, saat dirimu berkata pada Zaid bin Hritsah, seorang yang telah mendaptkan karunia Islam (menjadi muslim) dari Allah Swt. dan nikmat pengasuhan dan pemerdekaan darimu, "Pertahankan istrimu, Zainab binti Jahsy. Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah dalam mempergauli istrimu!" Sementara di dalam hati kamu menyembunyikan sesuatu yang kelak akan diperlihatkan oleh Allah, yaitu bahwa Zaid akan menceraikan istrinya dan kamu akan mengawini jandanya, tapi dirimu takut khalayak ramai akan mengejekmu. Padahal sesungguhnya hanya Allah yang pantas kamu takuti, meskipun hal itu berat bagimu. Maka di saat Zaid menyudahi hubungan perkawinan dengan menceraikan istrinya, sebagai cara untuk mengatasi kesempitan hidup bersamanya, Kami kawinkan kamu dengan wanita itu. Dengan begitu, dirimu menjadi teladan bagi penghapusan sebuah tradisi rendah, sehingga orang-orang muslim tidak merasa bersalah jika mengawini wanita bekas istri anak angkat yang telah diceraikan. Dan sungguh segala yang dikehendaki oleh Allah pasti akan terjadi. ‌‌‌ ‍‍‍ ‌‌‍ ‍‍‍‍ ‌‌‌‍ ‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍ ‌‌ ‌ ‍ ‌‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍ ‌‍ ‌‌‍‍‍‍‍‍ ۖ‍‍‍‌ ‍‍‍‌ ‌‌ ‍‌‍‍‍‌ ‌‍‍‌‌‌ ‌‌‍‌ ‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‍‌ ‍ ‌‌‌‍‍‌‍‍ ‌‌‌‌ ‍‍‍‌‌ ‍‌‍‍‍‍ ‌‍‍‌ۚ ‌‍‍‍ ‌‌
Mā Kāna `Alá An-Nabīyi Min Ĥarajin Fīmā Farađa Allāhu Lahu ۖ Sunnata Allāhi Fī Al-Ladhīna Khalaw Min Qablu ۚ Wa Kāna 'Amru Allāhi Qadaan Maqan 033-038 Tidak ada dosa atas diri nabi untuk melakukan apa saja yang diperintahkan Allah. Dia telah menetapkan hukum-Nya pada para rasul terdahulu bahwa Dia tidak akan melarang hal-hal yang diperbolehkan untuk mereka. Apa saja yang telah ditetapkan Allah merupakan suatu kepastian. ‌ ‍‍‍‍‍‍ ‍‌‌ ‌ ‍ ‍ ‍ ۖ‍‍‍‍‍‍‌‌ ‍‌ ‍‍ۚ ‌‍‍‍ ‌‌ ‍‌‌‌ ‍‍‍‍‌‌‌
Al-Ladhīna Yuballighūna Risālāti Allāhi Wa Yakhshawnahu Wa Lā Yakhshawna 'Aĥadāan 'Illā Al-Laha ۗ Wa Kafá Billāhi Ĥasībāan 033-039 Yaitu orang-orang yang menyampaikan pesan-pesan suci Allah kepada umat manusia sebagaimana adanya saat diturunkan. Orang-orang yang takut hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain. Cukuplan Allah yang menjaga dan yang memperhitungkan. ‍‍‍‍ ‍‍‍ ‍ ‌‍‍‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍‍‍ ‌‌‌‌ ‌‌ ۗ ‌‌ ‍
Mā Kāna Muĥammadun 'Abā 'Aĥadin Min Rijālikum Wa Lakin Rasūla Allāhi Wa Khātama An-Nabīyīna ۗ Wa Kāna Allāhu Bikulli Shay'in `Alīmāan 033-040 Muhammad bukanlah bapak dari laki-laki mana pun dari kalangan kalian. Muhammad adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Menjadi tugas Muhammad untuk mengemban misi kerasulannya sebagaimana diperintahkan oleh Allah tanpa merasa takut pada siapa pun. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. . ‌ ‍‍‍‍‍‍‌ ‌‍‌ ‌‌ ‍‌ ‌‍‌ ‌‍‍‍ ‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍ۗ ‌‍‍‍ ‍ ‍
Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Adhkurū Allaha Dhikan Kathīrāan 033-041 Wahai orang-orang yang beriman, pujilah Allah dengan bermacam pujian yang baik dan perbanyaklah pujian pada-Nya. Sucikanlah Allah dari segala sifat yang tidak layak bagi diri-Nya sejak dini hari hingga akhir malam. ‌ ‌‌ ‍‍‍‍ ‌‌‌‍ ‌‌‌‌ ‍
Wa Sabbiĥūhu Bukratan Wa 'Aşīlāan 033-042 Wahai orang-orang yang beriman, pujilah Allah dengan bermacam pujian yang baik dan perbanyaklah pujian pada-Nya. Sucikanlah Allah dari segala sifat yang tidak layak bagi diri-Nya sejak dini hari hingga akhir malam. ‍‍ ‌ ‌‌‍
Huwa Al-Ladhī Yuşallī `Alaykum Wa Malā'ikatuhu Liyukhrijakum Mina Až-Žulumāti 'Ilá An-Nūri ۚ Wa Kāna Bil-Mu'uminīna Raĥīmāan 033-043 Dialah yang telah berjanji memberikan kelembutan dan kasih sayang-Nya, sementara para malaikat-Nya memohonkan ampunan bagi kalian agar Allah membebaskan kalian dari gelapnya kekufuran dan kesesatan menuju cahaya iman dan ketaatan. Kasih sayang Allah amat besar pada orang-orang yang beriman. ‍‍‍ ‌‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍‍‍‍‌ ۚ ‌‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍
Taĥīyatuhum Yawma Yalqawnahu Salāmun ۚ Wa 'A`adda Lahum 'Ajan Karīmāan 033-044 Kata penghormatan dari Allah di hari perjumpaan mereka dengan-Nya adalah ucapan kedamaian (salm). Allah menyediakan ganjaran yang penuh kemurahan sebagai karunia dari-Nya. ‍‍‍‍ ۚ ‌‌‌ ‌‍‌‌‌ ‍
Yā 'Ayyuhā An-Nabīyu 'Innā 'Arsalnāka Shāhidāan Wa Mubashshirāan Wa Nadhīrāan 033-045 Wahai Muhammad, sesungguhnya Kami mengutus kamu kepada umat manusia dengan membawa misi Islam. Dirimu akan Kami jadikan sebagai saksi kebenaran, pembawa berita gembira bagi orang-orang beriman berupa kebaikan dan pahala yang kelak akan mereka dapatkan. Kami pun kakan menjadikan dirimu sebagai pemberi peringatan kepada orang-orang kafir akan tempat kembali yang buruk bagi mereka. ‌ ‌‌ ‍‍‍ ‌‌ ‌‌‍‍‍‌ ‌‍‌ ‌‍
Wa Dā`īāan 'Ilá Allāhi Bi'idhnihi Wa Sirājāan Munīrāan 033-046 Juga sebagai penyeru seluruh makhluk kepada agama Allah sesuai dengan perintah-Nya. Kamu adalah penerang manusia dari jalan keraguan yang gelap. ‌‌‍‍‍‍‍‌‌ ‌‌ ‍ ‌‍ ‌‍‌ ‍
Wa Bashshiri Al-Mu'uminīna Bi'anna Lahum Mina Allāhi Fađlāan Kabīrāan 033-047 Sampaikanlah berita yang menggembirakan kepada orang-orang beriman bahwa mereka akan mendapatkan tambahan kebaikan di dunia dan di akhirat. ‍‍‍ ‍ ‍‍‍‍‌‌ ‍
Wa Lā Tuţi`i Al-Kāfirīna Wa Al-Munāfiqīna Wa Da` 'Adhāhum Wa Tawakkal `Alá Allāhi ۚ Wa Kafá Billāhi Wa Kīlāan 033-048 Janganlah kamu menaati orang-orang kafir dan munafik. Jangan pula kamu hiraukan kejahatan mereka. Jadikanlah Allah sebagai pelindungmu dari bahaya dan keburukan mereka. Cukuplah Allah sebagai pelindungmu. ‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍ ‌‌ ‌‌‌ ‌ ‌ ۚ ‌‌ ‍‍ ‌
Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū 'Idhā Nakaĥtumu Al-Mu'umināti Thumma Ţallaqtumūhunna Min Qabli 'An Tamassūhunna Famā Lakum `Alayhinna Min `Iddatin Ta`taddūnahā ۖ Famatti`ūhunna Wa Sarriĥūhunna Saĥāan Jamīlāan 033-049 Wahai orang-orang beriman, jika kalian melangsungkan akad nikah dengan salah seorang wanita Mukmin, kemudian kalian menceraikannya sebelum melakukan hubungan suami istri, maka wanita tersebut tidak memiliki masa idah yang wajib ditepati. Berikan sebagian harta kalian untuk menghibur hatinya, dan lepaskan wanita itu dari tempat tinggal kalian dengan cara yang baik. ‌ ‌‌ ‍‍‍‍ ‌‍‌ ‌‌‌‌ ‍‍ ‍‍‍‍‍‍ ‍‌ ‍‍‍ ‌‌ ‌ ‍ ‍‌‌ ‌‌ ۖ ‌‍‌‌
Yā 'Ayyuhā An-Nabīyu 'Innā 'Aĥlalnā Laka 'Azwājaka Al-Lātī 'Ātayta 'Ujūrahunna Wa Mā Malakat Yamīnuka Mimmā 'Afā'a Allāhu `Alayka Wa Banāti `Ammika Wa Banāti `Ammātika Wa Banāti Khālika Wa Banāti Khālātika Al-Lātī Hājarna Ma`aka Wa Amra'atan Mu'uminatan 'In Wahabat Nafsahā Lilnnabīyi 'In 'Arāda An-Nabīyu 'An Yastankiĥahā Khālişatan Laka Min Dūni Al-Mu'uminīna ۗ Qad `Alimnā Mā Farađnā `Alayhim Fī 'Azwājihim Wa Mā Malakat 'Aymānuhum Likaylā Yakūna `Alayka Ĥarajun ۗ Wa Kāna Allāhu Ghafūan Raĥīmāan 033-050 Wahai Muhammad, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagi dirimu istri-istri yang telah kamu berikan maskawin. Kami halakan pula para wanita milikmu yang berasal dari tawanan perang yang telah dikarunikan Allah kepadamu. Kami halalkan bagi dirimu mengawini anak perempuan dari saudara laki-laki ayahmu, anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu, anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang telah berhijrah bersamamu. Kami halalkan pula bagimu wanita Mukmin yang menghibahkan dirinya padamu tanpa mahar, apabila kamu suka dan mau menikahinya. Karunia dari Allah ini hanya khusus bagi dirimu, sedang orang lain tidak berhak mendapatkannya. Kami tahu hukum yang telah Kami wajibkan atas orang-orang beriman mengenai istri dan para wanita yang mereka miliki dari tawanan perang. Kami telah menjelaskan pula berbagai keringanan hukum yang yang secara khusus Kami berikan kepadamu, Muhammad, agar dirimu tidak merasa berat menjalankan apa saja yang telah Kami perintahkan. Allah Maha Mengampuni dosa para hamba-Nya dan Maha Penyayang dengan memberikan berbagai keringanan hukum pada mereka. ‌ ‌‌ ‍‍‍ ‌‌ ‌‌ ‌‌‌‌ ‍‍ ‌‍‍‍‍ ‌‌‍ ‌‌ ‍‍‍‌ ‌‍‍‍‌‌ ‍ ‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍ ‍ ‌‍‍‍ ‍ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍ ‌‌ ‌‌‍‌‌‌ ‍‍‍ ‌‌ ‍‌‍‍‍‌ ‍‍‍‍ ‌ ‍‌‍‍‌ ‍‍‍ۗ ‌ ‌ ‌ ‍‍‌ ‍ ‌‌‌‌ ‌‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍‍‍ ‍ۗ ‌‍‍‍ ‍‌‌‌ ‌‍
Turjī Man Tashā'u Minhunna Wa Tu'uwī 'Ilayka Man Tashā'u ۖ Wa Mani Abtaghayta Mimman `Azalta Falā Junāĥa `Alayka ۚ Dhālika 'Adná 'An Taqarra 'A`yunuhunna Wa Lā Yaĥzanna Wa Yarđayna Bimā 'Ātaytahunna Kulluhunna Wa ۚ Allāhu Ya`lamu Mā Fī Qulūbikum ۚ Wa Kāna Allāhu `Alīmāan Ĥalīmāan 033-051 Kamu, Muhammad, menunda giliran untuk mendekati istri-istrimu sebagaimana kamu suka. Jika ada seorang dari mereka yang mendapatkan giliran belakangan, lalu meminta kepadamu untuk didahulukan, hal itu boleh saja dan kamu tidak berdosa. Diserahkannya aturan penggiliran itu sesuai keinginanmu akan membuat hati mereka merasa senang, tidak berduka dan menjadikan mereka puas dengan pemberian Allah. Dia Maha Mengetahui kerelaan dan kemurkaan hati kalian dalam menerima perintah Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dalam dada dan Maha Lembut pada hamba-Nya dengan tidak menyegerakan datangnya hukuman. ‍‌‍‍‌‌ ‍‌‍‍‍‍ ‌‌ ‌‍‍‍‍ ‍‌‍‍‌‌ ۖ‍‍‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‌ ‌ ‍‍‍‍‍ۚ ‌ ‌‌ ‌‌‍‍‌ ‌‍ ‌‌ ‌‍‍‍‍ ‍‌ ‌‍ ۚۚ ‌‍‍‍ ‍ ‌
Lā Yaĥillu Laka An-Nisā' Min Ba`du Wa Lā 'An Tabaddala Bihinna Min 'Azwājin Wa Law 'A`jabaka Ĥusnuhunna 'Illā Mā Malakat Yamīnuka ۗ Wa Kāna Allāhu `Alá Kulli Shay'in Raqībāan 033-052 Sesudah itu, tidak dihalalkan bagimu wanita selain istrimu. Kamu juga tidak diperbolehkan menceraikan istri-istrimu dan mengganti mereka dengan mengawini wanita lain, meskipun dirimu tertarik oleh kecantikannya. Tapi Allah menghalalkan bagimu budak-budak wanita yang kamu miliki. Sungguh Allah Mahaperiksa dan Maha Menjaga segala sesuatu. ‍‍‍‍‌‌ ‍‌ ‌ ‌‌ ‌‌ ‍‌ ‌‌‌‍‍‌‌ ‌‌ ‌ ‍ ‌‌ ‌ ۗ ‌‍‍‍ ‍ ‌ ‍‌ ‌‍
Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Lā Tadkhulū Buyūta An-Nabīyi 'Illā 'An Yu'udhana Lakum 'Ilá Ţa`āmin Ghayra Nāžirīna 'Ināhu Wa Lakin 'Idhā Du`ītumdkhulū Fa'idhā Ţa`imtumntashirū Wa Lā Musta'nisīna Liĥadīthin ۚ 'Inna Dhālikum Kāna Yu'udhī An-Nabīya Fayastaĥyi Minkum Wa ۖ Allāhu Lā Yastaĥyi Mina Al-Ĥaqqi ۚ Wa 'Idhā Sa'altumūhunna Matā`āan Fās'alūhunna Min Warā'i Ĥijābin ۚ Dhālikum 'Aţharu Liqulūbikum Wa Qulūbihinna ۚ Wa Mā Kāna Lakum 'An Tu'udhū Rasūla Allāhi Wa Lā 'An Tankiĥū 'Azwājahu Min Ba`dihi~ 'Abadāan ۚ 'Inna Dhālikum Kāna `Inda Allāhi `Ažīmāan 033-053 Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian memasuki rumah nabi kecuali seizin penghuninya saat kalian diundang makan tanpa tinggal berlama-lama sambil menunggu waktu makan tiba. Masuklah hanya apabila nabi mempersilakan kalian. Jika kalian telah disuguhi makanan, segeralah pulang dan jangan saling mengadakan perbincangan. Jika kalian memasuki rumah Rasul tanpa izin atau dengan sengaja berlama- lama mengadakan perbincangan di dalam rumahnya, sebenarnya hal itu sangat menyakiti hatinya. Hanya saja ia malu untuk menyuruh kalian meninggalkan rumahnya. Tapi tidak ada yang menghalangi Allah Swt. untuk menyatakan suatu kebenaran. Apabila kalian bermaksud menanyakan suatu keperluan kepada istri- istri nabi, maka bertanyalah pada mereka dari balik tabir, karena hal itu akan lebih dapat menjaga kesucian hati mereka dan hati kalian sendiri dari godaan setan. Kalian sama sekali tidak dibenarkan menyakiti hati nabi dan--sebagai penghormatan kepada nabi dan istri-istrinya--kalian tidak diperbolehkan mengawini istri- istrinya sesudah ia wafat. Sesungguhnya dalam pandangan Allah tindakan demikian itu merupakan dosa yang besar. (1). (1) Lihat catatan kaki dan komentar pada ayat 58 dan 59 surat al-Nr berkaitan dengan etika berkunjung dan soal keutamaam masjid. ‌ ‌‌ ‍‍‍‍ ‌‌ ‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍ ‍‍‍ ‌‌ ‌‌ ‌ ‌‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍ ‌‍‌ ‌‌‌‌ ‌ ‍‍‌ ‌‌‌ ‍ ‌‍‌‌ ‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‌ۚ ‌ ‍‍‍‍‍‍ ‍‌‍‍ۖ ۚ ‌‌‌‌‌ ‍‌ ‍ ‍‌ ‌‌‍‍‌‌‌ ‍‍‍ۚ ‌ ‌‍‍‍‌ ‍‍‍‍ ‌‍‍‍ ۚ ‌‌ ‍‍‍ ‌‌ ‌‌‌ ‌‍‍‍ ‍ ‌‌ ‌‌ ‍‌‍‍‍‍‌ ‌‌‌‌‍ ‍‌ ‌‌‌ۚ ‌ ‍‍‍ ‍‌‍‍‍‌ ‍ ‍‍‍
'In TubShay'āan 'Aw Tukhfūhu Fa'inna Allāha Kāna Bikulli Shay'in `Alīmāan 033-054 Jika kalian menampakkan atau merahasiakan sesuatu yang dapat menyakiti Rasulullah, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍‌ ‌‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‍ ‍‍‍
Lā Junāĥa `Alayhinna Fī 'Ābā'ihinna Wa Lā 'Abnā'ihinna Wa Lā 'Ikhwānihinna Wa Lā 'Abnā'i 'Ikhwānihinna Wa Lā 'Abnā'i 'Akhawātihinna Wa Lā Nisā'ihinna Wa Lā Mā Malakat 'Aymānuhunna ۗ Wa Attaqīna Allāha ۚ 'Inna Allāha Kāna `Alá Kulli Shay'in Shahīdāan 033-055 Para istri Nabi Muhammad tidak menanggung dosa jika tidak memakai hijab di hadapan bapak, anak, saudara, anak saudara laki-laki mereka, anak saudara perempuan mereka dan di hadapan wanita beriman lainnya juga di hadapan para hamba sahaya yang mereka miliki. Hal yang demikian itu disebabkan oleh adanya kebutuhan yang tidak mungkin dihindari dari masing-masing pihak. Bertakwalah kepada Allah dalam melaksanakan segala perintah dan jangan melampaui batas. Allah Maha Megetahui segalanya dan tidak satu rahasia pun yang samar bagi Allah. ‌ ‍‍‍ ‌‍‍‍ ‌‌ ‌‍‍‍‍ ‌‌ ‌‍‌‍ ‌‌ ‌‍‍‍‍‌‌ ‌‍‌‍ ‌‌ ‌‍‍‍‍‌‌ ‌‍‍‌‍ ‌‌ ‍‍‍ ‌‌ ‌ ‌‍ ۗ‍‍‍‍ۚ ‍ ‍‍‍ ‌ ‍‌ ‌
'Inna Allāha Wa Malā'ikatahu Yuşallūna `Alá An-Nabīyi ۚ Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Şallū `Alayhi Wa Sallimū Taslīmāan 033-056 Allah telah melimpahkan kasih sayang dan meridai Nabi-Nya. Para malaikat memanjatkan doa untuknya. Maka, wahai orang-orang beriman, panjatkanlah shalawat dan salam pada nabi. ‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‍ۚ‌ ‌‌ ‍‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍‍ ‌
'Inna Al-Ladhīna Yu'udhūna Allāha Wa Rasūlahu La`anahumu Allāhu Fī Ad-Dunyā Wa Al-'Ākhirati Wa 'A`adda Lahum `Adhābāan Muhīnāan 033-057 Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya dengan cara menentang dan melakukan provokasi untuk mengingkari Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan mengharamkan mereka dari rahmat-Nya. Allah akan menyediakan bagi mereka siksa yang sangat merendahkan keangkuhan mereka itu. ‍‍‍‍ ‌‍‍‌ ‍ ‌‌‍ ‍‌‍‌ ‌‍‍ ‌‌‌ ‌
Wa Al-Ladhīna Yu'udhūna Al-Mu'uminīna Wa Al-Mu'umināti Bighayri Mā Aktasabū Faqadi Aĥtamalū Buhtānāan Wa 'Ithmāan Mubīnāan 033-058 Dan orang-orang yang menyakiti laki-laki atau wanita beriman yang tidak bersalah, melalui ungkapan kata atau perbuatan, mereka akan menanggung dosa lantaran kebohongan itu dan mereka sesungguhnya telah melakukan perbuatan dosa yang teramat buruk. ‍‍‍‍ ‌‍‍‌ ‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍‌ ‌ ‌‌
Yā 'Ayyuhā An-Nabīyu Qul Li'zwājika Wa Banātika Wa Nisā'i Al-Mu'uminīna Yudnīna `Alayhinna Min Jalābībihinna ۚ Dhālika 'Adná 'An Yu`rafna Falā Yu'udhayna ۗ Wa Kāna Allāhu Ghafūan Raĥīmāan 033-059 Wahai Muhammad, perintahkanlah istri-istrimu dan seluruh wanita beriman agar memanjangkan jilbab hingga menutupi sekujur badan. Pakaian dalam bentuk demikian itu akan lebih layak dan lebih benar agar mereka mudah dikenal dan tidak mudah diganggu. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi orang yang meninggalkan dosa. ‌ ‌‌ ‍‍‍ ‌‌‌ ‌ ‌‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍ ‍ ‍‌ ۚ ‌ ‌‌ ‌‌ ‌ ‌ۗ ‌‍‍‍ ‍‌‌‌ ‌‍
La'in Lam Yantahi Al-Munāfiqūna Wa Al-Ladhīna Fī Qulūbihim Marađun Wa Al-Murjifūna Fī Al-Madīnati Lanughriyannaka Bihim Thumma Lā Yujāwirūnaka Fīhā 'Illā Qalīlāan 033-060 Aku bersmpah akan memberikan kekuasaan kepadamu atas orang-orang munafik, orang-orang yang sakit hati dan orang-orang yang menyebarluaskan berita bohong di Madinah, jika tidak menghentikan perbuatan mereka. Kemudian mereka tidak akan menetap di sana bersamamu kecuali hanya sebentar saja. ‍‌ ‍‌‍‍‍‍‍‍‍‍ ‍‌ ‌‍‍ ‍‍‍‍‍ ‍ ‌ ‌‌‌ ‍‌ ‌‌
Mal`ūnīna ۖ 'Aynamā Thuqifū 'Ukhidhū Wa Quttilū Taqtīlāan 033-061 Di bumi mana pun berpijak, mereka berhak untuk dilaknat dan diusir. Mereka pantas untuk ditangkap dan dibunuh. ‍‍‍ۖ ‌‌ ‍‍‍‍‍‌ ‌‍‍‌‌ ‌‍‌ ‍‍‍
Sunnata Allāhi Fī Al-Ladhīna Khalaw Min Qablu ۖ Wa Lan Tajida Lisunnati Allāhi Tabdīlāan 033-062 Allah telah menetapkan sebuah hukum bahwa orang-orang yang bersikap munafik terhadap para nabi dan rasul dan orang-orang yang membangkang, agar mereka itu dibunuh saja, di mana pun mereka berada. Dan kalian tidak akan mendapatkan penggantian hukum yang telah Allah tetapkan. ‍‍‍‍‍‍‌‌ ‍‌ ‍‍ۖ ‌‍‌ ‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍
Yas'aluka An-Nāsu `Ani As-Sā`ati ۖ Qul 'Innamā `Ilmuhā `Inda Allāhi ۚ Wa Mā Yudrīka La`alla As-Sā`ata Takūnu Qarībāan 033-063 Orang-orang bertanya kepadamu, Muhammad, tentang masa datangnya kiamat. Katakan kepada mereka yang bertanya itu, "Pengetahuan tentang hal itu hanya ada pada Allah. Siapa tahu, kalau-kalau hari kiamat itu hampir tiba." ‍‍‍‍ ۖ ‍ ‌‍‌ ‌ ‍‌‍‍‍‌ ۚ ‌‌ ‍‍‍‍‍ ‍‍‍
'Inna Allāha La`ana Al-Kāfirīna Wa 'A`adda Lahum Sa`īrāan 033-064 Allah telah mengharamkan orang-orang kafir dari rahmat-Nya dan telah menyediakan bagi mereka api yang menyala dengan dahsyat. ‍‍‍‍ ‌‌‌ ‍
Khālidīna Fīhā 'Abadāan ۖ Lā Yajidūna Walīyāan Wa Lā Naşīrāan 033-065 Mereka tidak akan pernah bisa beranjak dari neraka selamanya. Mereka tidak akan pernah mendapatkan pelindung atau orang yang bisa menghindarkan mereka dari siksa. ‍‍‍‍ ‍‌ ‌‌ۖ‍‍‌‌ ‌‌ ‍‍‍‍‍
Yawma Tuqallabu Wujūhuhum An-Nāri Yaqūlūna Yā Laytanā 'Aţa`nā Al-Laha Wa 'Aţa`nā Ar-Rasūlā 033-066 Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan di atas api. Dan dengan penuh rasa sesal, mereka mengatakan, "Alangkah baiknya, kalau dulu kami menaati Allah dan Rasul-Nya." ‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‌ ‍‌ ‌‍‍‌ ‍ ‌‌‍‍‌
Wa Qālū Rabbanā 'Innā 'Aţa`nā Sādatanā Wa Kubarā'anā Fa'ađallūnā As-Sabīlā 033-067 Mereka memohon dengan mengatakan, "Wahai Tuhan, kami hanya mengikuti para pemimpin dan pembesar kami dalam usaha mengingkari-Mu dan Rasul-Mu, lalu mereka menjauhkan kami dari jalan yang lurus. ‌ ‌‍‌ ‌‌ ‌‍‍‌ ‌‌ ‌‍‍‌‌‌ ‍‍‌
Rabbanā 'Ātihim Đi`fayni Mina Al-`Adhābi Wa Al-`Anhum La`nāan Kabīrāan 033-068 Wahai Tuhan kami, lipatgandakanlah siksaan mereka. Usirlah mereka dari rahmat-Mu sejauh-jauhnya, sebanding dengan kejahatan yang telah mereka perbuat." ‌ ‌ ‍‍‍‍‍‍‌‍‌‍‍‍ ‌‌ ‍
Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Lā Takūnū Kālladhīna 'Ādhaw Mūsá Fabarra'ahu Allāhu Mimmā Qālū ۚ Wa Kāna `Inda Allāhi Wajīhāan 033-069 Wahai orang-orang beriman, jangan menyakiti hati rasul dengan cara apa pun sebagaimana perlakuan yang diterima Ms dari kaumnya sendiri. Allah telah melepaskan keburukan-keburukan yang telah mereka sandangkan pada diri Ms. Sesungguhnya Ms adalah seorang yang berkedudukan tinggi di sisi Allah. ‌ ‌‌ ‍‍‍‍ ‌‌ ‌ ‍‍‍‍ ‌‌‌‌‌ ‌ ‍‍ ‍‍‍‍‌ ۚ ‌‍‍‍ ‍‌‍‍‍‌ ‍ ‌
Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Attaqū Allaha Wa Qūlū Qawlāan Sadīdāan 033-070 Wahai orang-orang beriman, takutlah akan hukuman Allah jika kalian mendurhakai-Nya. Ucapkanlah perkataan yang benar dan lurus. ‌ ‌‌ ‍‍‍‍ ‌‍‍‍ ‌‍‍‌‌ ‌
Yuşliĥ Lakum 'A`mālakum Wa Yaghfir Lakum Dhunūbakum ۗ Wa Man Yuţi`i Allāha Wa Rasūlahu Faqad Fāza Fawzāan `Ažīmāan 033-071 Niscaya Allah akan memberikan perkenan-Nya bagi kalian untuk melakukan kebajikan-kebajikan dan menghapuskan dosa kalian. Siapa saja yang takut pada Allah dan Rasul-Nya, sungguh telah mendapatkan kemenangan yang besar, selamat dari hukuman dan akan mendapatkan pahala. ‍ ‌ ‌‍‍‍‍‍‌ ‌ ۗ ‌‍‌‍‍‍ ‌‌‍‍‍‌ ‍‍‍‌‌ ‌‌‌ ‍‍‍
'Innā `Arađnā Al-'Amānata `Alá As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa Al-Jibāli Fa'abayna 'An Yaĥmilnahā Wa 'Ashfaqna Minhā Wa Ĥamalahā Al-'Insānu ۖ 'Innahu Kāna Žalūmāan Jahūlāan 033-072 Kami telah menawarkan kepada bumi, langit dan gunung untuk mengemban tugas-tugas keagamaan. Tapi mereka tidak bersedia melaksanakan misi itu karena takut. Tetapi manusia menyanggupinya. Sungguh manusia itu sangat zalim pada diri sendiri dan tidak mengetahui kemampuan dirinya. ‍‌ ‍‍‌ ‍‌‍‍‌‌‍‍‍‍‍‍ ‌‌ ‌ ‌‌‍‍‍‍ ‍‌‍‍‍‌ ‌‌ ‍‍‍‍ ۖ‍‍ ‍‌
Liyu`adhdhiba Allāhu Al-Munāfiqīna Wa Al-Munāfiqāti Wa Al-Mushrikīna Wa Al-Mushrikāti Wa Yatūba Allāhu `Alá Al-Mu'uminīna Wa Al-Mu'umināti ۗ Wa Kāna Allāhu Ghafūan Raĥīmāan 033-073 Agar Allah menjatuhkan siksa atas orang-orang munafik, baik laki-laki maupun wanita, dan orang-orang musyrk, baik laki-laki maupun wanita. Juga agar Allah menerima pertobatan orang-orang beriman, baik laki-laki maupun wanita. Allah Mahabanyak ampunan-Nya dan Mahaluas kasih sayang-Nya. ‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍ ‌‍‍‍ ‍ ‌ ‍‍‍‍ ‌‍‍ ۗ ‌‍‍‍ ‍‌‌‌ ‌‍
Toggle thick letters. Most people make the mistake of thickening thin letters in the words that have other (highlighted) thick letter Toggle to highlight thick letters
Next Sūrah