Roman Script    Reciting key words            Previous Sūrah    Quraan Index    Home  

30) Sūrat Ar-Rūm

Printed format

30)

Toggle thick letters. Most people make the mistake of thickening thin letters in the words that have other (highlighted) thick letter Toggle to highlight thick letters
'Alif-Lām-Mīm 030-001 [[30 ~ AR-RUM (BANGSA ROMAWI) Pendahuluan: Makkiyyah, 60 ayat ~ Surat ini dimulai dengan menyebutkan tentang kekalahan bangsa Romawi dan janji Allah kepada orang-orang yang beriman bahwa Dia akan menolong mereka dari orang-orang Persia. Kemudian menyeru untuk merenungkan ciptaan Allah dan berjalan di muka bumi agar orang-orang Mukmin itu mengetahui kesudahan orang-orang kafir yang telah memakmurkan bumi lebih daripada orang-orang Quraisy. Surat ini juga menampakkan keadaan manusia pada hari kiamat dan mengagungkan perbuatan orang-orang Mukmin yang menyucikan Allah dan menyembah kepada-Nya semata pada pagi, malam, siang dan sore hari. Di samping itu juga mengingatkan pada bukti-bukti keesaan Allah berupa pergantian siang dan malam, perbedaan bahasa serta fenomena alam semesta di langit dan bumi. Surat ini memberikan perumpamaan yang menunjukkan kebatilan perbuatan syirik dan mengingatkan manusia akan penciptaan mereka dan nikmat Allah kepada mereka. Selain itu, surat ini juga menegaskan sendi-sendi keluarga dan masyarakat dan memperhatikan tentang penurunan syariat, sehingga mengharamkan riba dan mensyariatkan zakat serta menyuruh untuk berbakti kepada kedua orangtua. Kemudian Allah menyebutkan nikmat-Nya atas hamba-hamba-Nya dan menyeru mereka untuk taat beragama. Dia mengarahkan pandangan mereka kepada keajaiban-keajaiban yang ada di alam semesta yang menunjukkan kekuatan dan kekuasaan-Nya. Dia juga menerangkan tentang perkembangan manusia sampai mencapai usia senja. Ayat-ayat terakhir pada surat ini mengisyaratkan tentang hari kiamat dan kekufuran orang-orang musyrik kepadanya. Kemudian ditutup dengan nasihat kepada Rasulullah untuk selalu tetap dalam kebenaran dan bersabar atas apa yang menimpanya, karena sesungguhnya janji Allah pasti akan datang.]] Alif, Lm, Mm. Surat yang dimulai dengan ayat ini bermaksud untuk menjelaskan bahwa al-Qur'n terdiri atas huruf-huruf yang dapat diucapkan oleh orang-orang Arab dengan mudah dan jelas. Meskipun demikian, orang-orang yang mengingkarinya tidak mampu mendatangkan sesuatu yang semisalnya. Di samping itu, huruf-huruf ini juga menggugah manusia untuk mendengarkan dan membawa mereka untuk mempercayai ajaran-ajaran Nabi Muhammad saw (1). (1) Ayat-ayat 1 sampai 4 surat ini mengisyaratkan dua peristiwa, yang pertama benar-benar telah terjadi dan kedua belum terjadi. Yang kedua ini berupa kabar tentang hal-hal gaib (dan telah ditentukan terjadinya di antara tiga sampai tujuh tahun). Perincian peristiwa pertama bahwa orang-orang Persia dan Bezantium bertikai satu sama lain dalam suatu pertempuran di negeri Syam pada masa Kisra Abroiz atau Kisra Dua, Raja Persia yang dikenal di kalangan kaum Arab dengan Kisra dan masa Heraklius Muda, Kaisar Romawi yang dikenal di kalangan kaum Arab dengan Heraql. Pada tahun 614, Persia menguasai Anthakia, kota terbesar di bagian timur imperium Romawi. Kemudian menguasai Damaskus dan mengepung kota Bait al-Maqdis, sampai kemudian merebutnya, membakarnya, merampok serta membantai penduduknya. Api melahap gereja al-Qiymah dan para penyerang itu menguasai Salib dan memindahkannya ke ibukota mereka. Hati orang-orang Nasrani sangat takut dengan bencana yang sangat mengerikan ini. Dan pada saat kekalahan ini menjadi sumber kegembiraan bagi orang-orang musyrik Mekkah dan penyebab ejekan mereka kepada orang-orang muslim--karena orang-orang Romawi adalah Ahl al-Kitb sebagaimana sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw., dan orang-orang Persia bukan Ahl al-Kitb seperti orang-orang musyrik--maka Allah menurunkan ayat-ayat yang jelas ini kepada Nabi Muhammad untuk memberikan kabar gembira kepada mereka dengan kemenangan Ahl al-Kitb dan kegembiraan mereka, dan juga dengan kekalahan orang-orang musyrik dan kesudahan mereka yang buruk dalam jangka waktu yang telah ditentukan beberapa tahun setelahnya. Perincian kejadian kedua adalah bahwa Heraklius, Kaisar Romawi dan tentaranya yang telah menderita kekalahan, belum merasa putus asa untuk meraih kemenangan. Maka dari itu, ia segera mempersiapkan dirinya untuk pertempuran yang akan menghapus kehinaan dari kekalahannya. Pada tahun 622 M (tahun pertama Hijriah), ia memaksa Persia untuk melakukan pertempuran di Armenia, dan kemenangan ada di pihak Romawi. Kemenangan ini adalah sebagai pembukaan dari kemenangan-kemenangan Romawi selanjutnya atas Persia. Begitulah kemenangan Ahl al-Kitb atas orang-orang musyrik, sehingga terwujudlah kabar gembira yang dibawa al-Qur'n. Dan juga terdapat kejadian ketiga yang dapat dipahami dari konteks ayat-ayat ini yang menjadi pembangkit rasa gembira orang-orang muslim, yaitu kemenangan mereka atas orang-orang musyrik Quraisy pada Perang Badar yang terjadi pada hari Jumat, 17 Ramadan tahun 2 Hijriah atau tahun 624 Masehi. --
Ghulibati Ar-Rūmu 030-002 Persia mengalahkan Romawi pada tempat terdekat dengan orang-orang Arab, yaitu perbatasan Syam. Setelah kekalahan ini, mereka akan mengalahkan Persia. ‍‌
Fī 'Ad Al-'Arđi Wa Hum Min Ba`di Ghalabihim Sayaghlibūna 030-003 Persia mengalahkan Romawi pada tempat terdekat dengan orang-orang Arab, yaitu perbatasan Syam. Setelah kekalahan ini, mereka akan mengalahkan Persia. ‌‍ ‌ ‍‌‍ ‍‍‍
Fī Biđ`i Sinīna ۗ Lillāh Al-'Amru Min Qablu Wa Min Ba`du ۚ Wa Yawma'idhin Yafraĥu Al-Mu'uminūna 030-004 Sebelum berlalu sembilan tahun, pada saat itu orang-orang musyrik telah bergembira dengan kemenangan Persia dan mengatakan kepada orang-orang muslim, "Kami akan mengalahkan kalian sebagaimana Persia mengalahkan Romawi, para Ahl al-Kitb." Allah mewujudkan janji-Nya, sehingga Romawi mendapatkan kemenangan atas Persia pada waktu yang telah ditentukan-Nya. Hal ini adalah bukti yang jelas atas kebenaran Nabi Muhammad saw. dalam seruan dan dakwahnya. Segala urusan dan keputusan adalah milik Allah sebelum dan sesudahnya. Dan pada hari ketika orang-orang Romawi mendapatkan kemenangan atas Persia, orang-orang Mukmin bergembira berkt pertolongan Allah yang menguatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia Mahaunggul atas musuh-musuh-Nya dan Maha Penyayang terhadap wali-wali-Nya. ‍‍‍ ‍‍‍‍ۗ ‌ ‍‌ ‍‍‍ ‌‍‌ۚ‌ ‍
Binaşri Allāhi ۚ Yanşuru Man Yashā'u ۖ Wa Huwa Al-`Azīzu Ar-Raĥīmu 030-005 Sebelum berlalu sembilan tahun, pada saat itu orang-orang musyrik telah bergembira dengan kemenangan Persia dan mengatakan kepada orang-orang muslim, "Kami akan mengalahkan kalian sebagaimana Persia mengalahkan Romawi, para Ahl al-Kitb." Allah mewujudkan janji-Nya, sehingga Romawi mendapatkan kemenangan atas Persia pada waktu yang telah ditentukan-Nya. Hal ini adalah bukti yang jelas atas kebenaran Nabi Muhammad saw. dalam seruan dan dakwahnya. Segala urusan dan keputusan adalah milik Allah sebelum dan sesudahnya. Dan pada hari ketika orang-orang Romawi mendapatkan kemenangan atas Persia, orang-orang Mukmin bergembira berkt pertolongan Allah yang menguatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia Mahaunggul atas musuh-musuh-Nya dan Maha Penyayang terhadap wali-wali-Nya. ‍‍‌ ۚ ‍‌‍‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‌‌ ۖ ‌‌ ‍‍‍‍‌
Wa`da Allāhi ۖ Lā Yukhlifu Allāhu Wa`dahu Wa Lakinna 'Akthara An-Nāsi Lā Ya`lamūna 030-006 Allah menjanjikan kepada orang-orang Mukmin dengan janji yang benar. Dia tidak akan mengingkari janji-Nya, tetapi orang-orang yang membangkang tidak akan dapat mengetahui segala urusan dengan benar. ۖ ‌ ‍‍‍‍ ‌ ‌‍ ‌‍‍‍‍‍
Ya`lamūna Žāhirāan Mina Al-Ĥayāati Ad-Dunyā Wa Hum `Ani Al-'Ākhirati Hum Ghāfilūna 030-007 Mereka hanya mengetahui segala urusan dan cara untuk membangun kehidupan dunia serta bagaimana menikmati keindahannya. Sedangkan tentang bekal untuk akhirat, mereka sangat bodoh dan lalai. ‍‍ ‍‍‍‍ ‍‌‍‌ ‌ ‍‍
'Awalam Yatafakkarū Fī 'Anfusihim ۗKhalaqa Allāhu As-Samāwāti Wa Al-'Arđa Wa Mā Baynahumā 'Illā Bil-Ĥaqqi Wa 'Ajalin Musamman ۗ Wa 'Inna Kathīrāan Mina An-Nāsi Biliqā'i Rabbihim Lakāfirūna 030-008 Apakah mata dan kalbu mereka telah dilemahkan sehingga mereka tidak dapat berpikir tentang diri mereka untuk mengetahui kesudahan mereka? Allah tidak akan menciptakan langit dan bumi dan planet- planet serta yang lainnya kecuali dengan sungguh-sungguh dan untuk jangka waktu yang telah ditentukan. Sesungguhnya kebanyakan manusia membangkang dalam hal pertemuannya dengan Allah dan datangnya hari kiamat. ‌ ‌‌ ‍ ‌‌ۗ‍‍ ‍‌‍‍‌‌‍ ‌‌ ‍‌ ‌‌ ‍ ‌‌‌ ‍‍‍ۗ ‌‌‍‍‍‍‍‍‌‌ ‌‍
'Awalam Yasīrū Fī Al-'Arđi Fayanžurū Kayfa Kāna `Āqibatu Al-Ladhīna Min Qablihim ۚ Kānū 'Ashadda Minhum Qūwatan Wa 'Athārū Al-'Arđa Wa `Amarūhā 'Akthara Mimmā `Amarūhā Wa Jā'at/hum Rusuluhum Bil-Bayyināti ۖ Famā Kāna Allāhu Liyažlimahum Wa Lakin Kānū 'Anfusahum Yažlimūna 030-009 Apakah mereka menetap di negeri mereka dan tidak berjalan di muka bumi untuk menyaksikan bagaimana kesudahan orang-orang yang kafir sebelum mereka? Orang-orang kafir yang ada sebelum mereka itu lebih kuat dari mereka. Mereka telah mengolah bumi untuk mengeluarkan air, barang tambang dan hasil pertanian yang ada di dalamnya, juga telah membangun bumi lebih daripada yang dilakukan oleh orang-orang kafir yang ada sekarang. Dan rasul-rasul Allah telah datang dengan membawa berbagai mukjizat yang jelas kepada mereka, lalu mereka mengingkarinya. Maka Allah menimpakan siksa kepada mereka, karena Dia tidak akan memberikan balasan kepada mereka tanpa adanya dosa yang telah mereka lakukan, atau sebelum memberikan peringatan dan waktu kepada mereka. Sesungguhnya merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. ‌ ‌‌‍ ‍‌‍‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍ ‍‍‍‍ ‍‌ ‍‍ۚ‌ ‌‌ ‍‌‍‍ ‌ ‌‌‌‌‌‍ ‌‌‍‌ ‌‍‌ ‍‍‍‍‌ ‌‌ ‌‍‍‍‌ ‌ ‍‍‍ ۖ ‌ ‍‍‍ ‍ ‍‍‍‍ ‌‍‌‌ ‌‌‍ ‍‍‍
Thumma Kāna `Āqibata Al-Ladhīna 'Asā'ū As-Sū'á 'An Kadhdhabū Bi'āyāti Allāhi Wa Kānū Bihā Yastahzi'ūn 030-010 Kemudian, kesudahan orang-orang yang melakukan bermacam-macam kejahatan adalah sikap kufur dan memperolok-olok terhadap ayat-ayat Allah. ‍‍ ‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‌‌‌ ‍‍‍‍‌ ‌‌ ‌ ‍‍‍ ‍ ‌‌ ‌ ‍‍‍
Al-Lahu Yabda'u Al-Khalqa Thumma Yu`īduhu Thumma 'Ilayhi Turja`ūna 030-011 Allah menciptakan manusia sejak permulaan, kemudian mengembalikan penciptaan itu setelah mereka mati, lalu hanya kepada-Nya mereka kembali untuk dihitung dan diberi balasan. ‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍ ‌‍‍‍
Wa Yawma Taqūmu As-Sā`atu Yublisu Al-Mujrimūna 030-012 Pada hari ketika kiamat telah datang, orang-orang kafir merasa putus asa untuk membela diri mereka. ‍‍ ‍ ‍‍‍‍‍
Wa Lam Yakun Lahum Min Shurakā'ihim Shufa`ā'u Wa Kānū Bishurakā'ihim Kāfirīna 030-013 Mereka tidak mempunyai penolong-penolong yang dahulu mereka sembah dan menjadikan mereka kafir. ‍‌ ‍‌‍‍‍‍‌‌ ‌‌ ‍‍‍
Wa Yawma Taqūmu As-Sā`atu Yawma'idhin Yatafarraqūna 030-014 Dan pada hari ketika kiamat datang, setiap kelompok pergi menuju ke tempat kembali mereka yang abadi. ‍‍ ‌ ‍‍‍
Fa'ammā Al-Ladhīna 'Āmanū Wa `Amilū Aş-Şāliĥāti FahumRawđatin Yuĥbarūna 030-015 Adapun orang-orang yang beriman dan menggabungkan keimanan mereka itu dengan amal saleh, maka mereka berada di dalam surga yang di dalamnya terdapat pepohonan dan bunga-bunga. Bergembira dan senang. ‍‌ ‍‍‍‍ ‌‌ ‌‍‍‍‍‍‍ ‌‍‌‍‌ ‌
Wa 'Ammā Al-Ladhīna Kafarū Wa Kadhdhabū Bi'āyātinā Wa Liqā'i Al-'Ākhirati Fa'ūlā'ika Fī Al-`Adhābi Muĥđarūna 030-016 Sedangkan orang-orang yang kafir dan mengingkari ayat-ayat Kami, kebangkitan serta perhitungan, maka mereka akan berada di dalam siksa. Mereka hidup di dalamnya dan tidak akan meninggalkannya. ‍‌ ‍‍‍‍ ‌‌ ‌‌ ‌ ‌‍‍‍‌‌ ‍‍ ‍‍‌‍‍‍ ‍‍‌‍‍‍‌
Fasubĥāna Allāhi Ĥīna Tumsūna Wa Ĥīna Tuşbiĥūna 030-017 Maka, sucikanlah Allah dari segala yang tidak sesuai dengan keagungan dan kesempurnaan-Nya. Sembahlah Dia ketika kalian memasuki waktu sore dan pagi. ‍‍‍‍‍‍ ‍ ‍‍‍‍‍ ‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍ ‍‍‍
Wa Lahu Al-Ĥamdu Fī As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa `Ashīyāan Wa Ĥīna Tužhirūna 030-018 Allah semata yang berhak atas pujian dan ucapan syukur dari penghuni langit dan bumi. Maka sembahlah Dia di malam hari, dan ketika kalian memasuki waktu siang. ‍‌‍‍‌‌‍‌ ‌‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‌
Yukhriju Al-Ĥayya Mina Al-Mayyiti Wa Yukhriju Al-Mayyita Mina Al-Ĥayyi Wa Yuĥyī Al-'Arđa Ba`da Mawtihā ۚ Wa Kadhalika Tukhrajūna 030-019 Dialah yang mengeluarkan makhluk hidup dari sesuatu yang tidak memiliki kehidupan, dan mengeluarkan sesuatu yang tidak memiliki kehidupan dari makhluk hidup. Dialah yang menghidupkan bumi dengan pepohonan setelah sebelumnya tandus dan gersang. Dengan cara mengeluarkan seperti itulah, Allah mengeluarkan kalian dari kubur-kubur kalian. ‌‍‍‍ ‌‍ ‌ ‌ ۚ ‌ ‍‍‍
Wa Min 'Āyātihi~ 'An Khalaqakum Min Turābin Thumma 'Idhā 'Antum Basharun Tantashirūna 030-020 Di antara bukti-bukti kesempurnaan kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia menciptakan asal kalian dari tanah yang sama sekali tidak memiliki kehidupan. Kemudian kalian menjadi manusia yang berpencaran di bumi untuk berusaha mendapatkan apa yang dapat mempertahankan hidup kalian. ‍‌ ‌ ‌‌ ‍‍‍‍‍ ‍‌‍‌‌ ‍ ‌‌‌ ‌‌‍ ‌‌ ‍‌‍‍‍‌
Wa Min 'Āyātihi~ 'An Khalaqa Lakum Min 'Anfusikum 'Azwājāan Litaskunū 'Ilayhā Wa Ja`ala Baynakum Mawaddatan Wa Raĥmatan ۚ 'Inna Fī Dhālika La'āyātin Liqawmin Yatafakkarūna 030-021 Dan di antara tanda-tanda kasih sayang-Nya adalah bahwa Dia menciptakan bagi kalian, kaum laki-laki, istri-istri yang berasal dari jenis kalian untuk kalian cintai. Dia menjadikan kasih sayang antara kalian dan mereka. Sesungguhnya di dalam hal itu semua terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir tentang ciptaan Allah. ‍‌ ‌ ‌‌ ‍‍ ‍‌ ‌‌‍ ‌‌‌‌‌ ‍‌ ‌‌ ‌ ‌ ‌ ‌‌‍ ۚ ‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍‌ ‌
Wa Min 'Āyātihi Khalqu As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa Akhtilāfu 'Alsinatikum Wa 'Alwānikum ۚ 'Inna Fī Dhālika La'āyātin Lil`ālimīna 030-022 Dan di antara tanda-tanda kesempurnaan kekuasaan dan hikmah-Nya, adalah penciptaan langit dan bumi dengan sistem yang sangat indah ini. Juga, termasuk tanda kekuasaan-Nya, perbedaan bahasa dan dialek kalian, serta perbedaan warna kulit kalian, yaitu hitam, putih atau lainnya. Sesungguhnya di dalam hal itu terdapat tanda-tanda yang dapat diambil manfaatnya oleh orang-orang yang memiliki ilmu dan kepahaman. ‍‌ ‌‍ ‍‍ ‍‌‍‍‌‌‍‍ ‌ ‌‌‌ ۚ ‌ ‍‍‍
Wa Min 'Āyātihi Manāmukum Bil-Layli Wa An-Nahāri Wa Abtighā'uukum Min Fađlihi~ ۚ 'Inna Fī Dhālika La'āyātin Liqawmin Yasma`ūna 030-023 Di antara bukti-bukti yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya adalah disediakannya segala sesuatu yang memberikan ketenangan tidur kalian, dan memudahkan kalian dalam mencari rezeki dari karunia-Nya yang luas pada malam dan siang hari. Sesungguhnya di dalam itu semua terdapat bukti-bukti bagi kaum yang dapat mengambil manfaat dari apa yang didengarnya. ‍‌ ‌‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍ۚ ‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍
Wa Min 'Āyātihi Yurīkumu Al-Barqa Khawfāan Wa Ţama`āan Wa Yunazzilu Mina As-Samā'i Mā'an Fayuĥyī Bihi Al-'Arđa Ba`da Mawtihā ۚ 'Inna Fī Dhālika La'āyātin Liqawmin Ya`qilūna 030-024 Di antara bukti-bukti-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepada kalian dari sela-sela awan, agar kalian merasa takut dari petir dan bersama dengan itu kalian mengharapkan hujan turun dari langit untuk menghidupkan bumi setelah mengalami kegersangan dan tandus. Sesungguhnya di dalam hal itu terdapat bukti-bukti bagi kaum yang merenungi segala sesuatu sehingga memahaminya dengan benar. ‍‌ ‌‍ ‌ ‌‍‌ ‌ ‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍‌‌‌‍ ‌ ‍ۚ ‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍
Wa Min 'Āyātihi~ 'An Taqūma As-Samā'u Wa Al-'Arđu Bi'amrihi ۚ Thumma 'Idhā Da`ākum Da`watan Mina Al-'Arđi 'Idhā 'Antum Takhrujūna 030-025 Di antara bukti-bukti kesempurnaan kekuasaan dan hikmah-Nya serta keluasan kasih sayang-Nya adalah berjalannya langit dan bumi dengan perintah Allah sebagaimana yang kalian lihat, yaitu yang berupa kesempurnaan penciptaan dan ketelitian dalam mengurus. Kemudian apabila Dia memanggil kalian untuk bangkit, kalian keluar dari dalam kubur dengan cepat untuk memenuhi panggilan-Nya. ‍‌ ‌ ‌‌‍‍ ‍‍‍‍‌‌ ‌‌‍ ۚ ‌‌‌‌ ‌ ‌ ‌‍ ‌‌‌ ‌‌‍ ‍‍‍
Wa Lahu Man As-Samāwāti Wa Al-'Arđi ۖ Kullun Lahu Qānitūna 030-026 Hanya milik Allah semata penciptaan, kepemilikan dan kepatuhan seluruh penghuni bumi dan langit. Mereka semuanya tunduk kepada Allah. ‍‌ ‍‌‍‍‌‌‍ ۖ ‌ ‍
Wa Huwa Al-Ladhī Yabda'u Al-Khalqa Thumma Yu`īduhu Wa Huwa 'Ahwanu `Alayhi ۚ Wa Lahu Al-Mathalu Al-'A`lá Fī As-Samāwāti Wa Al-'Arđi ۚ Wa Huwa Al-`Azīzu Al-Ĥakīmu 030-027 Allahlah yang memulai penciptaan tanpa contoh sebelumnya, kemudian menghidupkannya kembali setelah mati. Mengembalikan penciptaan adalah lebih mudah bagi-Nya daripada memulainya--kalau dilihat dari sudut pandang dan keyakinan kalian yang mengatakan bahwa mengembalikan sesuatu adalah lebih mudah daripada memulainya. Dia memiliki sifat yang sangat mengagumkan yang tercermin dalam kekuasaan dan hikmah-Nya yang sangat sempurna di langit dan bumi. Dia Mahaunggul dalam kerajaan- Nya dan Mahabijaksana dalam perbuatan dan takdir-Nya. ‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍ ‌‌ ‌ ‍‍‍ۚ ‍‌‍‍‌‌‍ ۚ ‌‌ ‍‍‍‍‌
Đaraba Lakum Mathalāan Min 'Anfusikum ۖ Hal Lakum Min Mā Malakat 'Aymānukum Min Shurakā'a Fī Mā Razaqnākum Fa'antum Fīhi Sawā'un Takhāfūnahum Kakhīfatikum 'Anfusakum ۚ Kadhālika Nufaşşilu Al-'Āyāti Liqawmin Ya`qilūna 030-028 Allah menjelaskan suatu permisalan yang diambil dari diri kalian. Dia memberikan permisalan itu bagi orang yang menjadikan makhluk-Nya sebagai sekutu bagi-Nya. Apakah ada di antara hamba sahaya kalian yang menjadi sekutu bagi kalian dalam hal harta benda dan lainnya yang telah Kami karuniakan kepada kalian, sehingga kalian dan mereka memiliki hak yang sama atas harta itu? Kalian akan takut kepada hamba sahaya itu, sehingga tidak akan melakukan sesuatu atas apa yang kalian miliki tanpa seizinnya, sebagaimana orang-orang merdeka takut terhadap sesama mereka? Apabila kalian tidak menganggapnya sebagai hal yang masuk akal dan tidak akan melakukan hal itu, lalu mengapa kalian menjadikan makhluk- makhluk Allah sebagai sekutu-sekutu bagi-Nya? Dengan perincian seperti inilah, Kami menjelaskan ayat- ayat bagi kaum yang merenungkan permisalan-permisalan. ‌ ‍‌ ‌‌ۖ ‍‌ ‌ ‌ ‍‌‍‍‌‌ ‌ ‌‍‍‍‍ ‌‍ ‍‍‍‍‍‍‌‌‌‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍‍ ‌‌ۚ‍‍‍‍‍‍‌ ‍‍‍
Bal Attaba`a Al-Ladhīna Žalamū 'Ahwā'ahum Bighayri `Ilmin ۖ Faman Yahdī Man 'Ađalla Allāhu ۖ Wa Mā Lahum Minşirīna 030-029 Tetapi orang-orang kafir mengikuti hawa nafsu mereka tanpa mengetahui akibat dari kekufuran mereka. Tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah Allah sesatkan. Tidak ada yang dapat memberi pertolongan dan melindungi mereka dari azab-Nya. ‍‍‍‍‍‌ ‌‍‍‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌ۖ ‍‌ ‍‌ ‌‍ۖ ‌‌ ‍‌
Fa'aqim Wajhaka Lilddīni Ĥanīfāan Fiţrata ۚ Allāhi Allatī Faţara An-Nāsa `Alayhā Lā ۚ Tabdīla Likhalqi Allāhi Dhālika ۚ Ad-Dīnu Al-Qayyimu Wa Lakinna 'Akthara An-Nāsi Lā Ya`lamūna 030-030 Dari itu, luruskanlah wajahmu dan menghadaplah kepada agama, jauh dari kesesatan mereka. Tetaplah pada fitrah yang Allah telah ciptakan manusia atas fitrah itu. Yaitu fitrah bahwa mereka dapat menerima tauhid dan tidak mengingkarinya. Fitrah itu tidak akan berubah. Fitrah untuk menerima ajaran tauhid itu adalah agama yang lurus. Tetapi orang-orang musyrik tidak mengetahui hakikat hal itu. ‍ ‌‍‍‍‍ ‌ۚ‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍‍ۚ ‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‍ ۚ‍‍‍‍‍‍ ‌‍ ‌‍‍‍‍‍
Munībīna 'Ilayhi Wa Attaqūhu Wa 'Aqīmū Aş-Şalāata Wa Lā Takūnū Mina Al-Mushrikīna 030-031 Jadilah kalian orang-orang yang kembali kepada-Nya. Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kalian. Tinggalkanlah apa yang dilarang, dan peliharalah salat, serta janganlah menjadi golongan orang-orang yang menyekutukan Allah. ‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍ ‌‍‍ ‌‌‍‍‍‍ ‌‌
Mina Al-Ladhīna Farraqū Dīnahum Wa Kānū Shiya`āan ۖ Kullu Ĥizbin Bimā Ladayhim Farūna 030-032 Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka sehingga berselisih tentangnya dan menjadi berkelompok-kelompok. Setiap kelompok didukung oleh pengikut-pengikutnya. Setiap golongan dari mereka merasa bangga dengan apa yang mereka miliki dan mengira bahwa mereka berada dalam kebenaran. ‍‍‍‍ ‍‍‍‌ ‌ ‌‌ ‌ۖ ‌ ‌ ‍
Wa 'Idhā Massa An-Nāsa Đurrun Da`aw Rabbahum Munībīna 'Ilayhi Thumma 'Idhā 'Adhāqahum Minhu Raĥmatan 'Idhā Farīqun Minhum Birabbihim Yushrikūna 030-033 Apabila manusia tertimpa suatu bahaya--dalam bentuk penyakit atau kesusahan--mereka berlindung kepada Allah. Mereka berdoa dan kembali kepada-Nya dengan meminta agar menghilangkan kesulitan dari diri mereka. Kemudian apabila Allah menghilangkan kesulitan dari mereka dan memberikan karunia-Nya, tiba-tiba segolongan dari mereka segera menyekutukan Allah. ‌‌‌‌ ‍‍‍‍ ‍‌‌ ‌‌‌ ‌‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍ ‍ ‌‌‌ ‌‌‌‍ ‍‌‍‍‍ ‌‍ ‌ ‌‌‌‌ ‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍ ‍
Liyakfurū Bimā 'Ātaynāhum ۚ Fatamatta`ū Fasawfa Ta`lamūna 030-034 Sehingga akibat dari keadaan mereka itu adalah bahwa mereka mengingkari nikmat yang diberikan Allah. Maka bersenang-senanglah sekehendak kalian, wahai orang-orang yang durhaka, niscaya kalian akan mengetahui kesudahan kalian. ‌ ‍‌ ‌ ۚ ‌ ‍
'Am 'Anzalnā `Alayhim Sulţānāan Fahuwa Yatakallamu Bimā Kānū Bihi Yushrikūna 030-035 Apakah Kami akan meninggalkan mereka dalam kesesatan dan tidak pernah mencela impian-impian mereka. Tidak! Bahkan Kami telah menurunkan kepada mereka keterangan yang akan memberikan kesaksian tentang apa yang mereka sekutukan. ‌‌‍‌ ‍‍‍‍‌‌ ‌ ‌ ‌ ‍
Wa 'Idhā 'Adhaq An-Nāsa Raĥmatan Fariĥū Bihā ۖ Wa 'In Tuşibhum Sayyi'atun Bimā Qaddamat 'Aydīhim 'Idhā Hum Yaqnaţūna 030-036 Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, mereka berlebih-lebihan dalam kegembiraan mereka. Sebaliknya, apabila mereka ditimpa kesulitan yang disebabkan oleh dosa-dosa yang mereka perbuat, tiba-tiba mereka merasa putus asa dari kasih sayang Allah. ‌‌‌ ‌‌‍‍‍‌ ‍‍‍‍ ‌‍ ‌ ‍‌ ‌ ۖ ‌‌‌‍‍‍‍‍ ‌‌ ‌ ‍ ‌ ‌‌‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍
'Awalam Yaraw 'Anna Allāha Yabsuţu Ar-Rizqa Liman Yashā'u Wa Yaqdiru ۚ 'Inna Fī Dhālika La'āyātin Liqawmin Yu'uminūna 030-037 Apakah mereka tidak mengetahui hal-hal yang dapat mengantarkan kepada keimanan dan tidak pula mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki kepada orang yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan orang yang dikehendaki-Nya, sesuai dengan kebijakan-Nya? Sesungguhnya di dalam hal itu terdapat tanda-tanda yang jelas bagi kaum yang mempercayai kebenaran. ‌ ‍‌‌‌ ‌ ‍ ‍‍‍‍‍ ‍‌‍ ‍‌‍‍‌‌ ‌‍‍‍‍‍‌ ۚ ‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍
Fa'āti Dhā Al-Qurbá Ĥaqqahu Wa Al-Miskīna Wa Abna As-Sabīli ۚ Dhālika Khayrun Lilladhīna Yurīdūna Wajha Allāhi Wa 'Ūlā'ika ۖ Humu Al-Mufliĥūna 030-038 Dan apabila hanya Allah Swt. yang meluaskan rezeki dan menetapkan ukurannya, maka berikanlah hak kaum kerabat kepadanya, yaitu berupa kebajikan dan hubungan silaturahmi. Dan juga berilah kepada orang yang membutuhkan dan kehabisan perbekalan di jalan berupa zakat dan sedekah. Hal itu adalah lebih baik bagi orang-orang yang menghendaki rida Allah dan menginginkan pahala-Nya. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keberuntungan dengan kenikmatan yang abadi. ‌‌‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍ۚ‍‍‍‍‍‍ ‍‍‍‌ۖ ‌‌‍‍‌‍‍‍
Wa Mā 'Ātaytum Min Ribāan Liyarbuwā Fī 'Amwāli An-Nāsi Falā Yarbū `Inda Allāhi ۖ Wa Mā 'Ātaytum Min Zakāatin Turīdūna Wajha Allāhi Fa'ūlā'ika Humu Al-Muđ`ifūna 030-039 Harta yang kalian berikan kepada orang-orang yang memakan riba dengan tujuan untuk menambah harta mereka, tidak suci di sisi Allah dan tidak akan diberkahi. Sedekah yang kalian berikan dengan tujuan untuk mengharapkan rida Allah, tanpa riya dan mengharapkan upah, maka itulah orang-orang yang memiliki kebaikan yang berlipat ganda. ‌ ‌ ‍‌ ‌ ‌‌ ‍‍‍‌ ‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍‌ ۖ ‌‍‌ ‌ ‍‌ ‌‍‍‍‌ ‍‍‍‌‍‍‌‍‍‍ ‍‍
Al-Lahu Al-Ladhī Khalaqakum Thumma Razaqakum Thumma Yumītukum Thumma Yuĥyīkum ۖ Hal Min Shurakā'ikum Man Yaf`alu Min Dhālikum Min Shay'in ۚ Subĥānahu Wa Ta`ālá `Ammā Yushrikūna 030-040 Allahlah yang menjadikan kalian, memberikan rezeki yang kalian pakai untuk hidup, mematikan, lalu membangkitkan kalian dari kubur. Apakah ada sekutu-sekutu Allah--sebagaimana yang kalian sangka itu--yang dapat menciptakan, memberi rezeki, mematikan dan menghidupkan, walaupun hanya sedikit saja? Allah Mahasuci dari segala yang mereka sekutukan. ‍‍‍‍‍ ‍ ‌‍‌‍‍ ‍ ۖ ‍‌‍‍ ‍‌ ‍‌ ‌ ‍‌ۚ‍‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍‍‌ ‍
Žahara Al-Fasādu Fī Al-Barri Wa Al-Baĥri Bimā Kasabat 'Aydī An-Nāsi Liyudhīqahum Ba`đa Al-Ladhī `Amilū La`allahum Yarji`ūna 030-041 Telah terlihat kebakaran, kekeringan, kerusakan, kerugian perniagaan dan ketertenggelaman yang disebabkan oleh kejahatan dan dosa-dosa yang diperbuat manusia. Allah menghendaki untuk menghukum manusia di dunia dengan perbuatan-perbuatan mereka, agar mereka bertobat dari kemaksiatan. ‍‍‍‍‌‌ ‌ ‌‍‍‌ ‌ ‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‍
Qul Sīrū Fī Al-'Arđi Fānžurū Kayfa Kāna `Āqibatu Al-Ladhīna Min Qablu ۚ Kāna 'Aktharuhum Mushrikīna 030-042 Katakanlah, wahai Nabi, kepada orang-orang musyrik, "Berjalanlah di seluruh penjuru bumi, lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang sebelum kalian, niscaya kalian akan melihat bahwa Allah membinasakan dan menghancurkan rumah-rumah mereka karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang musyrik seperti kalian." ‍ ‌‌‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍ ‍‍‍‍ ‍‌ ‍‍ۚ‍‍ ‌ ‍
Fa'aqim Wajhaka Lilddīni Al-Qayyimi Min Qabli 'An Ya'tiya Yawmun Lā Maradda Lahu Mina Allāhi Yawma'idhin ۖ Yaşşadda`ūna 030-043 Maka hadapkanlah wajahmu ke arah agama yang sempurna kebenarannya, sebelum datangnya suatu hari ketka tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya dari Allah. Pada hari itu manusia saling berpencaran dan keadaan mereka berbeda-beda. ‍ ‌‍‍‍‍‍‍ ‍‌ ‍‍‍ ‌‌ ‌ ‌ ‍‌‌ ‍ ۖ ‌ ‍‍‍
Man Kafara Fa`alayhi Kufruhu ۖ Wa Man `Amila Şāliĥāan Fali'anfusihim Yamhadūna 030-044 Barangsiapa yang kufur kepada Allah, maka akibat buruk dari kekufurannya itu akan menimpanya. Dan barangsiapa yang beriman dan beramal saleh, maka hanya untuk diri mereka sendirilah sebenarnya mereka membentangkan jalan kenikmatan yang abadi. ‍‌‌ ‍‍‍ ۖ ‌‍‌ ‍‌‌ ‌‍ ‌
Liyajziya Al-Ladhīna 'Āmanū Wa `Amilū Aş-Şāliĥāti Min Fađlihi~ ۚ 'Innahu Lā Yuĥibbu Al-Kāfirīna 030-045 Karena Allah akan memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh atas apa yang mereka kerjakan. Dia akan menambah pahala mereka, sebagai karunia dari-Nya, karena Dia mencintai mereka dan memurkai orang-orang yang kufur kepada-Nya dan mengingkari nikmat-Nya. ‍‍‍‍‍‍ ‌‌ ‌‍‍‍‍‍‍ ‍‌‍‍ۚ
Wa Min 'Āyātihi~ 'An Yursila Ar-Riyāĥa Mubashshirātin Wa Liyudhīqakum Min Raĥmatihi Wa Litajriya Al-Fulku Bi'amrihi Wa Litabtaghū Min Fađlihi Wa La`allakum Tashkurūna 030-046 Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah dan kasih sayang-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pemberi kabar gembira berupa turunnya hujan yang akan menyirami kalian dan untuk memberikan kepada kalian berbagai manfaat dari keluasan nikmat-Nya, yaitu dengan menumbuhkan segala macam tumbuhan dengan hujan itu. Juga agar bahtera dapat berlayar di air dengan perintah dan kekuasaan-Nya. Selain itu, juga agar kalian dapat mencari rezeki dari karunia-Nya dengan berdagang dan mempergunakan apa-apa yang ada di darat dan di laut. Serta agar kalian bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya dengan cara taat dan beribadah kepada-Nya semata. ‍‌ ‌ ‌‌ ‍‍‍‍ ‍‌‌ ‌‍‍‍‍ ‍‌ ‌‍ ‌‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‍‌ ‍‌‍‍‍‍ ‌ ‌
Wa Laqad 'Arsalnā Min Qablika Rusulāan 'Ilá Qawmihim Fajā'ūhum Bil-Bayyināti Fāntaqamnā Mina Al-Ladhīna 'Ajraۖ Wa Kāna Ĥaqqāan `Alaynā Naşru Al-Mu'uminīna 030-047 Kami telah mengutus rasul-rasul sebelummu kepada kaum mereka, sehingga setiap rasul datang kepada kaumnya dengan membawa argumentasi-argumentasi yang jelas, yang menunjukkan kebenarannya. Kemudian kaumnya mendustakannya. Maka Kami pun menghancurkan orang-orang yang melakukan dosa dan durhaka itu. Allah telah mewajibkan atas diri-Nya untuk menolong hamba-hamba-Nya yang beriman. ‌ ‌‌‌ ‍‌ ‍‍‍ ‌‌‌ ‌‌ ‍ ‍‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ‍‍‍‍ ‌‍‍ۖ ‌‍‍‍‍‍‍‌ ‌ ‍‍‍‍‌
Al-Lahu Al-Ladhī Yursilu Ar-Riyāĥa Fatuthīru Saĥābāan Fayabsuţuhu Fī As-Samā'i Kayfa Yashā'u Wa Yaj`aluhu Kisafāan Fatará Al-Wadqa Yakhruju Min Khilālihi ۖ Fa'idhā 'Aşāba Bihi Man Yashā'u Min `Ibādihi~ 'Idhā Hum Yastabshirūna 030-048 Allah Swt. yang mengirimkan angin. Lalu angin itu bergerak dengan kuat dan mendorong awan. Kemudian Allah membentangkan tempat dan banyaknya awan itu di langit sebagaimana yang Dia kehendaki. Dia juga menjadikannya bergumpal-gumpal sehingga kamu dapat melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Apabila Allah menurunkan hujan kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya, mereka pun segera bergembira ria(1). (1) Lihat catatan kaki pada surat al-Nr ayat 43. ‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍ ‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍‌‌ ‌‍‍‍‍‍‌ ‍‌‌ ‍‍‍ ‍‌ ‍‍ ۖ‌ ‌‍ ‍‌‍‍‌‌ ‍‌ ‌ ‌‌‌‌ ‍‍‍‍‌
Wa 'In Kānū Min Qabli 'An Yunazzala `Alayhim Min Qablihi Lamublisīna 030-049 Padahal mereka sungguh dalam keadaan putus asa dan bingung sebelum turunnya hujan. ‌‌ ‌ ‍‌ ‍‍‍ ‌‌ ‍‌ ‍‍‍‍‍‍
nžur 'Iláthāri Raĥmati Allāhi Kayfa Yuĥyī Al-'Arđa Ba`da Mawtihā ۚ 'Inna Dhālika Lamuĥyī Al-Mawtá ۖ Wa Huwa `Alá Kulli Shay'in Qadīrun 030-050 Maka perhatikanlah--dengan merenung dan berpikir--bekas-bekas turunnya hujan. Bagaimana Allah menghidupkan bumi dengan tumbuh-tumbuhan setelah sebelumnya gersang bagaikan orang mati. Sesungguhnya yang mampu menghidupkan bumi setelah sebelumnya mati, pasti mampu pula untuk menghidupkan orang-orang mati. Kekuasaan-Nya amat sempurna. Tak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan-Nya. ‍‍‍‌ ‌‍‌ ‌‍‍‍‍‍‌ ‌‍ ‍ ‍‍‍‌‍ ‌ ‍ۚۖ ‌‌ ‌ ‍
Wa La'in 'Arsalnā Rīĥāan Fara'awhu Muşfaran Lažallū Min Ba`dihi Yakfurūna 030-051 Dan Kami bersumpah, "Jika Kami benar-benar telah mengirimkan angin yang memberikan bahaya bagi tumbuh-tumbuhan, sehingga mereka melihatnya menjadi kuning karena angin itu, mereka pasti akan tetap bersikap kufur kepada Allah dan mengingkari nikmat-Nya setelah mereka melihat kuningnya tumbuhan itu." ‍‌ ‌‌‌ ‌ ‍‍‍‍‌‌ ‍‍‍‌ ‍‌
Fa'innaka Lā Tusmi`u Al-Mawtá Wa Lā Tusmi`u Aş-Şumma Ad-Du`ā'a 'Idhā Wa Llaw Mudbirīna 030-052 Maka janganlah kamu bersedih karena mereka membangkang atau tidak menghiraukan seruanmu. Karena kamu tidak akan dapat memperdengarkan seruanmu kepada orang-orang yang sudah mati dan orang-orang yang tuli apabila mereka bertambah tuli, karena berpaling dan lari darimu. ‍ ‌ ‌ ‌‌ ‍‍ ‍‍‍‍‌‌ ‌‌‌‌ ‌‌‌ ‍
Wa Mā 'Anta Bihādī Al-`Umyi `An Đalālatihim ۖ 'In Tusmi`u 'Illā Man Yu'uminu Bi'āyātinā Fahum Muslimūn 030-053 Mereka seperti orang buta karena mereka telah menutup kalbu-kalbu mereka untuk tidak mendengarkan petunjuk. Dan kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta itu dan menahan mereka dari kekufuran. Tetapi kamu hanya dapat memperdengarkannya kepada orang-orang yang dapat mendengarkan dengan paham dan menerima, yaitu orang-orang yang memiliki kalbu yang dapat menerima keimanan. Mereka itulah orang-orang yang tunduk kepada kebenaran ketika kebenaran tampak. ‌ ‌‌‍ ‌ ‍‌ ۖ ‌‌ ‌‌ ‍‌
Al-Lahu Al-Ladhī Khalaqakum Min Đa`fin Thumma Ja`ala Min Ba`di Đa`fin Qūwatan Thumma Ja`ala Min Ba`di Qūwatin Đa`fāan Wa Shaybatan ۚ Yakhluqu Mā Yashā'u ۖ Wa Huwa Al-`Alīmu Al-Qadīru 030-054 Allahlah yang menciptakan kalian dari air mani, lalu kalian tumbuh dalam keadaan lemah. Kemudian Dia menjadikan kalian kuat setelah keadaan lemah itu dengan pertumbuhan kalian sampai dewasa. Setelah itu menjadikan kalian lemah kembali setelah keadaan kuat itu, yaitu dengan sampainya kalian pada usia tua dan beruban. Dia menciptakan segala yang dikehendaki-Nya. Dia Maha Mengetahui untuk mengurus ciptaan-Nya dan Mahakuasa untuk menjadikan segala yang dikehendaki-Nya. ‍‍‍‍‍ ‍‌ ‍‌‌ ‍ ‍‌‍‌‍‌ ‌ ‍ ‍‌‍‌‌ ‌ ۚ‍‍‍‍ ‌ ‍‍‍‌‌ ۖ ‌‌ ‍‍‍‍‍
Wa Yawma Taqūmu As-Sā`atu Yuqsimu Al-Mujrimūna Mā Labithū Ghayra Sā`atin ۚ Kadhālika Kānū Yu'ufakūna 030-055 Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang kafir itu bersumpah bahwa mereka tidak berdiam di dunia atau di dalam kubur kecuali hanya bebarapa saat saja. Seperti itulah setan memalingkan mereka di dunia dari kebenaran kepada kebatilan. ‍‍ ‍ ‍‍‍‍‍‍‍‍‍‌ ‌ۚ
Wa Qāla Al-Ladhīna 'Ūtū Al-`Ilma Wa Al-'Īmāna Laqad Labithtum Fī Kitābi Allāhi 'Ilá Yawmi Al-Ba`thi ۖ Fahadhā Yawmu Al-Ba`thi Wa Lakinnakum Kuntum Lā Ta`lamūna 030-056 Orang-orang yang dikaruniai ilmu oleh Allah, yaitu para nabi, malaikat dan orang-orang Mukmin berkata, "Sesungguhnya kalian telah tinggal di dalam kubur menurut ketentuan dan takdir-Nya sampai hari kebangkitan. Maka inilah hari kebangkitan yang kalian ingkari. Tetapi kalian di dunia tidak mengetahui bahwa hal ini adalah benar karena kebodohan dan keberpalingan kalian. ‍‍‍‍ ‌‍‍‍‍‍‍‌ ‍‍‍ ‍ ‌‌ ‍ ۖ ‌‌ ‍ ‌‍‍‍‍ ‍‌‍‍‍ ‌
Fayawma'idhin Lā Yanfa`u Al-Ladhīna Žalamū Ma`dhiratuhum Wa Lā Hum Yusta`tabūna 030-057 Maka pada hari manusia dibangkitkan, permohonan maaf orang-orang kafir atas keingkaran dan pendustaan mereka kepada rasul-rasul mereka sama sekali tidak berguna. Dan tidak ada seorang pun yang meminta mereka untuk melakukan sesuatu yang dapat membuat keridaan Allah, karena mereka telah menjadi hina di sisi-Nya dan Dia telah mengusir mereka dari kasih sayang-Nya. ‌ ‌ ‍‌‍‍‍‍‍‌ ‌‍ ‌‌
Wa Laqad Đarabnā Lilnnāsi Fī Hādhā Al-Qur'āni Min Kulli Mathalin ۚ Wa La'in Ji'tahum Bi'āyatin Layaqūlanna Al-Ladhīna Kafarū 'In 'Antum 'Illā Mubţilūna 030-058 Kami telah menjelaskan di dalam al-Qur'n ini segala macam permisalan untuk memberi petunjuk kepada manusia dan membimbing mereka kepada jalan petunjuk. Dan apabila kamu mendatangkan kepada mereka mukjizat apa pun, maka orang-orang kafir, karena mereka terlalu membangkang dan hati mereka terlalu keras pasti akan mengatakan, "Kamu dan pengikut-pengikutmu tidak lain hanya membawa kepalsuan dalam seruan kalian itu." ‍‌ ‍‍‍‍‍ ‌‌ ‍‍‍‌ ‍‌ ۚ ‌‍‌ ‌ ‍‍‍‍‍ ‍‍‍‌ ‌‌ ‌‌‍ ‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍
Kadhālika Yaţba`u Allāhu `Alá Qulūbi Al-Ladhīna Lā Ya`lamūna 030-059 Dengan tutup seperti itulah, Allah menutup kalbu-kalbu orang-orang bodoh yang tidak mendapatkan tauhid. ‍‍‍ ‌ ‍‍‍‍ ‍‍‍‍ ‌
şbir 'Inna Wa`da Allāhi Ĥaqqun ۖ Wa Lā Yastakhiffannaka Al-Ladhīna Lā Yūqinūna 030-060 Maka bersabarlah, wahai Nabi, atas siksaan mereka. Sesungguhnya janji Allah dengan menolongmu dari musuh-musuhmu dan memberikan kemenangan kepada Islam atas seluruh agama adalah benar. Dia, selamanya, tidak pernah mengingkari janji-Nya. Dan jangan sampai orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya itu membuatmu gelisah dan kehilangan kesabaran. ‍‍‌ ‌ ‌‌ ‍ ‍ۖ ‌‌ ‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍ ‌
Toggle thick letters. Most people make the mistake of thickening thin letters in the words that have other (highlighted) thick letter Toggle to highlight thick letters
Next Sūrah